Cari disini...
Seputar Kaltim
Dishanpan PPU bakal gelar Gerakan Pangan Murah, di Halaman Kantor Dishanpan PPU, Jalan Propinsi Kilometer 21, Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam, pada 13 November 2024.(Foto:Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam, - Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Penajam Paser Utara (PPU) bakal kembali menggelar program Gerakan Pangan Murah (GPM) di Halaman Kantor Dishanpan PPU, Jalan Propinsi Kilometer (Km) 21, Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam pada Rabu (13/11/2024).
Kegiatan ini bertujuan untuk memitigasi dampak inflasi pangan di daerah, sekaligus menjaga stabilisasi harga serta pasokan pangan agar konsumen bisa memperoleh pangan dengan harga lebih murah dan terjangkau dibandingkan dengan harga di pasaran.
Kepala Bidang (Kabid) Distribusi dan Cadangan Pangan Dishanpan PPU, Iswan Padda mengatakan, ada berbagai jenis komoditi yang disediakan pada kegiatan GPM, seperti Bawang Merah berjumlah 250 Kilogram (Kg), Bawang Putih 240 Kg, Telur 900 piring atau rak.
Kemudian, Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) berjumlah 400 sak atau dua ton, beras premium disediakan 20 sak atau 100 Kg, minyak makan dengan kemasan seliter berjumlah 424 liter, sedangkan kemasan dua liter disediakan 480 liter.
Beras medium sebanyak 1,5 ton, beras wangi satu ton, gula putih 375 Kilogram (Kg), gula semut 30 pcs, gula kelapa 30 Kg, cabe 70 Kg dan tomat 50 Kg. “Kita turut melibatkan 14 distributor, jadi untuk sayuran kita melibatkan Dinas Pertanian dan Kelompok Wanita Tani (KWT). Bahkan kita juga melibatkan Dinas KUKM Perindag untuk mendatangkan agen LPG,” ucap Iswan Padda, Selasa (12/11/2024).
Selain meringankan beban masyarakat, program ini juga bertujuan untuk memastikan ketersediaan dan aksesibilitas pangan yang terjangkau bagi warga Benuo Taka (julukan lain PPU).
Menurutnya, harga pangan yang stabil dan terjangkau adalah salah satu langkah penting dalam menjaga kesejahteraan masyarakat. Program ini merupakan kegiatan rutin dan akan terus dilakukan, tetapi soal pelaksanaannya harus menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran.
"Kegiatan seperti selalu rutin kita gelar, namun dalam sebulan, kita tidak bisa memastikan berapa kali menggelar GPM, tergantung dengan jumlah anggaran," jelasnya.
Program ini diharapkan bisa bermanfaat dan membantu masyarakat untuk mendapatkan pangan berkualitas dengan harga yang terjangkau.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Dishanpan PPU bakal gelar Gerakan Pangan Murah, di Halaman Kantor Dishanpan PPU, Jalan Propinsi Kilometer 21, Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam, pada 13 November 2024.(Foto:Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam, - Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Penajam Paser Utara (PPU) bakal kembali menggelar program Gerakan Pangan Murah (GPM) di Halaman Kantor Dishanpan PPU, Jalan Propinsi Kilometer (Km) 21, Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam pada Rabu (13/11/2024).
Kegiatan ini bertujuan untuk memitigasi dampak inflasi pangan di daerah, sekaligus menjaga stabilisasi harga serta pasokan pangan agar konsumen bisa memperoleh pangan dengan harga lebih murah dan terjangkau dibandingkan dengan harga di pasaran.
Kepala Bidang (Kabid) Distribusi dan Cadangan Pangan Dishanpan PPU, Iswan Padda mengatakan, ada berbagai jenis komoditi yang disediakan pada kegiatan GPM, seperti Bawang Merah berjumlah 250 Kilogram (Kg), Bawang Putih 240 Kg, Telur 900 piring atau rak.
Kemudian, Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) berjumlah 400 sak atau dua ton, beras premium disediakan 20 sak atau 100 Kg, minyak makan dengan kemasan seliter berjumlah 424 liter, sedangkan kemasan dua liter disediakan 480 liter.
Beras medium sebanyak 1,5 ton, beras wangi satu ton, gula putih 375 Kilogram (Kg), gula semut 30 pcs, gula kelapa 30 Kg, cabe 70 Kg dan tomat 50 Kg. “Kita turut melibatkan 14 distributor, jadi untuk sayuran kita melibatkan Dinas Pertanian dan Kelompok Wanita Tani (KWT). Bahkan kita juga melibatkan Dinas KUKM Perindag untuk mendatangkan agen LPG,” ucap Iswan Padda, Selasa (12/11/2024).
Selain meringankan beban masyarakat, program ini juga bertujuan untuk memastikan ketersediaan dan aksesibilitas pangan yang terjangkau bagi warga Benuo Taka (julukan lain PPU).
Menurutnya, harga pangan yang stabil dan terjangkau adalah salah satu langkah penting dalam menjaga kesejahteraan masyarakat. Program ini merupakan kegiatan rutin dan akan terus dilakukan, tetapi soal pelaksanaannya harus menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran.
"Kegiatan seperti selalu rutin kita gelar, namun dalam sebulan, kita tidak bisa memastikan berapa kali menggelar GPM, tergantung dengan jumlah anggaran," jelasnya.
Program ini diharapkan bisa bermanfaat dan membantu masyarakat untuk mendapatkan pangan berkualitas dengan harga yang terjangkau.
(Sf/By)