Dishub Kaltim Berencana Ambil Alih Pengaturan Jalur Jembatan Mahakam I

    Seputarfakta.com - Maulana -

    Seputar Kaltim

    16 Maret 2025 11:53 WIB

    Jembatan Mahakam I Samarinda. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Penutupan jalur bawah Jembatan Mahakam I di Samarinda telah memicu perdebatan di kalangan masyarakat. Langkah ini diambil setelah fender jembatan mengalami kerusakan akibat ditabrak tongkang pada 16 Februari 2025 lalu. 

    Sebagian masyarakat mendukung penutupan ini demi keselamatan, sementara yang lain merasa terganggu mata pencahariannya, terutama mereka yang bekerja di sektor pelabuhan dan perkapalan.

    Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim berencana untuk mengambil alih pengaturan jalur Jembatan Mahakam I. 

    Plt Kepala Dishub Kaltim, Irhamsyah, mengungkapkan bahwa Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, telah menginstruksikan agar Dishub Kaltim terlibat dalam pengaturan jalur ini.

    "Alur bawah Jembatan Mahakam itu kewenangan KSOP, karena alurnya alur kelas 1. Tapi sesuai arahan pak Gubernur, kalau bisa kita yang mengatur. Tapi masih kita konsultasikan," ujar Irhamsyah.

    Irhamsyah menjelaskan bahwa struktur pilar Jembatan Mahakam I sebenarnya masih dalam kondisi aman. Namun, pemasangan fender atau pelindung pilar jembatan perlu segera dilakukan. Fender merupakan komponen vital yang melindungi pilar jembatan dari benturan kapal.

    "Fender jembatan itu harus segera dipasang, karena sudah tidak ada lagi pengaman (pilar) jembatan kita setelah ditabrak. Fender itu vital terhadap pier (pilar) jembatan kita di Mahakam I itu," tegas Irhamsyah.

    Saat ini, telah dibentuk tim percepatan pemasangan fender. Perusahaan yang bertanggung jawab atas kerusakan tersebut bersedia mengganti pembangunan fender.

    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Dishub Kaltim Berencana Ambil Alih Pengaturan Jalur Jembatan Mahakam I

    Seputarfakta.com - Maulana -

    Seputar Kaltim

    16 Maret 2025 11:53 WIB

    Jembatan Mahakam I Samarinda. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Penutupan jalur bawah Jembatan Mahakam I di Samarinda telah memicu perdebatan di kalangan masyarakat. Langkah ini diambil setelah fender jembatan mengalami kerusakan akibat ditabrak tongkang pada 16 Februari 2025 lalu. 

    Sebagian masyarakat mendukung penutupan ini demi keselamatan, sementara yang lain merasa terganggu mata pencahariannya, terutama mereka yang bekerja di sektor pelabuhan dan perkapalan.

    Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim berencana untuk mengambil alih pengaturan jalur Jembatan Mahakam I. 

    Plt Kepala Dishub Kaltim, Irhamsyah, mengungkapkan bahwa Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, telah menginstruksikan agar Dishub Kaltim terlibat dalam pengaturan jalur ini.

    "Alur bawah Jembatan Mahakam itu kewenangan KSOP, karena alurnya alur kelas 1. Tapi sesuai arahan pak Gubernur, kalau bisa kita yang mengatur. Tapi masih kita konsultasikan," ujar Irhamsyah.

    Irhamsyah menjelaskan bahwa struktur pilar Jembatan Mahakam I sebenarnya masih dalam kondisi aman. Namun, pemasangan fender atau pelindung pilar jembatan perlu segera dilakukan. Fender merupakan komponen vital yang melindungi pilar jembatan dari benturan kapal.

    "Fender jembatan itu harus segera dipasang, karena sudah tidak ada lagi pengaman (pilar) jembatan kita setelah ditabrak. Fender itu vital terhadap pier (pilar) jembatan kita di Mahakam I itu," tegas Irhamsyah.

    Saat ini, telah dibentuk tim percepatan pemasangan fender. Perusahaan yang bertanggung jawab atas kerusakan tersebut bersedia mengganti pembangunan fender.

    (Sf/Rs)