Seputar Kaltim

    Dishub Kota Samarinda Pasang Beton Barrier di Jalan Pulau Irian untuk Atasi Kemacetan

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    02 April 2024 pukul 16:29 WITA

    Pemasangan barrier di Jalan Pulau Irian di depan Mal Samarinda Central Plaza (SCP), Selasa (2/4/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda mengambil langkah tegas dengan memasang beton barrier di jalan Pulau Irian, tepatnya di depan Mal Samarinda Central Plaza (SCP), yang sering digunakan sebagai tempat parkir oleh masyarakat.

    Kepala Dishub Kota Samarinda, Hotmaralitua Manalu, menjelaskan bahwa langkah ini diambil sebagai upaya penegasan dalam mengatasi kemacetan yang sering terjadi akibat parkir liar di pinggir jalan tersebut. 

    "Kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam mengurai kemacetan yang disebabkan oleh banyaknya masyarakat yang parkir di tepi jalan," ujar Manalu, Selasa (2/4//2024).

    Manalu menambahkan bahwa Dishub Kota Samarinda memiliki rencana untuk membangun trotoar di area tersebut. 

    "Kami melihat adanya dampak ekonomi terkait dengan SCP sebagai pusat kegiatan perbelanjaan. Namun, sebagai tempat sumber bangkitan tarikan perjalanan, SCP juga wajib menyediakan fasilitas parkir yang memadai untuk mengurangi kemacetan," tambahnya.

    Dalam hal ini, Dishub telah melakukan koordinasi dengan pihak SCP untuk menyediakan fasilitas penurunan barang atau penumpang (drop off), namun hingga kini belum terealisasi. 

    "Kami telah berkoordinasi dengan pihak SCP terkait penyediaan drop off, namun belum ada penyelesaian karena alasannya terdapat kendala teknis," jelas Manalu.

    Dishub juga akan mengirim surat kepada penyelenggara parkir di SCP dan berkoordinasi dengan Satpol PP untuk melakukan tindakan pengawasan di lokasi tersebut. Ia akan terus memantau lokasi tersebut, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri. 

    "Kami tidak akan mengizinkan parkir di atas parit dan setelah Idulfitri, kami akan membongkar semua kayu-kayu yang ada di atas parit ini untuk mengurangi peluang parkir liar di pinggir jalan," tegasnya.

    Lebih lanjut, Manalu menekankan bahwa beton barrier yang dipasang tidak akan menghalangi pintu masuk pemilik rumah. 

    "Kurang lebih ada 41 beton barrier yang kami pasang di atas parit sehingga tidak mengganggu akses warga. Kami menghimbau kepada masyarakat untuk tidak lagi melakukan parkir liar di jalan ini," pungkasnya.

    Meski ada keluhan dari para juru parkir, Manalu menegaskan bahwa ini bukan fasilitas umum untuk parkir. Sehingga ia menyarankan, bagi para juru parkir yang memiliki keluhan, silakan menghubungi pihak SCP sebagai pelaku usaha sebagai sumber bangkitan tarikan perjalanan, dalam hal ini adalah parkir. 

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Dishub Kota Samarinda Pasang Beton Barrier di Jalan Pulau Irian untuk Atasi Kemacetan

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    02 April 2024 pukul 16:29 WITA

    Pemasangan barrier di Jalan Pulau Irian di depan Mal Samarinda Central Plaza (SCP), Selasa (2/4/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda mengambil langkah tegas dengan memasang beton barrier di jalan Pulau Irian, tepatnya di depan Mal Samarinda Central Plaza (SCP), yang sering digunakan sebagai tempat parkir oleh masyarakat.

    Kepala Dishub Kota Samarinda, Hotmaralitua Manalu, menjelaskan bahwa langkah ini diambil sebagai upaya penegasan dalam mengatasi kemacetan yang sering terjadi akibat parkir liar di pinggir jalan tersebut. 

    "Kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam mengurai kemacetan yang disebabkan oleh banyaknya masyarakat yang parkir di tepi jalan," ujar Manalu, Selasa (2/4//2024).

    Manalu menambahkan bahwa Dishub Kota Samarinda memiliki rencana untuk membangun trotoar di area tersebut. 

    "Kami melihat adanya dampak ekonomi terkait dengan SCP sebagai pusat kegiatan perbelanjaan. Namun, sebagai tempat sumber bangkitan tarikan perjalanan, SCP juga wajib menyediakan fasilitas parkir yang memadai untuk mengurangi kemacetan," tambahnya.

    Dalam hal ini, Dishub telah melakukan koordinasi dengan pihak SCP untuk menyediakan fasilitas penurunan barang atau penumpang (drop off), namun hingga kini belum terealisasi. 

    "Kami telah berkoordinasi dengan pihak SCP terkait penyediaan drop off, namun belum ada penyelesaian karena alasannya terdapat kendala teknis," jelas Manalu.

    Dishub juga akan mengirim surat kepada penyelenggara parkir di SCP dan berkoordinasi dengan Satpol PP untuk melakukan tindakan pengawasan di lokasi tersebut. Ia akan terus memantau lokasi tersebut, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri. 

    "Kami tidak akan mengizinkan parkir di atas parit dan setelah Idulfitri, kami akan membongkar semua kayu-kayu yang ada di atas parit ini untuk mengurangi peluang parkir liar di pinggir jalan," tegasnya.

    Lebih lanjut, Manalu menekankan bahwa beton barrier yang dipasang tidak akan menghalangi pintu masuk pemilik rumah. 

    "Kurang lebih ada 41 beton barrier yang kami pasang di atas parit sehingga tidak mengganggu akses warga. Kami menghimbau kepada masyarakat untuk tidak lagi melakukan parkir liar di jalan ini," pungkasnya.

    Meski ada keluhan dari para juru parkir, Manalu menegaskan bahwa ini bukan fasilitas umum untuk parkir. Sehingga ia menyarankan, bagi para juru parkir yang memiliki keluhan, silakan menghubungi pihak SCP sebagai pelaku usaha sebagai sumber bangkitan tarikan perjalanan, dalam hal ini adalah parkir. 

    (Sf/Rs)