Cari disini...
Seputar Kaltim
Salah satu titik pemasangan PJU Tenaga Surya (PJU-TS) di wilayah perkotaan Tanjung Redeb. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Menyusul banyaknya keluhan masyarakat terkait lampu penerangan jalan umum (PJU) yang tak lagi berfungsi di sejumlah titik perkotaan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Berau mulai menggencarkan pemasangan PJU berbasis tenaga surya.
Ruas-ruas utama seperti Jalan APT Pranoto menjadi salah satu lokasi yang paling dikeluhkan warga karena minimnya penerangan pada malam hari. Tak sedikit warga yang merasa resah dan tidak nyaman saat melintas, terutama karena kondisi gelap berpotensi menimbulkan kecelakaan dan rawan tindak kriminal.
Menanggapi hal itu, Kepala Dishub Berau, Andi Marewangeng, mengakui bahwa sebagian besar PJU yang ada saat ini sudah cukup tua dan sudah tidak efisien. Ia menyebut lampu-lampu tersebut masih bergantung pada jaringan listrik PLN dan telah beroperasi selama bertahun-tahun tanpa pembaruan teknologi.
"Banyak titik yang rusak karena faktor usia dan teknis. Lampu-lampu lama ini memang sudah waktunya diganti dengan teknologi yang lebih mutakhir," ujar Andi.
Oleh karena itu, ia mengatakan sebagai solusi, Dishub Berau tengah menjalankan program pemasangan PJU Tenaga Surya (PJU-TS) di sejumlah titik strategis kota. Proyek ini pun ditargetkan selesai hingga akhir tahun 2025 dengan pemasangan lebih dari 100 tiang PJU-TS lengan ganda, terutama di ruas jalan protokol dan kawasan pusat aktivitas masyarakat.
"Kami sekarang fokus membenahi penerangan di pusat kota. Program di kampung-kampung sudah rampung, jadi giliran kawasan kota yang kami tata," terangnya.
Dirinya pun menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya peremajaan jaringan penerangan yang dinilai sudah tidak efisien dan banyak mengalami kerusakan. Menurutnya, penggunaan sistem tenaga surya dinilai lebih efisien, minim gangguan teknis, dan tidak tergantung pada pasokan listrik PLN.
"PJU-TS ini juga lebih ramah lingkungan serta memiliki daya tahan yang lebih panjang," tuturnya.
Meski proyek penggantian lampu terus berjalan, Dishub juga terus mendorong keterlibatan masyarakat untuk aktif melaporkan titik-titik yang gelap atau mengalami kerusakan. Ia mengatakan bahwa pihaknya pun telah menyiapkan tim teknis khusus untuk menangani laporan tersebut secara cepat.
"Kalau ada lampu mati, jangan dibiarkan. Segera laporkan ke kami. Tim teknis siap turun langsung untuk perbaikan," ujarnya.
Selain Jalan APT Pranoto, Dishub juga menargetkan titik-titik gelap lainnya, seperti Jalan Pemuda, jalur menuju Masjid Agung Baitul Hikmah, kawasan Taman Cendana dan lain-lain, hingga halaman Kantor Bupati Berau.
Terakhir, Andi berharap dengan proyek ini, Dishub optimistis wajah Kota Tanjung Redeb akan lebih terang, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat, khususnya saat beraktivitas di malam hari.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Salah satu titik pemasangan PJU Tenaga Surya (PJU-TS) di wilayah perkotaan Tanjung Redeb. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Menyusul banyaknya keluhan masyarakat terkait lampu penerangan jalan umum (PJU) yang tak lagi berfungsi di sejumlah titik perkotaan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Berau mulai menggencarkan pemasangan PJU berbasis tenaga surya.
Ruas-ruas utama seperti Jalan APT Pranoto menjadi salah satu lokasi yang paling dikeluhkan warga karena minimnya penerangan pada malam hari. Tak sedikit warga yang merasa resah dan tidak nyaman saat melintas, terutama karena kondisi gelap berpotensi menimbulkan kecelakaan dan rawan tindak kriminal.
Menanggapi hal itu, Kepala Dishub Berau, Andi Marewangeng, mengakui bahwa sebagian besar PJU yang ada saat ini sudah cukup tua dan sudah tidak efisien. Ia menyebut lampu-lampu tersebut masih bergantung pada jaringan listrik PLN dan telah beroperasi selama bertahun-tahun tanpa pembaruan teknologi.
"Banyak titik yang rusak karena faktor usia dan teknis. Lampu-lampu lama ini memang sudah waktunya diganti dengan teknologi yang lebih mutakhir," ujar Andi.
Oleh karena itu, ia mengatakan sebagai solusi, Dishub Berau tengah menjalankan program pemasangan PJU Tenaga Surya (PJU-TS) di sejumlah titik strategis kota. Proyek ini pun ditargetkan selesai hingga akhir tahun 2025 dengan pemasangan lebih dari 100 tiang PJU-TS lengan ganda, terutama di ruas jalan protokol dan kawasan pusat aktivitas masyarakat.
"Kami sekarang fokus membenahi penerangan di pusat kota. Program di kampung-kampung sudah rampung, jadi giliran kawasan kota yang kami tata," terangnya.
Dirinya pun menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya peremajaan jaringan penerangan yang dinilai sudah tidak efisien dan banyak mengalami kerusakan. Menurutnya, penggunaan sistem tenaga surya dinilai lebih efisien, minim gangguan teknis, dan tidak tergantung pada pasokan listrik PLN.
"PJU-TS ini juga lebih ramah lingkungan serta memiliki daya tahan yang lebih panjang," tuturnya.
Meski proyek penggantian lampu terus berjalan, Dishub juga terus mendorong keterlibatan masyarakat untuk aktif melaporkan titik-titik yang gelap atau mengalami kerusakan. Ia mengatakan bahwa pihaknya pun telah menyiapkan tim teknis khusus untuk menangani laporan tersebut secara cepat.
"Kalau ada lampu mati, jangan dibiarkan. Segera laporkan ke kami. Tim teknis siap turun langsung untuk perbaikan," ujarnya.
Selain Jalan APT Pranoto, Dishub juga menargetkan titik-titik gelap lainnya, seperti Jalan Pemuda, jalur menuju Masjid Agung Baitul Hikmah, kawasan Taman Cendana dan lain-lain, hingga halaman Kantor Bupati Berau.
Terakhir, Andi berharap dengan proyek ini, Dishub optimistis wajah Kota Tanjung Redeb akan lebih terang, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat, khususnya saat beraktivitas di malam hari.
(Sf/Rs)