Dishub Samarinda Tata Ulang Akses Gunung Lingai, Fokus Kurangi Kepadatan

    Seputarfakta.com - Umar Daud -

    Seputar Kaltim

    12 November 2025 12:52 WIB

    Nampak kawasan Simpang 3 Gunung Lingai Padat Kendaraan (Foto: Umar Daud/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda akan menerapkan rekayasa lalu lintas di kawasan Simpang Gunung Lingai. Langkah ini diambil untuk menekan kemacetan yang kerap terjadi di jalur padat penghubung Jalan PM Noor dan DI Panjaitan.

    Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu, mengatakan keputusan rekayasa lalu lintas ini merupakan hasil rapat koordinasi terakhir bersama sejumlah instansi teknis, Rabu (12/11/2025).

    "Dalam waktu dekat kami mulai dengan pemasangan barier di dua sisi, di Jalan PM Noor dan Jalan DI Panjaitan arah Alaya. Ini bagian dari penataan tahap awal," jelas pria yang karib disapa Manalu.

    Pada sistem baru ini, pengendara roda dua masih diperbolehkan melintas langsung dari arah Gunung Lingai menuju simpangan. Namun, kendaraan roda empat akan dialihkan melalui Jalan Tri Dharma untuk mengurangi kepadatan.

    Dinas PUPR juga tengah menyiapkan perbaikan di ruas Tri Dharma, termasuk pemasangan pagar pengaman di sisi sungai. Sebanyak 45 barier beton yang akan dipasang. Diataranya, 25 unit dari arah PM Noor dan 20 unit dari arah Panjaitan dengan total panjang sekitar 45 meter.

    Dengan perubahan ini, kendaraan dari arah Sentosa maupun Alaya tidak lagi bisa langsung masuk ke Gunung Lingai, melainkan harus memutar melalui PM Noor.

    Manalu menambahkan, penataan ini merupakan solusi jangka pendek sebelum pemerintah menyiapkan langkah lanjutan berupa pembebasan lahan, pembangunan jalan baru, hingga pelebaran dua jembatan yang menjadi titik penyempitan arus kendaraan, yakni Jembatan Mati dan Jembatan Sungai Karang Mumus.

    Dishub menargetkan pemasangan barier rampung dalam dua hingga tiga pekan ke depan. Sambil menunggu, pihaknya akan melakukan sosialisasi bersama Satlantas, kelurahan, dan instansi terkait melalui media sosial serta penyebaran selebaran.

    "Kami ingin masyarakat memahami bahwa perubahan ini bagian dari upaya Pemkot menertibkan arus kendaraan menuju pusat kota. Tidak ada lagi pengaturan jalan oleh warga secara mandiri," tutupnya.

    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Dishub Samarinda Tata Ulang Akses Gunung Lingai, Fokus Kurangi Kepadatan

    Seputarfakta.com - Umar Daud -

    Seputar Kaltim

    12 November 2025 12:52 WIB

    Nampak kawasan Simpang 3 Gunung Lingai Padat Kendaraan (Foto: Umar Daud/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda akan menerapkan rekayasa lalu lintas di kawasan Simpang Gunung Lingai. Langkah ini diambil untuk menekan kemacetan yang kerap terjadi di jalur padat penghubung Jalan PM Noor dan DI Panjaitan.

    Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu, mengatakan keputusan rekayasa lalu lintas ini merupakan hasil rapat koordinasi terakhir bersama sejumlah instansi teknis, Rabu (12/11/2025).

    "Dalam waktu dekat kami mulai dengan pemasangan barier di dua sisi, di Jalan PM Noor dan Jalan DI Panjaitan arah Alaya. Ini bagian dari penataan tahap awal," jelas pria yang karib disapa Manalu.

    Pada sistem baru ini, pengendara roda dua masih diperbolehkan melintas langsung dari arah Gunung Lingai menuju simpangan. Namun, kendaraan roda empat akan dialihkan melalui Jalan Tri Dharma untuk mengurangi kepadatan.

    Dinas PUPR juga tengah menyiapkan perbaikan di ruas Tri Dharma, termasuk pemasangan pagar pengaman di sisi sungai. Sebanyak 45 barier beton yang akan dipasang. Diataranya, 25 unit dari arah PM Noor dan 20 unit dari arah Panjaitan dengan total panjang sekitar 45 meter.

    Dengan perubahan ini, kendaraan dari arah Sentosa maupun Alaya tidak lagi bisa langsung masuk ke Gunung Lingai, melainkan harus memutar melalui PM Noor.

    Manalu menambahkan, penataan ini merupakan solusi jangka pendek sebelum pemerintah menyiapkan langkah lanjutan berupa pembebasan lahan, pembangunan jalan baru, hingga pelebaran dua jembatan yang menjadi titik penyempitan arus kendaraan, yakni Jembatan Mati dan Jembatan Sungai Karang Mumus.

    Dishub menargetkan pemasangan barier rampung dalam dua hingga tiga pekan ke depan. Sambil menunggu, pihaknya akan melakukan sosialisasi bersama Satlantas, kelurahan, dan instansi terkait melalui media sosial serta penyebaran selebaran.

    "Kami ingin masyarakat memahami bahwa perubahan ini bagian dari upaya Pemkot menertibkan arus kendaraan menuju pusat kota. Tidak ada lagi pengaturan jalan oleh warga secara mandiri," tutupnya.

    (Sf/Rs)