Seputar Kaltim

    Dishub Samarinda Benahi PJU, Rp14 Miliar Disiapkan untuk Sejumlah Ruas Jalan

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Rusdianto
    07 Oktober 2026 pukul 15:33 WITA

    Kepala Dishub Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu. (Foto: Arsensia Serlyani/seputarfakta.com)

    Samarinda – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda menyiapkan anggaran Rp14 miliar untuk penataan dan peremajaan Penerangan Jalan Umum (PJU), dengan sasaran sejumlah ruas jalan utama yang membutuhkan pembenahan tiang maupun lampu. 

    Program tersebut menyasar Jalan S. Parman, Jalan Pahlawan dan Jalan Bhayangkara, serta peremajaan tiang PJU lama di Jalan Ahmad Yani, Jalan Pangeran Antasari dan Jalan M. Yamin atau Juanda.

    Kepala Dishub Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu mengatakan, anggaran tersebut dialokasikan untuk mendukung penataan sekaligus peremajaan fasilitas PJU di sejumlah titik yang menjadi perhatian pemerintah.

    “Ya, untuk peremajaan dan penataan PJU di Kota Samarinda, saat ini alokasi anggaran yang disiapkan itu sebesar Rp14 miliar,” ujar Manalu, Rabu (7/10/2026).

    Menurutnya, penataan tidak hanya menyasar lampu PJU, tetapi juga tiang yang sudah berusia lama dan membutuhkan peremajaan. 

    Sejumlah ruas jalan utama menjadi prioritas dalam pelaksanaan program tersebut.

    Fokus pekerjaan selanjutnya mencakup Jalan S. Parman, Jalan Pahlawan dan Jalan Bhayangkara. 

    Sementara peremajaan tiang PJU yang sudah lama dilakukan di kawasan Jalan Ahmad Yani, Jalan Pangeran Antasari serta Jalan M. Yamin atau Juanda.

    “Fokus penataan dan peremajaan tiang serta lampu PJU kita selanjutnya menyasar beberapa titik ruas jalan utama, antara lain Jalan S. Parman, Jalan Pahlawan, dan Jalan Bhayangkara. Selain itu, kita juga melakukan peremajaan untuk tiang-tiang PJU yang sudah lama di kawasan Jalan Ahmad Yani, Jalan Pangeran Antasari, dan Jalan M. Yamin atau Juanda,” katanya.

    Manalu juga merespons keluhan masyarakat terkait lampu PJU yang kerap padam di sejumlah lokasi. 

    Berdasarkan evaluasi Dishub, kondisi tersebut dipengaruhi dua faktor, yakni teknis dan nonteknis.

    Dari sisi teknis, perubahan pengaturan timer atau time switch PJU dapat terjadi akibat fluktuasi voltase listrik dari PLN. 

    Kondisi tersebut membuat pengaturan waktu menyala dan padamnya lampu PJU dapat berubah.

    Selain persoalan teknis, Dishub menemukan adanya gangguan nonteknis di lapangan. 

    Menurut Manalu, terdapat oknum yang sengaja mematikan saklar PJU sehingga lampu menjadi jeblek dan akhirnya padam.

    “Terkait adanya keluhan masyarakat mengenai lampu PJU yang sering padam di beberapa lokasi, dari hasil evaluasi kita ada dua faktor penyebab utama. Faktor teknisnya adalah terjadi perubahan settingan timer atau time switch akibat adanya fluktuasi voltase listrik dari PLN,” jelasnya.

    Ia menambahkan, persoalan nonteknis tersebut menjadi perhatian Dishub dan terus diawasi agar fasilitas penerangan jalan dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

    “Namun selain faktor teknis, di lapangan kita juga menemukan faktor nonteknis, di mana ada oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab sengaja mematikan saklar PJU tersebut sehingga lampunya menjadi jeblek dan padam. Ini yang terus kita awasi dan tata di lapangan,” pungkas Manalu.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Dishub Samarinda Benahi PJU, Rp14 Miliar Disiapkan untuk Sejumlah Ruas Jalan

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Rusdianto
    07 Oktober 2026 pukul 15:33 WITA

    Kepala Dishub Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu. (Foto: Arsensia Serlyani/seputarfakta.com)

    Samarinda – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda menyiapkan anggaran Rp14 miliar untuk penataan dan peremajaan Penerangan Jalan Umum (PJU), dengan sasaran sejumlah ruas jalan utama yang membutuhkan pembenahan tiang maupun lampu. 

    Program tersebut menyasar Jalan S. Parman, Jalan Pahlawan dan Jalan Bhayangkara, serta peremajaan tiang PJU lama di Jalan Ahmad Yani, Jalan Pangeran Antasari dan Jalan M. Yamin atau Juanda.

    Kepala Dishub Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu mengatakan, anggaran tersebut dialokasikan untuk mendukung penataan sekaligus peremajaan fasilitas PJU di sejumlah titik yang menjadi perhatian pemerintah.

    “Ya, untuk peremajaan dan penataan PJU di Kota Samarinda, saat ini alokasi anggaran yang disiapkan itu sebesar Rp14 miliar,” ujar Manalu, Rabu (7/10/2026).

    Menurutnya, penataan tidak hanya menyasar lampu PJU, tetapi juga tiang yang sudah berusia lama dan membutuhkan peremajaan. 

    Sejumlah ruas jalan utama menjadi prioritas dalam pelaksanaan program tersebut.

    Fokus pekerjaan selanjutnya mencakup Jalan S. Parman, Jalan Pahlawan dan Jalan Bhayangkara. 

    Sementara peremajaan tiang PJU yang sudah lama dilakukan di kawasan Jalan Ahmad Yani, Jalan Pangeran Antasari serta Jalan M. Yamin atau Juanda.

    “Fokus penataan dan peremajaan tiang serta lampu PJU kita selanjutnya menyasar beberapa titik ruas jalan utama, antara lain Jalan S. Parman, Jalan Pahlawan, dan Jalan Bhayangkara. Selain itu, kita juga melakukan peremajaan untuk tiang-tiang PJU yang sudah lama di kawasan Jalan Ahmad Yani, Jalan Pangeran Antasari, dan Jalan M. Yamin atau Juanda,” katanya.

    Manalu juga merespons keluhan masyarakat terkait lampu PJU yang kerap padam di sejumlah lokasi. 

    Berdasarkan evaluasi Dishub, kondisi tersebut dipengaruhi dua faktor, yakni teknis dan nonteknis.

    Dari sisi teknis, perubahan pengaturan timer atau time switch PJU dapat terjadi akibat fluktuasi voltase listrik dari PLN. 

    Kondisi tersebut membuat pengaturan waktu menyala dan padamnya lampu PJU dapat berubah.

    Selain persoalan teknis, Dishub menemukan adanya gangguan nonteknis di lapangan. 

    Menurut Manalu, terdapat oknum yang sengaja mematikan saklar PJU sehingga lampu menjadi jeblek dan akhirnya padam.

    “Terkait adanya keluhan masyarakat mengenai lampu PJU yang sering padam di beberapa lokasi, dari hasil evaluasi kita ada dua faktor penyebab utama. Faktor teknisnya adalah terjadi perubahan settingan timer atau time switch akibat adanya fluktuasi voltase listrik dari PLN,” jelasnya.

    Ia menambahkan, persoalan nonteknis tersebut menjadi perhatian Dishub dan terus diawasi agar fasilitas penerangan jalan dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

    “Namun selain faktor teknis, di lapangan kita juga menemukan faktor nonteknis, di mana ada oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab sengaja mematikan saklar PJU tersebut sehingga lampunya menjadi jeblek dan padam. Ini yang terus kita awasi dan tata di lapangan,” pungkas Manalu.

    (Sf/Rs)