Seputar Kaltim

    Dishub Samarinda Luncurkan Sisters, Permudah Laporan Lampu Jalan yang Mati

    Penulis:Maulana|Redaktur:Buniyamin
    24 Juli 2023 pukul 19:32 WITA

    Wali Kota Samarinda, Andi Harun bersama Kepala Dinas Perhubungan Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu luncurkan aplikasi baru untuk LPJU. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Wali Kota Samarinda, Andi Harun melaunching Aplikasi Sisters saat apel pagi di Kantor Dinas Perhubungan, Jalan MT Haryono, Kota Samarinda, Senin (24/7/2023).

    Aplikasi Sisters ini memiliki fungsi sebagai sistem informasi dan sinergitas pengelolaan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) di Kota Samarinda.

    Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu menyebut teknis dalam penggunaan aplikasi tersebut.

    "Kami pasang barcode di tiang lampu jalan dan apabila terdapat lampu jalan yang tidak berfungsi, masyarakat bisa melakukan scanning melalui barcode tersebut. Tinggal klik link tersebut dan otomatis laporannya akan masuk ke dasboard Dishub Samarinda, itu akan ditindaklanjuti Satuan Tugas (Satgas) yang diberikan tanggung jawab," ungkapnya.

    Jumlah barcode yang terpasang saat ini baru sekitar 1.535 titik. "Di Samarinda memiliki total 10 ribu-an lebih lampu jalan dan yang baru terpasang barcode baru sebanyak 1.535 titik," bebernya.

    Satgas sendiri, kata dia, akan bertugas selama 24 jam. "Kami harap dapat menyelesaikan pengaduan paling lambat 2x24 jam dan aplikasi ini juga kami akan terus kembangkan hingga nantinya aduan untuk traffict light juga bisa," paparnya.

    Selain itu, Manalu rencanakan pada 2024 agar melakukan meterisasi lampu jalanan. Ini dilakukan untuk efisiensi terkait tagihan listrik atau efisiensi pembayaran.

    Targetnya, kata Manalu, juga menambah lampu jalanan umum, seperti menyasar pada jalan-jalan protokol. "Kami akan menganggarkan sekitar Rp 60 miliar untuk memenuhi penerangan sesuai dengan komitmen wali kota, yaitu Samarinda Terang 2024, dan akan ditambah sebanyak 3.000 lagi," tutupnya.

    Andi Harun mengapresiasi peluncuran aplikasi ini dan menyebut ini bagian dari pembangunan kota yang smart government.

    Ia berharap peluncuran aplikasi yang diharuskan untuk mengikuti kemajuan teknologi dapat merombak birokrasi layanan yang semakin mudah dan cepat.

    "Layanan ini melibatkan partisipasi masyarakat langsung, dengan bentuk pengaduan di setiap titik. Dengan begitu Dishub sebagai leading sektor juga dapat terbantu dengan aplikasi ini, cepatnya respon masyarakat terhadap LPJU yang mengalami gangguan atau mati, maka semakin cepat pula dishub akan melakukan perbaikan," pungkasnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Dishub Samarinda Luncurkan Sisters, Permudah Laporan Lampu Jalan yang Mati

    Penulis:Maulana|Redaktur:Buniyamin
    24 Juli 2023 pukul 19:32 WITA

    Wali Kota Samarinda, Andi Harun bersama Kepala Dinas Perhubungan Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu luncurkan aplikasi baru untuk LPJU. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Wali Kota Samarinda, Andi Harun melaunching Aplikasi Sisters saat apel pagi di Kantor Dinas Perhubungan, Jalan MT Haryono, Kota Samarinda, Senin (24/7/2023).

    Aplikasi Sisters ini memiliki fungsi sebagai sistem informasi dan sinergitas pengelolaan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) di Kota Samarinda.

    Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu menyebut teknis dalam penggunaan aplikasi tersebut.

    "Kami pasang barcode di tiang lampu jalan dan apabila terdapat lampu jalan yang tidak berfungsi, masyarakat bisa melakukan scanning melalui barcode tersebut. Tinggal klik link tersebut dan otomatis laporannya akan masuk ke dasboard Dishub Samarinda, itu akan ditindaklanjuti Satuan Tugas (Satgas) yang diberikan tanggung jawab," ungkapnya.

    Jumlah barcode yang terpasang saat ini baru sekitar 1.535 titik. "Di Samarinda memiliki total 10 ribu-an lebih lampu jalan dan yang baru terpasang barcode baru sebanyak 1.535 titik," bebernya.

    Satgas sendiri, kata dia, akan bertugas selama 24 jam. "Kami harap dapat menyelesaikan pengaduan paling lambat 2x24 jam dan aplikasi ini juga kami akan terus kembangkan hingga nantinya aduan untuk traffict light juga bisa," paparnya.

    Selain itu, Manalu rencanakan pada 2024 agar melakukan meterisasi lampu jalanan. Ini dilakukan untuk efisiensi terkait tagihan listrik atau efisiensi pembayaran.

    Targetnya, kata Manalu, juga menambah lampu jalanan umum, seperti menyasar pada jalan-jalan protokol. "Kami akan menganggarkan sekitar Rp 60 miliar untuk memenuhi penerangan sesuai dengan komitmen wali kota, yaitu Samarinda Terang 2024, dan akan ditambah sebanyak 3.000 lagi," tutupnya.

    Andi Harun mengapresiasi peluncuran aplikasi ini dan menyebut ini bagian dari pembangunan kota yang smart government.

    Ia berharap peluncuran aplikasi yang diharuskan untuk mengikuti kemajuan teknologi dapat merombak birokrasi layanan yang semakin mudah dan cepat.

    "Layanan ini melibatkan partisipasi masyarakat langsung, dengan bentuk pengaduan di setiap titik. Dengan begitu Dishub sebagai leading sektor juga dapat terbantu dengan aplikasi ini, cepatnya respon masyarakat terhadap LPJU yang mengalami gangguan atau mati, maka semakin cepat pula dishub akan melakukan perbaikan," pungkasnya.

    (Sf/By)