Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Dishub Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu (Foto : Umar Daud/Seputarfakt.com)
Samarinda - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus berupaya menekan kemacetan di wilayah perkotaan. Melalui Dinas Perhubungan (Dishub) melakukan simulasi layanan angkutan umum gratis khusus pelajar di Kota Tepian.
Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu, mengatakan, simulasi yang akan dilakukan oleh pihaknya, direncakanan akan dimulai pada bulan Oktober ini atau November mendatang.
Hal ini, supaya memecahkan masalah kemacetan yang sering kali terjadi di tengah Kota Samarinda.
"Layanan transportasi umum ini akan dikhususkan melintasi jalur utama perkotaan. Ini juga untuk mengurangi volume kendaraan di jalan dan menyediakan transportasi yang aman bagi pelajar," ujar Manalu, Sabtu (4/10/2025).
Setidaknya, lanjut dia, pemerintah akan mengadakan 8 unit bus untuk menjalakan program tersebut nanti. Dengan skema operasionalnya dibagi menjadi dua sesi pagi dan sore selma 3 bulan masa simulasinya.
"Untuk jam operasinya itu pagi dan sore, masing-masing akan berjalan selama 2,5 jam. Jadi total satu hari itu 5 jam," tegasnya.
Sementara, untuk pengadaan angkutan umum khusus pelajar dengan menyewa melalui Anggaran Pendapat dan Belanja Daerah (APBD). Tetapi, belum diketahui pasti berapa anggaran yang akan dikucurkan nantinya.
Dengan demikian, diharapkan program ini bisa berjalan lancar sekaligus memecahkan masalah macet, mengurangi kepadatan kendaraan di jalan hingga mengurangi risiko kecelakaan.
"Dengan memfasilitasi transportasi diharapkan dapat mengurangi pelajar yang membawa kendaraan juga membuka ruang bagi ruas jalan sehingga kemacetan bisa diminimalisir," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Dishub Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu (Foto : Umar Daud/Seputarfakt.com)
Samarinda - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus berupaya menekan kemacetan di wilayah perkotaan. Melalui Dinas Perhubungan (Dishub) melakukan simulasi layanan angkutan umum gratis khusus pelajar di Kota Tepian.
Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu, mengatakan, simulasi yang akan dilakukan oleh pihaknya, direncakanan akan dimulai pada bulan Oktober ini atau November mendatang.
Hal ini, supaya memecahkan masalah kemacetan yang sering kali terjadi di tengah Kota Samarinda.
"Layanan transportasi umum ini akan dikhususkan melintasi jalur utama perkotaan. Ini juga untuk mengurangi volume kendaraan di jalan dan menyediakan transportasi yang aman bagi pelajar," ujar Manalu, Sabtu (4/10/2025).
Setidaknya, lanjut dia, pemerintah akan mengadakan 8 unit bus untuk menjalakan program tersebut nanti. Dengan skema operasionalnya dibagi menjadi dua sesi pagi dan sore selma 3 bulan masa simulasinya.
"Untuk jam operasinya itu pagi dan sore, masing-masing akan berjalan selama 2,5 jam. Jadi total satu hari itu 5 jam," tegasnya.
Sementara, untuk pengadaan angkutan umum khusus pelajar dengan menyewa melalui Anggaran Pendapat dan Belanja Daerah (APBD). Tetapi, belum diketahui pasti berapa anggaran yang akan dikucurkan nantinya.
Dengan demikian, diharapkan program ini bisa berjalan lancar sekaligus memecahkan masalah macet, mengurangi kepadatan kendaraan di jalan hingga mengurangi risiko kecelakaan.
"Dengan memfasilitasi transportasi diharapkan dapat mengurangi pelajar yang membawa kendaraan juga membuka ruang bagi ruas jalan sehingga kemacetan bisa diminimalisir," pungkasnya.
(Sf/Rs)