Seputar Kaltim

    Dishub Balikpapan Bakal Buka Posko H-10 Jelang Idulfitri

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    29 Maret 2024 pukul 19:23 WITA

    Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan, Adward Skenda Putra. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan akan menyiapkan posko-posko di berbagai titik-titik rawan kepadatan kendaraan menjelang arus mudik Hari Raya Idulfitri 1445 Hijriah.

    Hal ini dilakukan guna untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan, mengingat jumlah penduduk di Balikpapan semakin bertambah. Maka aktifitas masyarakat juga semakin meningkat.

    Kepala Dishub Kota Balikpapan, Adward Skenda Putra menjelaskan, adapun posko yang dipusatkan di beberapa tempat, seperti gedung Parkir Klandasan, Kilo Meter (KM) 13, Terminal Batu Ampar, Terminal Damai (BP) dan termasuk di Gedung Dishub Kota Balikpapan.

    "Itulah beberapa posko-posko yang kami siapkan untuk pengaturan pengendalian kemacetan di H-10 berdasarkan surat edaran nantinya," ucap Edo sapaan akrabnya, Jum'at (29/3/2024).

    Lanjutnya, sampai saat ini kesiapan menyambut mudik lebaran masih dalam pembahasan bersama Pemerintah Provinsi Kaltim, termasuk masalah angkutan barang khusus dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Semayang.

    Hanya saja, kata dia, untuk kesiapan volume bandara SAMS Sepinggan sudah dikoordinasikan dengan Angkasa Pura serta Pelabuhan Semayang yang disiapkan KSOP dan Pelindo.

    "Kalau Dishub hanya fokus pada angkutan dalam kota, serta pengawasan dan pengendalian arus kendaraan masuk juga ke luar," jelasnya.

    Begitupun untuk terminal Batu Ampar, Balikpapan Utara, pihaknya juga bekerjasama dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) untuk melakukan kroscek kesehatan kepada para pengemudi supir angkot dan uji kendaraan.

    "Nah kami kerjasamanya di sana (tempat arus mudik) semua," terangnya.

    Tidak hanya itu, Edo berharap para pengusaha transportasi sudah mulai menghentikan jam operasional kendaraannya, kecuali yang mengangkut sembako. Supaya Kota Balikpapan lebih lapang dari kendaraan besar walaupun sudah memiliki jam edar.

    "Jadi besar harapan kami agar kendaraan dari luar yang membawa sembako supaya tidak Over Dimensi Over Load (ODOL), agar juga bisa lebih menjaga keselamatan pengendaran lainnya," tutupnya

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Dishub Balikpapan Bakal Buka Posko H-10 Jelang Idulfitri

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    29 Maret 2024 pukul 19:23 WITA

    Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan, Adward Skenda Putra. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan akan menyiapkan posko-posko di berbagai titik-titik rawan kepadatan kendaraan menjelang arus mudik Hari Raya Idulfitri 1445 Hijriah.

    Hal ini dilakukan guna untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan, mengingat jumlah penduduk di Balikpapan semakin bertambah. Maka aktifitas masyarakat juga semakin meningkat.

    Kepala Dishub Kota Balikpapan, Adward Skenda Putra menjelaskan, adapun posko yang dipusatkan di beberapa tempat, seperti gedung Parkir Klandasan, Kilo Meter (KM) 13, Terminal Batu Ampar, Terminal Damai (BP) dan termasuk di Gedung Dishub Kota Balikpapan.

    "Itulah beberapa posko-posko yang kami siapkan untuk pengaturan pengendalian kemacetan di H-10 berdasarkan surat edaran nantinya," ucap Edo sapaan akrabnya, Jum'at (29/3/2024).

    Lanjutnya, sampai saat ini kesiapan menyambut mudik lebaran masih dalam pembahasan bersama Pemerintah Provinsi Kaltim, termasuk masalah angkutan barang khusus dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Semayang.

    Hanya saja, kata dia, untuk kesiapan volume bandara SAMS Sepinggan sudah dikoordinasikan dengan Angkasa Pura serta Pelabuhan Semayang yang disiapkan KSOP dan Pelindo.

    "Kalau Dishub hanya fokus pada angkutan dalam kota, serta pengawasan dan pengendalian arus kendaraan masuk juga ke luar," jelasnya.

    Begitupun untuk terminal Batu Ampar, Balikpapan Utara, pihaknya juga bekerjasama dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) untuk melakukan kroscek kesehatan kepada para pengemudi supir angkot dan uji kendaraan.

    "Nah kami kerjasamanya di sana (tempat arus mudik) semua," terangnya.

    Tidak hanya itu, Edo berharap para pengusaha transportasi sudah mulai menghentikan jam operasional kendaraannya, kecuali yang mengangkut sembako. Supaya Kota Balikpapan lebih lapang dari kendaraan besar walaupun sudah memiliki jam edar.

    "Jadi besar harapan kami agar kendaraan dari luar yang membawa sembako supaya tidak Over Dimensi Over Load (ODOL), agar juga bisa lebih menjaga keselamatan pengendaran lainnya," tutupnya

    (Sf/Rs)