Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Bidang LLJ, Didi Zulyani. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan (LLJ) Dinas Perhubungan Kota Samarinda, Didi Zulyani, menyoroti kurangnya perhatian pihak pengelola mal terhadap keberadaan ojek online (ojol), terutama dalam penyediaan lahan parkir khusus.
Hal tersebut menurutnya menyebabkan banyak pengemudi ojol memilih parkir di tepi jalan atau bahkan di seberang mal guna menghindari tarif parkir progresif yang dinilai memberatkan.
"Sering kali mereka harus menunggu pesanan makanan cukup lama, dan tarif parkir terus berjalan. Kalau beruntung, pelanggan mau mengganti biayanya. Tapi kalau tidak, kan kasihan juga,” ujar Didi.
Menurut dia, idealnya setiap mal menyediakan area khusus bagi ojol. “Mereka ini berkontribusi juga ke mal, karena membeli pesanan konsumen di dalam. Seyogianya mereka difasilitasi, jangan sampai parkir sembarangan dan justru mengganggu lalu lintas,” imbuhnya.
Ia mengungkapkan bahwa dari sekian banyak mal di Samarinda, baru Mal Samarinda Square yang menyediakan area khusus untuk ojol, lengkap dengan penempatan yang strategis dan dekat dengan petugas keamanan.
Dishub Samarinda juga telah mengimbau juru parkir binaan agar tidak menarik tarif kepada ojol. Bahkan pihaknya berencana kembali menyurati pengelola mal yang belum menyediakan fasilitas tersebut.
“Kami berharap pihak mal bisa segera menyediakan tempat yang layak untuk ojol. Mereka juga mencari nafkah di situ. Jangan sampai mereka terpaksa parkir sembarangan dan membuat kemacetan,” pungkas Didi.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Bidang LLJ, Didi Zulyani. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan (LLJ) Dinas Perhubungan Kota Samarinda, Didi Zulyani, menyoroti kurangnya perhatian pihak pengelola mal terhadap keberadaan ojek online (ojol), terutama dalam penyediaan lahan parkir khusus.
Hal tersebut menurutnya menyebabkan banyak pengemudi ojol memilih parkir di tepi jalan atau bahkan di seberang mal guna menghindari tarif parkir progresif yang dinilai memberatkan.
"Sering kali mereka harus menunggu pesanan makanan cukup lama, dan tarif parkir terus berjalan. Kalau beruntung, pelanggan mau mengganti biayanya. Tapi kalau tidak, kan kasihan juga,” ujar Didi.
Menurut dia, idealnya setiap mal menyediakan area khusus bagi ojol. “Mereka ini berkontribusi juga ke mal, karena membeli pesanan konsumen di dalam. Seyogianya mereka difasilitasi, jangan sampai parkir sembarangan dan justru mengganggu lalu lintas,” imbuhnya.
Ia mengungkapkan bahwa dari sekian banyak mal di Samarinda, baru Mal Samarinda Square yang menyediakan area khusus untuk ojol, lengkap dengan penempatan yang strategis dan dekat dengan petugas keamanan.
Dishub Samarinda juga telah mengimbau juru parkir binaan agar tidak menarik tarif kepada ojol. Bahkan pihaknya berencana kembali menyurati pengelola mal yang belum menyediakan fasilitas tersebut.
“Kami berharap pihak mal bisa segera menyediakan tempat yang layak untuk ojol. Mereka juga mencari nafkah di situ. Jangan sampai mereka terpaksa parkir sembarangan dan membuat kemacetan,” pungkas Didi.
(Sf/Rs)