Cari disini...
Seputar Kaltim
Arus lalu lintas menuju Jalan Syarifuddin Yoes di alihkan ke beberapa akses jalan. Pekerjaan diperkirakan selama tiga bulan. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan melakukan rekayasa lalu lintas menyusul pelaksanaan pekerjaan jalan di kawasan Jalan Syarifuddin Yoes, Balikpapan Selatan. Pekerjaan tersebut diperkirakan berlangsung selama tiga bulan.
Kepala Dishub Balikpapan, Muhammad Fadli Patturahman mengatakan, proyek tersebut berada di ruas jalan nasional sehingga pelaksanaan pekerjaan, pembangunan, hingga pengawasan menjadi kewenangan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN).
Bahkan sebelumnya, Dishub bersama sejumlah pemangku kepentingan telah menggelar rapat koordinasi sebelum pekerjaan dimulai.
“Dan berdasarkan hasil koordinasi, proyek perbaikan jalan tersebut akan berlangsung selama tiga bulan,” ucap Fadli kepada media, Selasa (19/5/2026).
Untuk mengantisipasi kemacetan dan meminimalkan risiko kecelakaan lalu lintas, Dishub Balikpapan telah menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas di jalur alternatif.
Menurut Fadli, kendaraan dari kawasan BJBJ menuju Ruhui Rahayu akan diarahkan melewati Jalan Punai.
“Sebaliknya, pengendara dari arah Ruhui Rahayu menuju BJBJ akan dialihkan melalui kawasan Perumahan Vila Damai,” lanjutnya.
Dishub juga telah berkoordinasi dengan pihak kelurahan dan kecamatan agar akses di sekitar Perumahan Vila Damai dibuka selama 24 jam untuk mendukung kelancaran arus kendaraan.
“Jalur di Perumahan Vila Damai akan dibuka sebagai alternatif menuju BJBJ,” ujarnya.
Sebelumnya, arus lalu lintas di kawasan Jalan Punai masih diberlakukan dua arah. Namun, Dishub menilai kondisi tersebut rawan menimbulkan kecelakaan lalu lintas.
Karena itu, mulai malam ini Dishub akan menutup salah satu jalur dengan pemasangan water barrier sehingga arus kendaraan hanya diberlakukan satu arah.
Adapun jalur satu arah tersebut diperuntukkan bagi kendaraan dari BJBJ menuju Jalan Syarifuddin Yoes dan turun ke arah Ruhui Rahayu melalui Jalan Punai.
“Kalau dari Ruhui Rahayu menuju BJBJ akan melewati Perumahan Vila Damai,” jelas Fadli.
Sementara itu, untuk kendaraan bertonase besar dengan Jumlah Berat Bruto (JBB) di atas 6 ton, Dishub menyarankan agar melintasi Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan MT Haryono.
Menurutnya, kedua ruas jalan tersebut merupakan jalan arteri yang memiliki kapasitas memadai untuk dilalui kendaraan berat.
“Meski ada rekayasa lalu lintas, jam operasional kendaraan bertonase besar tetap diberlakukan seperti biasa, yakni mulai pukul 22.00 hingga 05.00 Wita,” tegasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Arus lalu lintas menuju Jalan Syarifuddin Yoes di alihkan ke beberapa akses jalan. Pekerjaan diperkirakan selama tiga bulan. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan melakukan rekayasa lalu lintas menyusul pelaksanaan pekerjaan jalan di kawasan Jalan Syarifuddin Yoes, Balikpapan Selatan. Pekerjaan tersebut diperkirakan berlangsung selama tiga bulan.
Kepala Dishub Balikpapan, Muhammad Fadli Patturahman mengatakan, proyek tersebut berada di ruas jalan nasional sehingga pelaksanaan pekerjaan, pembangunan, hingga pengawasan menjadi kewenangan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN).
Bahkan sebelumnya, Dishub bersama sejumlah pemangku kepentingan telah menggelar rapat koordinasi sebelum pekerjaan dimulai.
“Dan berdasarkan hasil koordinasi, proyek perbaikan jalan tersebut akan berlangsung selama tiga bulan,” ucap Fadli kepada media, Selasa (19/5/2026).
Untuk mengantisipasi kemacetan dan meminimalkan risiko kecelakaan lalu lintas, Dishub Balikpapan telah menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas di jalur alternatif.
Menurut Fadli, kendaraan dari kawasan BJBJ menuju Ruhui Rahayu akan diarahkan melewati Jalan Punai.
“Sebaliknya, pengendara dari arah Ruhui Rahayu menuju BJBJ akan dialihkan melalui kawasan Perumahan Vila Damai,” lanjutnya.
Dishub juga telah berkoordinasi dengan pihak kelurahan dan kecamatan agar akses di sekitar Perumahan Vila Damai dibuka selama 24 jam untuk mendukung kelancaran arus kendaraan.
“Jalur di Perumahan Vila Damai akan dibuka sebagai alternatif menuju BJBJ,” ujarnya.
Sebelumnya, arus lalu lintas di kawasan Jalan Punai masih diberlakukan dua arah. Namun, Dishub menilai kondisi tersebut rawan menimbulkan kecelakaan lalu lintas.
Karena itu, mulai malam ini Dishub akan menutup salah satu jalur dengan pemasangan water barrier sehingga arus kendaraan hanya diberlakukan satu arah.
Adapun jalur satu arah tersebut diperuntukkan bagi kendaraan dari BJBJ menuju Jalan Syarifuddin Yoes dan turun ke arah Ruhui Rahayu melalui Jalan Punai.
“Kalau dari Ruhui Rahayu menuju BJBJ akan melewati Perumahan Vila Damai,” jelas Fadli.
Sementara itu, untuk kendaraan bertonase besar dengan Jumlah Berat Bruto (JBB) di atas 6 ton, Dishub menyarankan agar melintasi Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan MT Haryono.
Menurutnya, kedua ruas jalan tersebut merupakan jalan arteri yang memiliki kapasitas memadai untuk dilalui kendaraan berat.
“Meski ada rekayasa lalu lintas, jam operasional kendaraan bertonase besar tetap diberlakukan seperti biasa, yakni mulai pukul 22.00 hingga 05.00 Wita,” tegasnya.
(Sf/Lo)