Seputar Kaltim

    Dishub Samarinda Bakal Minta Bantuan Pelindo dan KSOP untuk Kapal di Pelabuhan Pasar Pagi Bersandar di sana 

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    28 Juni 2024 pukul 14:35 WITA

    Pertemuan antara perwakilan pedagang dan pengusaha kapal di Pelabuhan Pasar Pagi dengan OPD terkait di DPRD Samarinda, Jumat (28/6/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda, Siami Misnam, mengatakan pihaknya akan secara resmi bersurat kepada PT Pelabuhan Indonesia (Persero) dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan agar dapat mengizinkan kapal-kapal di Pelabuhan Pasar Pagi dapat bersandar di pelabuhan miliknya.

    Hal itu menanggapi adanya keluhan dari pengusaha kapal di Pelabuhan Pasar Pagi yang harus dipindah sebab akan ada proyek pembangunan yang berlangsung di area tersebut. Namun dari tempat yang disediakan oleh pemerintah kota, masyarakat menilai tempat tersebut tidak layak untuk aktivitas bongkar muat kapal. 

    Misnam pun mengakui bahwa dari lima opsi dermaga untuk relokasi kapal-kapal itu tidak ada yang layak untuk aktivitas bongkar muat. Salah satu opsi yang diberikan yakni dermaga Harapan Baru yang ada di Kecamatan Loa Janan Ilir. 

    "Sesuai aturan, seharusnya kita memiliki dermaga tipe A, namun Samarinda belum memilikinya. Yang sudah memiliki dermaga tipe A hanya Pelindo dan KSOP," ujar Misnam dalam pertemuan di DPRD Samarinda antara masyarakat dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Jumat (28/6/2024).

    Oleh karena itu, Dishub Samarinda akan bersurat kepada pihak terkait yakni Pelindo dan KSOP agar dermaga kapal yang ada di Pelabuhan Pasar Pagi bisa ditempatkan di lokasi milik mereka yang dinilai lebih layak, sehingga operasional pelabuhan dapat berjalan dengan lancar dan aman selama masa pembangunan berlangsung.

    Sebelumnya para pedagang dan pengusaha kapal di Pelabuhan Pasar Pagi diminta untuk pindah dan mengosongkan tempat hingga tanggal 1 Juli mendatang. Hanya saja mereka merasa keberatan karena lokasi pengganti yang diberikan kurang layak. 

    Sehingga saat pertemuan antara masyarakat, OPD terkait dan DPRD, disepakati tidak akan ada pemindahan pedagang dan kapal sampai diberikan tempat yang lebih layak untuk melanjutkan usahanya.

    “Kita usahakan paling lambat hari Senin kami akan memberikan surat kepada Pelindo dan KSOP agar mereka bisa ditempatkan di pelabuhan mereka,” pungkas Misnam.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Dishub Samarinda Bakal Minta Bantuan Pelindo dan KSOP untuk Kapal di Pelabuhan Pasar Pagi Bersandar di sana 

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    28 Juni 2024 pukul 14:35 WITA

    Pertemuan antara perwakilan pedagang dan pengusaha kapal di Pelabuhan Pasar Pagi dengan OPD terkait di DPRD Samarinda, Jumat (28/6/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda, Siami Misnam, mengatakan pihaknya akan secara resmi bersurat kepada PT Pelabuhan Indonesia (Persero) dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan agar dapat mengizinkan kapal-kapal di Pelabuhan Pasar Pagi dapat bersandar di pelabuhan miliknya.

    Hal itu menanggapi adanya keluhan dari pengusaha kapal di Pelabuhan Pasar Pagi yang harus dipindah sebab akan ada proyek pembangunan yang berlangsung di area tersebut. Namun dari tempat yang disediakan oleh pemerintah kota, masyarakat menilai tempat tersebut tidak layak untuk aktivitas bongkar muat kapal. 

    Misnam pun mengakui bahwa dari lima opsi dermaga untuk relokasi kapal-kapal itu tidak ada yang layak untuk aktivitas bongkar muat. Salah satu opsi yang diberikan yakni dermaga Harapan Baru yang ada di Kecamatan Loa Janan Ilir. 

    "Sesuai aturan, seharusnya kita memiliki dermaga tipe A, namun Samarinda belum memilikinya. Yang sudah memiliki dermaga tipe A hanya Pelindo dan KSOP," ujar Misnam dalam pertemuan di DPRD Samarinda antara masyarakat dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Jumat (28/6/2024).

    Oleh karena itu, Dishub Samarinda akan bersurat kepada pihak terkait yakni Pelindo dan KSOP agar dermaga kapal yang ada di Pelabuhan Pasar Pagi bisa ditempatkan di lokasi milik mereka yang dinilai lebih layak, sehingga operasional pelabuhan dapat berjalan dengan lancar dan aman selama masa pembangunan berlangsung.

    Sebelumnya para pedagang dan pengusaha kapal di Pelabuhan Pasar Pagi diminta untuk pindah dan mengosongkan tempat hingga tanggal 1 Juli mendatang. Hanya saja mereka merasa keberatan karena lokasi pengganti yang diberikan kurang layak. 

    Sehingga saat pertemuan antara masyarakat, OPD terkait dan DPRD, disepakati tidak akan ada pemindahan pedagang dan kapal sampai diberikan tempat yang lebih layak untuk melanjutkan usahanya.

    “Kita usahakan paling lambat hari Senin kami akan memberikan surat kepada Pelindo dan KSOP agar mereka bisa ditempatkan di pelabuhan mereka,” pungkas Misnam.

    (Sf/Rs)