Cari disini...
Seputar Kaltim
Evaluasi menjadi dasar menentukan apakah penutupan putaran bundaran monyet Balikpapan Baru akan diterapkan secara permanen. (Foto: maya sari/seputarfakta.com)
Balikpapan – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan berencana menjadikan penutupan putaran kendaraan di kawasan Bundaran Monyet, Balikpapan Baru sebagai kebijakan permanen.
Kepala Dishub Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurrahman mengatakan, keputusan tersebut masih akan melihat perkembangan kondisi lalu lintas setelah penutupan dilakukan.
“Evaluasi akan menjadi dasar untuk menentukan apakah penutupan putaran tersebut benar-benar diterapkan secara permanen,” jelas Fadli sapaan akrabnya, Selasa (15/9/2026).
Meski demikian, Fadli menyebut respons masyarakat terhadap penutupan sementara sejauh ini cukup positif. Menurutnya, langkah tersebut sengaja dilakukan untuk mengurangi potensi pelanggaran lalu lintas yang kerap terjadi di kawasan tersebut.
“Respon positifnya banyak dan memang kami sengaja menempatkan penutupan agar tidak terjadi hal-hal tersebut,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penutupan dilakukan karena pelanggaran lalu lintas di kawasan Bundaran Monyet terbilang sering terjadi. Kondisi tersebut diperparah dengan adanya beberapa simpang di sekitar lokasi yang membuat pengaturan arus kendaraan menjadi lebih kompleks.
Dishub sebenarnya telah memasang rambu lalu lintas sebagai upaya mengarahkan pengendara. Namun, berdasarkan pemantauan melalui kamera pengawas (CCTV), pelanggaran masih ditemukan.
“Memang itu sering terjadi pelanggaran dan di situ ada beberapa simpang, jadi wajib untuk kami tutup,” imbuhnya.
Menurutnya, opsi menempatkan petugas secara terus-menerus di lokasi maupun mengandalkan penindakan melalui tilang elektronik (ETLE) juga tidak menjadi solusi utama. Salah satu kendalanya adalah keterbatasan jumlah personel Dishub Balikpapan.
Saat ini, jumlah personel Dishub yang bertugas untuk menangani kebutuhan transportasi dan lalu lintas di seluruh wilayah Kota Balikpapan hanya sekitar 50 orang.
“Jumlah personel Dinas Perhubungan itu terbatas, hanya kurang lebih sekitar 50 orang saja untuk mengurusi satu Kota Balikpapan,” katanya.
Karena itu, penutupan putaran dipilih sebagai salah satu bentuk rekayasa lalu lintas untuk meminimalkan potensi pelanggaran tanpa harus mengandalkan pengawasan petugas secara terus-menerus.
Fadli menegaskan, kebijakan tersebut bukan keputusan yang muncul secara tiba-tiba. Rencana penutupan sebelumnya telah dibahas melalui Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Forum LLAJ).
Dalam pembahasan tersebut, penutupan putaran di Bundaran Monyet telah disepakati. Namun, Dishub masih memberikan kesempatan melalui pemasangan rambu dan pemantauan kondisi di lapangan.
“Sudah diputuskan untuk kami tutup. Cuma kami melihat, kami sudah memasang rambu tetapi masih sering terjadi pelanggaran lewat pemantauan CCTV Dinas Perhubungan, sehingga akhirnya kami sepakati untuk ditutup,” ungkapnya.
Dishub juga telah memanfaatkan CCTV yang berada di kawasan Bundaran Monyet untuk memantau perilaku pengendara. Rekaman tersebut menjadi salah satu bahan evaluasi, sekaligus dasar untuk melihat pola pelanggaran yang terjadi.
Dia menyebut, beberapa rekaman hasil pemantauan CCTV bahkan telah ditampilkan melalui media sosial Dishub Balikpapan sebagai gambaran kondisi lalu lintas di lokasi tersebut.
“Dengan evaluasi yang terus dilakukan, Dishub Balikpapan membuka kemungkinan besar putaran kendaraan di Bundaran Monyet akan ditutup secara permanen demi meningkatkan ketertiban dan keselamatan lalu lintas di kawasan tersebut,” tuturnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Evaluasi menjadi dasar menentukan apakah penutupan putaran bundaran monyet Balikpapan Baru akan diterapkan secara permanen. (Foto: maya sari/seputarfakta.com)
Balikpapan – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan berencana menjadikan penutupan putaran kendaraan di kawasan Bundaran Monyet, Balikpapan Baru sebagai kebijakan permanen.
Kepala Dishub Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurrahman mengatakan, keputusan tersebut masih akan melihat perkembangan kondisi lalu lintas setelah penutupan dilakukan.
“Evaluasi akan menjadi dasar untuk menentukan apakah penutupan putaran tersebut benar-benar diterapkan secara permanen,” jelas Fadli sapaan akrabnya, Selasa (15/9/2026).
Meski demikian, Fadli menyebut respons masyarakat terhadap penutupan sementara sejauh ini cukup positif. Menurutnya, langkah tersebut sengaja dilakukan untuk mengurangi potensi pelanggaran lalu lintas yang kerap terjadi di kawasan tersebut.
“Respon positifnya banyak dan memang kami sengaja menempatkan penutupan agar tidak terjadi hal-hal tersebut,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penutupan dilakukan karena pelanggaran lalu lintas di kawasan Bundaran Monyet terbilang sering terjadi. Kondisi tersebut diperparah dengan adanya beberapa simpang di sekitar lokasi yang membuat pengaturan arus kendaraan menjadi lebih kompleks.
Dishub sebenarnya telah memasang rambu lalu lintas sebagai upaya mengarahkan pengendara. Namun, berdasarkan pemantauan melalui kamera pengawas (CCTV), pelanggaran masih ditemukan.
“Memang itu sering terjadi pelanggaran dan di situ ada beberapa simpang, jadi wajib untuk kami tutup,” imbuhnya.
Menurutnya, opsi menempatkan petugas secara terus-menerus di lokasi maupun mengandalkan penindakan melalui tilang elektronik (ETLE) juga tidak menjadi solusi utama. Salah satu kendalanya adalah keterbatasan jumlah personel Dishub Balikpapan.
Saat ini, jumlah personel Dishub yang bertugas untuk menangani kebutuhan transportasi dan lalu lintas di seluruh wilayah Kota Balikpapan hanya sekitar 50 orang.
“Jumlah personel Dinas Perhubungan itu terbatas, hanya kurang lebih sekitar 50 orang saja untuk mengurusi satu Kota Balikpapan,” katanya.
Karena itu, penutupan putaran dipilih sebagai salah satu bentuk rekayasa lalu lintas untuk meminimalkan potensi pelanggaran tanpa harus mengandalkan pengawasan petugas secara terus-menerus.
Fadli menegaskan, kebijakan tersebut bukan keputusan yang muncul secara tiba-tiba. Rencana penutupan sebelumnya telah dibahas melalui Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Forum LLAJ).
Dalam pembahasan tersebut, penutupan putaran di Bundaran Monyet telah disepakati. Namun, Dishub masih memberikan kesempatan melalui pemasangan rambu dan pemantauan kondisi di lapangan.
“Sudah diputuskan untuk kami tutup. Cuma kami melihat, kami sudah memasang rambu tetapi masih sering terjadi pelanggaran lewat pemantauan CCTV Dinas Perhubungan, sehingga akhirnya kami sepakati untuk ditutup,” ungkapnya.
Dishub juga telah memanfaatkan CCTV yang berada di kawasan Bundaran Monyet untuk memantau perilaku pengendara. Rekaman tersebut menjadi salah satu bahan evaluasi, sekaligus dasar untuk melihat pola pelanggaran yang terjadi.
Dia menyebut, beberapa rekaman hasil pemantauan CCTV bahkan telah ditampilkan melalui media sosial Dishub Balikpapan sebagai gambaran kondisi lalu lintas di lokasi tersebut.
“Dengan evaluasi yang terus dilakukan, Dishub Balikpapan membuka kemungkinan besar putaran kendaraan di Bundaran Monyet akan ditutup secara permanen demi meningkatkan ketertiban dan keselamatan lalu lintas di kawasan tersebut,” tuturnya.
(Sf/Lo)