Seputar Kaltim

    Dishub Kaltim Ungkap Temuan Kendaraan Bermasalah Jelang Mudik Lebaran

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    02 April 2024 pukul 16:26 WITA

    Dishub Kaltim lakukan ramp Check di Terminal Sungai Kunjang, pada Selasa, 2 April 2024. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kalimantan Timur menggelar operasi "Ramp Check" di Terminal Sungai Kunjang Samarinda, menemukan kendaraan yang bermasalah dengan izin trayek. Operasi yang dilakukan sebagai persiapan moda transportasi darat menjelang mudik Lebaran 2024 ini, mengungkap satu bus dengan kendala administrasi dan masalah pada rem tangan.

    Kasi Keselamatan Sarana Prasarana LLAJ Dishub Kaltim, Mohammad Rayani, menjelaskan bahwa pemeriksaan ini adalah bagian dari upaya memastikan keselamatan penumpang selama periode mudik. "Ini adalah bentuk kepastian keselamatan bagi penumpang saat menjalani mudik lebaran," ujar Rayani.

    Pada Selasa (2/4/2024), sebanyak 10 kendaraan bus menjalani ramp check di terminal tersebut, dimulai pukul 09.30 WITA. Hasilnya, satu bus ditemukan memiliki izin trayek yang telah kedaluwarsa. "Kami akan memeriksa apakah izin tersebut sedang dalam proses perpanjangan. Selain itu, kami juga menemukan masalah pada rem tangan salah satu bus," ungkapnya.

    Rayani menambahkan bahwa aspek penting dari kendaraan bus meliputi permesinan, rem, lampu, dan perizinan administrasi yang harus dipenuhi oleh perusahaan otobus. "Perusahaan dari bus yang bermasalah dengan izin trayek akan kami panggil untuk mengurus perizinan tersebut," terangnya.

    Dishub Kaltim akan melakukan pengecekan di kantor untuk memastikan apakah ada proses perpanjangan izin yang sedang berlangsung. Jika terkait dengan administrasi, perusahaan akan dipanggil untuk memperpanjang izinnya.

    Menjelang puncak arus mudik yang diperkirakan akan terjadi pada H-3 Lebaran, yaitu Sabtu, 06 April 2024, Rayani memprediksi adanya peningkatan jumlah penumpang. "Kami akan terus melakukan kontrol dengan ramp check ini untuk meminimalisir potensi masalah yang tidak diinginkan," tutup Rayani.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Dishub Kaltim Ungkap Temuan Kendaraan Bermasalah Jelang Mudik Lebaran

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    02 April 2024 pukul 16:26 WITA

    Dishub Kaltim lakukan ramp Check di Terminal Sungai Kunjang, pada Selasa, 2 April 2024. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kalimantan Timur menggelar operasi "Ramp Check" di Terminal Sungai Kunjang Samarinda, menemukan kendaraan yang bermasalah dengan izin trayek. Operasi yang dilakukan sebagai persiapan moda transportasi darat menjelang mudik Lebaran 2024 ini, mengungkap satu bus dengan kendala administrasi dan masalah pada rem tangan.

    Kasi Keselamatan Sarana Prasarana LLAJ Dishub Kaltim, Mohammad Rayani, menjelaskan bahwa pemeriksaan ini adalah bagian dari upaya memastikan keselamatan penumpang selama periode mudik. "Ini adalah bentuk kepastian keselamatan bagi penumpang saat menjalani mudik lebaran," ujar Rayani.

    Pada Selasa (2/4/2024), sebanyak 10 kendaraan bus menjalani ramp check di terminal tersebut, dimulai pukul 09.30 WITA. Hasilnya, satu bus ditemukan memiliki izin trayek yang telah kedaluwarsa. "Kami akan memeriksa apakah izin tersebut sedang dalam proses perpanjangan. Selain itu, kami juga menemukan masalah pada rem tangan salah satu bus," ungkapnya.

    Rayani menambahkan bahwa aspek penting dari kendaraan bus meliputi permesinan, rem, lampu, dan perizinan administrasi yang harus dipenuhi oleh perusahaan otobus. "Perusahaan dari bus yang bermasalah dengan izin trayek akan kami panggil untuk mengurus perizinan tersebut," terangnya.

    Dishub Kaltim akan melakukan pengecekan di kantor untuk memastikan apakah ada proses perpanjangan izin yang sedang berlangsung. Jika terkait dengan administrasi, perusahaan akan dipanggil untuk memperpanjang izinnya.

    Menjelang puncak arus mudik yang diperkirakan akan terjadi pada H-3 Lebaran, yaitu Sabtu, 06 April 2024, Rayani memprediksi adanya peningkatan jumlah penumpang. "Kami akan terus melakukan kontrol dengan ramp check ini untuk meminimalisir potensi masalah yang tidak diinginkan," tutup Rayani.

    (Sf/Rs)