Cari disini...
Seputar Kaltim
Pelican crossing yang telah terpasang di Teras Samarinda tahap I. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mengalokasikan dana sebesar Rp477 juta dari APBD Perubahan di 2024 untuk pengadaan pelican crossing, atau alat bantu untuk menyeberang di dua lokasi strategis. Fasilitas ini telah terpasang di Teras Samarinda tahap I Jalan Gajah Mada dan akan dipasang juga untuk Taman Samarendah di Jalan Bhayangkara.
Kepala Bidang Prasarana Dishub Samarinda, Aji Danny, menjelaskan bahwa dana tersebut digunakan untuk penyediaan fasilitas pelican crossing yang mendukung aksesibilitas masyarakat di sekitar fasilitas publik. “Kami memastikan semua proses pengadaan dilakukan secara cepat dan transparan melalui e-catalog,” ungkap Aji belum lama ini.
Untuk di Taman Samarendah, kata Aji, pelican crossing akan dipasang di dekat Museum Samarendah untuk mempermudah akses pejalan kaki menuju area parkir taman. Namun, pemasangan ini akan diawali dengan penambahan zebra cross serta instalasi jaringan listrik. Setelah itu, akan dilakukan uji coba serta sosialisasi kepada masyarakat tentang cara menggunakan fasilitas tersebut.
Sementara itu, pelican crossing di Teras Samarinda telah terpasang di area zebra cross depan Kantor Gubernur Kaltim. Meski terdapat tantangan berupa median jalan yang tinggi, Dishub memastikan pemasangan dilakukan tanpa merusak struktur median. "Pagar pembatas nanti akan dibuka, namun median jalan tetap seperti itu," tambahnya.
Dijelaskan, pelican crossing memungkinkan pejalan kaki dapat menyeberang lebih mudah di tengah padatnya arus lalu lintas di jalan tersebut. Nantinya, masyarakat dapat menekan tombol untuk menghentikan arus lalu lintas sementara sehingga dapat menyeberang dengan aman. Mekanisme sederhana ini menurutnya dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat saat menyeberang jalan.
Dishub Samarinda juga berencana menambah pelican crossing di beberapa lokasi lain pada tahun 2025, menunggu usulan dari Bidang Lalu Lintas di titik mana nanti yang akan menjadi prioritas. Untuk saat ini, Aji menengaskan prioritas utama adalah penyelesaian dua titik yang sudah direncanakan.
Ditargetkan pemasangan kedua pelican crossing ini selesai dalam waktu kurang dari satu minggu, termasuk uji coba dan pemasangan instalasi jaringan kabel. “Kami juga sedang mengatur estimasi waktu perubahan lampu agar pengguna merasa nyaman,” pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Pelican crossing yang telah terpasang di Teras Samarinda tahap I. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mengalokasikan dana sebesar Rp477 juta dari APBD Perubahan di 2024 untuk pengadaan pelican crossing, atau alat bantu untuk menyeberang di dua lokasi strategis. Fasilitas ini telah terpasang di Teras Samarinda tahap I Jalan Gajah Mada dan akan dipasang juga untuk Taman Samarendah di Jalan Bhayangkara.
Kepala Bidang Prasarana Dishub Samarinda, Aji Danny, menjelaskan bahwa dana tersebut digunakan untuk penyediaan fasilitas pelican crossing yang mendukung aksesibilitas masyarakat di sekitar fasilitas publik. “Kami memastikan semua proses pengadaan dilakukan secara cepat dan transparan melalui e-catalog,” ungkap Aji belum lama ini.
Untuk di Taman Samarendah, kata Aji, pelican crossing akan dipasang di dekat Museum Samarendah untuk mempermudah akses pejalan kaki menuju area parkir taman. Namun, pemasangan ini akan diawali dengan penambahan zebra cross serta instalasi jaringan listrik. Setelah itu, akan dilakukan uji coba serta sosialisasi kepada masyarakat tentang cara menggunakan fasilitas tersebut.
Sementara itu, pelican crossing di Teras Samarinda telah terpasang di area zebra cross depan Kantor Gubernur Kaltim. Meski terdapat tantangan berupa median jalan yang tinggi, Dishub memastikan pemasangan dilakukan tanpa merusak struktur median. "Pagar pembatas nanti akan dibuka, namun median jalan tetap seperti itu," tambahnya.
Dijelaskan, pelican crossing memungkinkan pejalan kaki dapat menyeberang lebih mudah di tengah padatnya arus lalu lintas di jalan tersebut. Nantinya, masyarakat dapat menekan tombol untuk menghentikan arus lalu lintas sementara sehingga dapat menyeberang dengan aman. Mekanisme sederhana ini menurutnya dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat saat menyeberang jalan.
Dishub Samarinda juga berencana menambah pelican crossing di beberapa lokasi lain pada tahun 2025, menunggu usulan dari Bidang Lalu Lintas di titik mana nanti yang akan menjadi prioritas. Untuk saat ini, Aji menengaskan prioritas utama adalah penyelesaian dua titik yang sudah direncanakan.
Ditargetkan pemasangan kedua pelican crossing ini selesai dalam waktu kurang dari satu minggu, termasuk uji coba dan pemasangan instalasi jaringan kabel. “Kami juga sedang mengatur estimasi waktu perubahan lampu agar pengguna merasa nyaman,” pungkasnya.
(Sf/Rs)