Cari disini...
Seputar Kaltim
Salah satu ZoSS yang ada di Samarinda. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda mempercepat pemasangan dan perbaikan Zona Selamat Sekolah (ZoSS) di berbagai titik, khususnya di daerah rawan kecelakaan.
Kepala Seksi (Kasi) Prasarana Jalan Dishub Samarinda, Rinjani Kusuma, mengungkapkan bahwa prioritas utama pemasangan ZoSS diberikan pada sekolah-sekolah yang berada di lokasi dengan risiko kecelakaan tinggi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya strategis untuk melindungi keselamatan siswa dan pengguna jalan di sekitar sekolah.
Dishub juga telah menerima banyak usulan dari sekolah-sekolah yang memerlukan pemasangan ZoSS dan melakukan inventarisasi untuk menentukan prioritas.
“Kami prioritaskan pemasangan ZoSS di sekolah yang berada di lokasi rawan kecelakaan,” jelas Rinjani.
Ia mengatakan bahwa faktor alam, seperti banjir, genangan air, dan lumpur, menjadi tantangan besar dalam menjaga daya tahan ZoSS di Samarinda. Menurut Rinjani, kondisi ini menyebabkan marka jalan, termasuk ZoSS, lebih cepat rusak dibandingkan daerah lain.
“Kalau tidak ada faktor alam, ZoSS bisa bertahan hingga dua tahun. Tapi di Samarinda, karena sering terjadi banjir dan lumpur, marka jalan lebih cepat memudar dan terkikis,” ungkapnya.
Ia mencontohkan Jalan Pangeran Suryanata sebagai salah satu lokasi yang membutuhkan pengecatan ulang segera akibat kerusakan yang dipicu oleh kondisi alam. Selain itu, permintaan dari sekolah-sekolah untuk perbaikan ZoSS juga terus bertambah setiap tahun. Sehingga, pengecatan ulang dilakukan berdasarkan kebutuhan teknis, terutama di lokasi yang sudah tidak memenuhi standar keselamatan.
Rinjani menegaskan bahwa pemasangan ZoSS difokuskan pada sekolah-sekolah dengan tingkat risiko kecelakaan tinggi. Sebagai contoh, sekolah di kawasan Jalan Anang Hasyim, seperti SD dan SMP Islam Terpadu Cordova, meski padat kendaraan, tidak masuk prioritas karena tidak tergolong rawan kecelakaan.
Dishub juga menargetkan pemasangan ZoSS di jalan-jalan sibuk yang menjadi jalur utama orang tua mengantar anak mereka. Langkah ini, kata Rinjani, dilakukan untuk memberikan rasa aman dan meningkatkan keselamatan di sekitar lingkungan sekolah.
“Kami berharap pemasangan ZoSS di lokasi prioritas ini dapat menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan nyaman bagi siswa serta orang tua,” pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Salah satu ZoSS yang ada di Samarinda. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda mempercepat pemasangan dan perbaikan Zona Selamat Sekolah (ZoSS) di berbagai titik, khususnya di daerah rawan kecelakaan.
Kepala Seksi (Kasi) Prasarana Jalan Dishub Samarinda, Rinjani Kusuma, mengungkapkan bahwa prioritas utama pemasangan ZoSS diberikan pada sekolah-sekolah yang berada di lokasi dengan risiko kecelakaan tinggi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya strategis untuk melindungi keselamatan siswa dan pengguna jalan di sekitar sekolah.
Dishub juga telah menerima banyak usulan dari sekolah-sekolah yang memerlukan pemasangan ZoSS dan melakukan inventarisasi untuk menentukan prioritas.
“Kami prioritaskan pemasangan ZoSS di sekolah yang berada di lokasi rawan kecelakaan,” jelas Rinjani.
Ia mengatakan bahwa faktor alam, seperti banjir, genangan air, dan lumpur, menjadi tantangan besar dalam menjaga daya tahan ZoSS di Samarinda. Menurut Rinjani, kondisi ini menyebabkan marka jalan, termasuk ZoSS, lebih cepat rusak dibandingkan daerah lain.
“Kalau tidak ada faktor alam, ZoSS bisa bertahan hingga dua tahun. Tapi di Samarinda, karena sering terjadi banjir dan lumpur, marka jalan lebih cepat memudar dan terkikis,” ungkapnya.
Ia mencontohkan Jalan Pangeran Suryanata sebagai salah satu lokasi yang membutuhkan pengecatan ulang segera akibat kerusakan yang dipicu oleh kondisi alam. Selain itu, permintaan dari sekolah-sekolah untuk perbaikan ZoSS juga terus bertambah setiap tahun. Sehingga, pengecatan ulang dilakukan berdasarkan kebutuhan teknis, terutama di lokasi yang sudah tidak memenuhi standar keselamatan.
Rinjani menegaskan bahwa pemasangan ZoSS difokuskan pada sekolah-sekolah dengan tingkat risiko kecelakaan tinggi. Sebagai contoh, sekolah di kawasan Jalan Anang Hasyim, seperti SD dan SMP Islam Terpadu Cordova, meski padat kendaraan, tidak masuk prioritas karena tidak tergolong rawan kecelakaan.
Dishub juga menargetkan pemasangan ZoSS di jalan-jalan sibuk yang menjadi jalur utama orang tua mengantar anak mereka. Langkah ini, kata Rinjani, dilakukan untuk memberikan rasa aman dan meningkatkan keselamatan di sekitar lingkungan sekolah.
“Kami berharap pemasangan ZoSS di lokasi prioritas ini dapat menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan nyaman bagi siswa serta orang tua,” pungkasnya.
(Sf/Rs)