Cari disini...
Seputar Kaltim
Plt Kepala Dinas Perhubungan Kaltim, Irhamsyah. (Foto: Maulana /Seputarfakta.com)
Samarinda - Dinas Perhubungan (Dishub) Kalimantan Timur (Kaltim) menyoroti minimnya rambu-rambu jalan dan Penerangan Jalan Umum (PJU) di wilayah provinsi.
Hal ini disampaikan oleh Plt Kepala Dishub Kaltim, Irhamsyah, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Kaltim di Gedung E DPRD Kaltim, Samarinda, Senin (17/3/2025).
Dalam RDP tersebut, Irhamsyah memaparkan kegiatan tahun anggaran 2025 dan rencana kegiatan tahun anggaran 2026. Salah satu fokus utama yang disampaikan adalah kebutuhan mendesak akan penambahan rambu-rambu jalan di jalan-jalan provinsi.
"Adapun yang kami sampaikan terutama untuk rambu ya. Rambu-rambu jalan yang ada di jalan-jalan provinsi itu masih cukup banyak kurang. Kita mengalokasikan 6.000 unit saja mungkin masih masih kurang ya," ungkap Irhamsyah.
Irhamsyah mengakui bahwa pihaknya belum melakukan identifikasi secara rinci mengenai jumlah kebutuhan rambu-rambu jalan. Hal ini dikarenakan utilitas jalan tidak hanya mencakup rambu, tetapi juga gatepost, guardrail untuk keamanan jalan, dan PJU.
"Jadi itu yang memang harus kita identifikasi dulu. Nanti takutnya salah sebut saya," katanya.
Untuk mengantisipasi kekurangan rambu-rambu jalan, Dishub Kaltim akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) terutama di daerah-daerah yang berpotensi longsor. Pemasangan rambu-rambu peringatan akan dilakukan sejak jauh hari untuk meminimalisir risiko kecelakaan.
"Kenapa Ya paling tidak nanti ada di kita koordinasi sama kawan-kawan PU khususnya daerah-daerah yang kita mitigasi berpotensi longsor. Jadi sejak jauh hari kita nanti pasang peringatan-peringatan hati-hati ada longsor apa semua," tuturnya.
Salah satu daerah yang rawan longsor adalah arah utara Kaltim, yaitu Kutim Tali Sayan dan Tanjung Randa Tali Sayan. Irhamsyah menyebutkan bahwa masih ada beberapa titik longsor yang memiliki potensi longsor di daerah tersebut.
Selain rambu-rambu jalan, Komisi III DPRD Kaltim juga memberikan masukan terkait PJU. Mereka menyoroti masih banyaknya ruas jalan yang gelap pada malam hari.
"Karena memang masih banyak ruas-ruas jalan kita yang PJU-nya jalannya masih gelap kalau malam ya. Kemudian rambu-rambu tadi yang menjadi konsentrasi. Ada dua hal itu terkait dengan perhubungan," pungkas Irhamsyah.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Plt Kepala Dinas Perhubungan Kaltim, Irhamsyah. (Foto: Maulana /Seputarfakta.com)
Samarinda - Dinas Perhubungan (Dishub) Kalimantan Timur (Kaltim) menyoroti minimnya rambu-rambu jalan dan Penerangan Jalan Umum (PJU) di wilayah provinsi.
Hal ini disampaikan oleh Plt Kepala Dishub Kaltim, Irhamsyah, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Kaltim di Gedung E DPRD Kaltim, Samarinda, Senin (17/3/2025).
Dalam RDP tersebut, Irhamsyah memaparkan kegiatan tahun anggaran 2025 dan rencana kegiatan tahun anggaran 2026. Salah satu fokus utama yang disampaikan adalah kebutuhan mendesak akan penambahan rambu-rambu jalan di jalan-jalan provinsi.
"Adapun yang kami sampaikan terutama untuk rambu ya. Rambu-rambu jalan yang ada di jalan-jalan provinsi itu masih cukup banyak kurang. Kita mengalokasikan 6.000 unit saja mungkin masih masih kurang ya," ungkap Irhamsyah.
Irhamsyah mengakui bahwa pihaknya belum melakukan identifikasi secara rinci mengenai jumlah kebutuhan rambu-rambu jalan. Hal ini dikarenakan utilitas jalan tidak hanya mencakup rambu, tetapi juga gatepost, guardrail untuk keamanan jalan, dan PJU.
"Jadi itu yang memang harus kita identifikasi dulu. Nanti takutnya salah sebut saya," katanya.
Untuk mengantisipasi kekurangan rambu-rambu jalan, Dishub Kaltim akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) terutama di daerah-daerah yang berpotensi longsor. Pemasangan rambu-rambu peringatan akan dilakukan sejak jauh hari untuk meminimalisir risiko kecelakaan.
"Kenapa Ya paling tidak nanti ada di kita koordinasi sama kawan-kawan PU khususnya daerah-daerah yang kita mitigasi berpotensi longsor. Jadi sejak jauh hari kita nanti pasang peringatan-peringatan hati-hati ada longsor apa semua," tuturnya.
Salah satu daerah yang rawan longsor adalah arah utara Kaltim, yaitu Kutim Tali Sayan dan Tanjung Randa Tali Sayan. Irhamsyah menyebutkan bahwa masih ada beberapa titik longsor yang memiliki potensi longsor di daerah tersebut.
Selain rambu-rambu jalan, Komisi III DPRD Kaltim juga memberikan masukan terkait PJU. Mereka menyoroti masih banyaknya ruas jalan yang gelap pada malam hari.
"Karena memang masih banyak ruas-ruas jalan kita yang PJU-nya jalannya masih gelap kalau malam ya. Kemudian rambu-rambu tadi yang menjadi konsentrasi. Ada dua hal itu terkait dengan perhubungan," pungkas Irhamsyah.
(Sf/Rs)