Cari disini...
Seputar Kaltim
Plt Sekretaris Dishanpan PPU, Mustaha.(Foto:Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Penajam Paser Utara (PPU) menunjuk tiga desa/kelurahan untuk dijadikan sebagai pilot project atau uji coba penerapan program Berimbang, Bergizi, Sehat, dan Aman (B2SA) Go to School jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Plt Sekretaris Dishanpan PPU, Mustaha mengatakan lokasinya berada di Desa Karang Jinawi, Babulu Barat, Kecamatan Babulu dan Kelurahan Sesumpu, Kecamatan Penajam.
Program ini serupa dengan program yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo, yaitu Sarapan Bergizi Gratis dengan tujuan menyediakan makanan bergizi dan seimbang secara gratis kepada anak-anak sekolah, sekaligus mengedukasi mereka akan pentingnya mengonsumsi makanan yang sehat, supaya terhindar dari gangguan fisik, seperti malnutrisi dan obesitas.
"Di 2024 ini, kita sudah mulai menjalankan program B2SA di beberapa desa sebagai percobaan, di mana program ini bertujuan untuk menciptakan pola makan sehat yang beragam dan bergizi, terutama bagi keluarga yang memiliki anak berisiko stunting," ucap Mustaha, Kamis (21/11/2024).
Pada tahap percobaan, Dishanpan PPU mengalokasi anggaran senilai Rp180 juta dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Murni 2024 untuk memastikan bahwa program ini bisa berjalan sukses dan lancar.
“Tiga desa/kelurahan itu, masing-masing menerima anggaran senilai Rp60 juta untuk menerapkan program B2SA di wilayahnya,” ungkap Mustaha.
Dishanpan PPU berencana akan menerapkan program B2SA secara menyeluruh di Benuo Taka pada 2025 mendatang, tapi dalam penerapannya diperkirakan bakal menelan anggaran yang cukup besar untuk bisa mengakomodir seluruh pelajar di jenjang pendidikan SD dan SMP, sehingga harus menyesuaikan dengan jumlah APBD 2025.
“Agar program kita bisa berjalan dengan maksimal, kami berharap mendapat tunjangan anggaran pada 2025 nanti agar mencukupi untuk mengakomodir semuanya,” tandasnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Plt Sekretaris Dishanpan PPU, Mustaha.(Foto:Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Penajam Paser Utara (PPU) menunjuk tiga desa/kelurahan untuk dijadikan sebagai pilot project atau uji coba penerapan program Berimbang, Bergizi, Sehat, dan Aman (B2SA) Go to School jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Plt Sekretaris Dishanpan PPU, Mustaha mengatakan lokasinya berada di Desa Karang Jinawi, Babulu Barat, Kecamatan Babulu dan Kelurahan Sesumpu, Kecamatan Penajam.
Program ini serupa dengan program yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo, yaitu Sarapan Bergizi Gratis dengan tujuan menyediakan makanan bergizi dan seimbang secara gratis kepada anak-anak sekolah, sekaligus mengedukasi mereka akan pentingnya mengonsumsi makanan yang sehat, supaya terhindar dari gangguan fisik, seperti malnutrisi dan obesitas.
"Di 2024 ini, kita sudah mulai menjalankan program B2SA di beberapa desa sebagai percobaan, di mana program ini bertujuan untuk menciptakan pola makan sehat yang beragam dan bergizi, terutama bagi keluarga yang memiliki anak berisiko stunting," ucap Mustaha, Kamis (21/11/2024).
Pada tahap percobaan, Dishanpan PPU mengalokasi anggaran senilai Rp180 juta dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Murni 2024 untuk memastikan bahwa program ini bisa berjalan sukses dan lancar.
“Tiga desa/kelurahan itu, masing-masing menerima anggaran senilai Rp60 juta untuk menerapkan program B2SA di wilayahnya,” ungkap Mustaha.
Dishanpan PPU berencana akan menerapkan program B2SA secara menyeluruh di Benuo Taka pada 2025 mendatang, tapi dalam penerapannya diperkirakan bakal menelan anggaran yang cukup besar untuk bisa mengakomodir seluruh pelajar di jenjang pendidikan SD dan SMP, sehingga harus menyesuaikan dengan jumlah APBD 2025.
“Agar program kita bisa berjalan dengan maksimal, kami berharap mendapat tunjangan anggaran pada 2025 nanti agar mencukupi untuk mengakomodir semuanya,” tandasnya.
(Sf/By)