Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Balikpapan, Tirta Dewi. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Menyambut masa pemilu dan demi meningkatkan kesadaran administrasi sejak dini, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Balikpapan meluncurkan kembali program Disdukcapil Goes to School, sebuah layanan jemput bola perekaman KTP elektronik (KTP-el) khusus bagi pelajar berusia 16–17 tahun.
Program ini menyasar pemilih pemula yang akan genap berusia 17 tahun dan belum memiliki KTP. Dengan pendekatan ini, pelajar tak perlu datang ke kantor Disdukcapil, karena petugas akan langsung mendatangi sekolah untuk melakukan perekaman data kependudukan.
“Kami ingin memudahkan para pelajar. Mereka tidak perlu antre di kantor, cukup menunggu di sekolah, nanti petugas kami yang datang,” ucap Kepala Disdukcapil Balikpapan, Tirta Dewi, Senin (6/10/2025).
Perekaman dilakukan menggunakan perangkat mobile yang mencakup pengambilan foto, sidik jari, tanda tangan digital, dan iris mata. Setelah berusia 17 tahun plus satu hari, pelajar bisa langsung mencetak KTP-el di kantor kecamatan tanpa harus mengulang perekaman.
Kegiatan ini bukan hal baru. Tirta menjelaskan, layanan jemput bola ke sekolah merupakan agenda rutin setiap tahun, terutama menjelang tahun pemilu.
“Selain menghemat waktu dan biaya, pendekatan ini juga efektif karena pelajar punya keterbatasan waktu di sekolah,” imbuhnya.
Untuk periode 6 sampai 9 Oktober 2025, Disdukcapil sudah menjadwalkan kunjungan ke sejumlah sekolah, seperti MAN Prapatan, SMA Negeri 1 dan 7 Balikpapan, serta MAN Kilometer 8,5.
Perekaman ini juga mendukung akurasi data pemilih tetap (DPT) menjelang pemilu. Meski jumlah pemilih pemula di Balikpapan tak terlalu besar, keberadaan mereka dianggap penting untuk menjaga validitas data kependudukan.
“Setiap triwulan, Disdukcapil rutin memperbarui data dan berkoordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Balikpapan, termasuk dalam rapat pleno terbuka bersama camat, lurah, dan perwakilan partai politik,” lanjutnya.
Tak hanya itu, KPU Balikpapan juga aktif memberikan sosialisasi politik kepada para pelajar. Mereka diajak memahami pentingnya partisipasi dalam pemilu dan hak sebagai warga negara.
“Kami ingin pelajar paham betul arti suara mereka dalam demokrasi. Mereka harus tahu hak dan kewajiban setelah memiliki KTP,” tambah salah satu komisioner KPU Balikpapan.
Dalam rapat pleno rekapitulasi Data Pemilih Berkelanjutan (DPB) Triwulan III Tahun 2025, KPU mencatat jumlah pemilih di Balikpapan mencapai 536.514 orang, termasuk pemilih pemula yang baru masuk daftar.
Melalui sinergi antara Disdukcapil dan KPU, pemerintah ingin memastikan setiap warga, terutama generasi muda, memahami pentingnya administrasi kependudukan dan demokrasi.
“Anak-anak muda adalah masa depan bangsa. Dengan memiliki KTP sejak dini, mereka belajar bertanggung jawab sebagai warga negara,” tutupnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Balikpapan, Tirta Dewi. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Menyambut masa pemilu dan demi meningkatkan kesadaran administrasi sejak dini, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Balikpapan meluncurkan kembali program Disdukcapil Goes to School, sebuah layanan jemput bola perekaman KTP elektronik (KTP-el) khusus bagi pelajar berusia 16–17 tahun.
Program ini menyasar pemilih pemula yang akan genap berusia 17 tahun dan belum memiliki KTP. Dengan pendekatan ini, pelajar tak perlu datang ke kantor Disdukcapil, karena petugas akan langsung mendatangi sekolah untuk melakukan perekaman data kependudukan.
“Kami ingin memudahkan para pelajar. Mereka tidak perlu antre di kantor, cukup menunggu di sekolah, nanti petugas kami yang datang,” ucap Kepala Disdukcapil Balikpapan, Tirta Dewi, Senin (6/10/2025).
Perekaman dilakukan menggunakan perangkat mobile yang mencakup pengambilan foto, sidik jari, tanda tangan digital, dan iris mata. Setelah berusia 17 tahun plus satu hari, pelajar bisa langsung mencetak KTP-el di kantor kecamatan tanpa harus mengulang perekaman.
Kegiatan ini bukan hal baru. Tirta menjelaskan, layanan jemput bola ke sekolah merupakan agenda rutin setiap tahun, terutama menjelang tahun pemilu.
“Selain menghemat waktu dan biaya, pendekatan ini juga efektif karena pelajar punya keterbatasan waktu di sekolah,” imbuhnya.
Untuk periode 6 sampai 9 Oktober 2025, Disdukcapil sudah menjadwalkan kunjungan ke sejumlah sekolah, seperti MAN Prapatan, SMA Negeri 1 dan 7 Balikpapan, serta MAN Kilometer 8,5.
Perekaman ini juga mendukung akurasi data pemilih tetap (DPT) menjelang pemilu. Meski jumlah pemilih pemula di Balikpapan tak terlalu besar, keberadaan mereka dianggap penting untuk menjaga validitas data kependudukan.
“Setiap triwulan, Disdukcapil rutin memperbarui data dan berkoordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Balikpapan, termasuk dalam rapat pleno terbuka bersama camat, lurah, dan perwakilan partai politik,” lanjutnya.
Tak hanya itu, KPU Balikpapan juga aktif memberikan sosialisasi politik kepada para pelajar. Mereka diajak memahami pentingnya partisipasi dalam pemilu dan hak sebagai warga negara.
“Kami ingin pelajar paham betul arti suara mereka dalam demokrasi. Mereka harus tahu hak dan kewajiban setelah memiliki KTP,” tambah salah satu komisioner KPU Balikpapan.
Dalam rapat pleno rekapitulasi Data Pemilih Berkelanjutan (DPB) Triwulan III Tahun 2025, KPU mencatat jumlah pemilih di Balikpapan mencapai 536.514 orang, termasuk pemilih pemula yang baru masuk daftar.
Melalui sinergi antara Disdukcapil dan KPU, pemerintah ingin memastikan setiap warga, terutama generasi muda, memahami pentingnya administrasi kependudukan dan demokrasi.
“Anak-anak muda adalah masa depan bangsa. Dengan memiliki KTP sejak dini, mereka belajar bertanggung jawab sebagai warga negara,” tutupnya.
(Sf/Rs)