Seputar Kaltim

    Dishub Berau Pastikan Kelancaran Pemudik dengan Transportasi Air Patuhi Aturan 

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    27 Maret 2025 pukul 13:29 WITA

    Tim saat melakukan Ramp Check (pengecekan dan pemeriksaan moda transportasi) di dermaga Sanggam Tanjung Redeb. (Foto:Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Dinas Perhubungan (Dishub) Berau  telah mulai melakukan pengawasan perjalanan mudik jelang hari raya Idulfitri. Tim pun telah melakukan Ramp Check (pengecekan dan pemeriksaan moda transportasi) di dermaga Sanggam Tanjung Redeb, Kabupaten Berau.

    Kepala Bidang Angkutan Darat dan Sungai Dishub Berau, Hendra Syaifuddi, menyampaikan sesuai surat edaran yang diterima yakni pengawasan ini telah dilakukan sejak H-7 Lebaran Idul Fitri. 

    "Kita pastikan semuanya sesuai standar keselamatan. Baik speedboatnya maupun penumpangnya," ujar Hendra Syaifuddi, Kamis (27/03/2025).

    Oleh karena itu, Ramp check dilakukan secara menyeluruh mulai dari sarana transportasi yakni speed boat, hingga fasilitas yang ada di dalamnya, khususnya life jacket, yang wajib ada di setiap speedboat. 

    Ia pun mengatakan, saat ini 15 unit speedboat tersedia untuk melayani penyeberangan dari Tanjung Redeb dengan tujuan utama ke Pulau Maratua. Namun, jika terdapat penumpang dengan tujuan Pulau Derawan, mereka dapat diantar sekaligus dengan jumlah penumpang yang mencukupi. Selain itu, jika lonjakan penumpang terjadi maka pihaknya siap menambah transportasi tersebut.  

    "Jika jumlah penumpang meningkat, kami akan menambah sekitar 7 atau 10 speedboat tambahan. Untuk saat ini masih normal, kami memperkirakan jumlah penumpang dalam satu kali pemberangkatan bisa mencapai 100 orang. Namun, angka ini masih bersifat maksimal karena biasanya terjadi fluktuasi jumlah penumpang," ungkapnya.  

    Untuk tarif yang diberlakukan masih dalam batas normal, yakni Rp310 ribu per orang untuk rute Pulau Maratua dan Pulau Derawan. Dan untuk anak-anak diatas tujuh tahun juga di kenakan tarif yang sama.

    "Karena kita menyesuaikan dengan jumlah seat yang tersedia di speedboat. Jadi kapasitasnya tidak kami lebihkan dan kami sesuaikan dengan jumlah seat yang ada. Jadi jumlah penumpang yang anak maupun dewasa kita samakan," terangnya.

    Sementara untuk jam operasional pihaknya akan menyesuaikan berdasarkan jumlah penumpang. Dan saat ini, jadwal keberangkatan masih normal yakni dilakukan dua kali dalam sehari.

    "Apabila memang ada jumlah penumpang tambahan, maka akan kita tambah untuk jumlah pemberangkatan. Tapi tetap kita memperhatikan jam pemberangkatan, karena paling lambat adalah jam 3 sore," tuturnya.

    Untuk memastikan keamanan dan kelancaran perjalanan, Dishub telah berkoordinasi dengan berbagai stekholder terkait, seperti Polairud, KUPP, BPBD, Jasa Raharja, dan Basarnas. 

    "Kami telah menyiapkan manifest penumpang agar tidak ada kelebihan kapasitas di speedboat yang telah disiapkan," tegasnya.  

    Sementara itu, sistem pemesanan tiket masih dilakukan secara offline melalui pos di dermaga, guna memastikan keteraturan jumlah penumpang yang akan diberangkatkan.  

    Hendra pun mengatakan bahwa sebanyak tujuh personel disiagakan di pos jaga Dermaga Sanggam untuk mengawasi arus penumpang agar berjalan lancar dan aman.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Dishub Berau Pastikan Kelancaran Pemudik dengan Transportasi Air Patuhi Aturan 

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    27 Maret 2025 pukul 13:29 WITA

    Tim saat melakukan Ramp Check (pengecekan dan pemeriksaan moda transportasi) di dermaga Sanggam Tanjung Redeb. (Foto:Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Dinas Perhubungan (Dishub) Berau  telah mulai melakukan pengawasan perjalanan mudik jelang hari raya Idulfitri. Tim pun telah melakukan Ramp Check (pengecekan dan pemeriksaan moda transportasi) di dermaga Sanggam Tanjung Redeb, Kabupaten Berau.

    Kepala Bidang Angkutan Darat dan Sungai Dishub Berau, Hendra Syaifuddi, menyampaikan sesuai surat edaran yang diterima yakni pengawasan ini telah dilakukan sejak H-7 Lebaran Idul Fitri. 

    "Kita pastikan semuanya sesuai standar keselamatan. Baik speedboatnya maupun penumpangnya," ujar Hendra Syaifuddi, Kamis (27/03/2025).

    Oleh karena itu, Ramp check dilakukan secara menyeluruh mulai dari sarana transportasi yakni speed boat, hingga fasilitas yang ada di dalamnya, khususnya life jacket, yang wajib ada di setiap speedboat. 

    Ia pun mengatakan, saat ini 15 unit speedboat tersedia untuk melayani penyeberangan dari Tanjung Redeb dengan tujuan utama ke Pulau Maratua. Namun, jika terdapat penumpang dengan tujuan Pulau Derawan, mereka dapat diantar sekaligus dengan jumlah penumpang yang mencukupi. Selain itu, jika lonjakan penumpang terjadi maka pihaknya siap menambah transportasi tersebut.  

    "Jika jumlah penumpang meningkat, kami akan menambah sekitar 7 atau 10 speedboat tambahan. Untuk saat ini masih normal, kami memperkirakan jumlah penumpang dalam satu kali pemberangkatan bisa mencapai 100 orang. Namun, angka ini masih bersifat maksimal karena biasanya terjadi fluktuasi jumlah penumpang," ungkapnya.  

    Untuk tarif yang diberlakukan masih dalam batas normal, yakni Rp310 ribu per orang untuk rute Pulau Maratua dan Pulau Derawan. Dan untuk anak-anak diatas tujuh tahun juga di kenakan tarif yang sama.

    "Karena kita menyesuaikan dengan jumlah seat yang tersedia di speedboat. Jadi kapasitasnya tidak kami lebihkan dan kami sesuaikan dengan jumlah seat yang ada. Jadi jumlah penumpang yang anak maupun dewasa kita samakan," terangnya.

    Sementara untuk jam operasional pihaknya akan menyesuaikan berdasarkan jumlah penumpang. Dan saat ini, jadwal keberangkatan masih normal yakni dilakukan dua kali dalam sehari.

    "Apabila memang ada jumlah penumpang tambahan, maka akan kita tambah untuk jumlah pemberangkatan. Tapi tetap kita memperhatikan jam pemberangkatan, karena paling lambat adalah jam 3 sore," tuturnya.

    Untuk memastikan keamanan dan kelancaran perjalanan, Dishub telah berkoordinasi dengan berbagai stekholder terkait, seperti Polairud, KUPP, BPBD, Jasa Raharja, dan Basarnas. 

    "Kami telah menyiapkan manifest penumpang agar tidak ada kelebihan kapasitas di speedboat yang telah disiapkan," tegasnya.  

    Sementara itu, sistem pemesanan tiket masih dilakukan secara offline melalui pos di dermaga, guna memastikan keteraturan jumlah penumpang yang akan diberangkatkan.  

    Hendra pun mengatakan bahwa sebanyak tujuh personel disiagakan di pos jaga Dermaga Sanggam untuk mengawasi arus penumpang agar berjalan lancar dan aman.

    (Sf/Rs)