Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Irfan Taufik. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan mempercepat pembangunan dua sekolah di Kecamatan Balikpapan Timur dan Tengah, guna memenuhi target penyelesaian pada akhir tahun 2024.
Kepala Disdikbud, Irfan Taufik mengatakan, meski progres kedua pembangunan sudah mencapai 70 dan 80 persen, tetapi masih ada beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan.
"Sekolah di Balikpapan Timur itu masih minus 7 persen dan Balikpapan Tengah sekitar 1 persen lagi," ucap Irfan, Kamis (12/12/2024).
Untuk memastikan penyelesaian tepat waktu, Dinkes menambah jumlah tenaga kerja sebagai solusi utama. Cara ini dinilai lebih efisien ketimbang memperpanjang kontrak karena akan memakan biaya tinggi.
"Daripada menghabiskan Rp25 juta per hari untuk memperpanjang kontrak, lebih baik kita tambah tenaga kerja agar proyek selesai sesuai jadwal," ujarnya.
Proyek tersebut merupakan bagian upaya pemkot untuk meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan di Kota Balikpapan.
Diharapkan dengan selesainya pembangunan dua sekolah tersebut, proses belajar mengajar di kawasan Balikpapan Timur dan Tengah dapat semakin optimal.
"Dengan kecepatan dan efisiensi yang dilakukan, Disdikbud optimistis kedua sekolah ini akan selesai sesuai rencana pada 31 Desember 2024," harapannya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Irfan Taufik. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan mempercepat pembangunan dua sekolah di Kecamatan Balikpapan Timur dan Tengah, guna memenuhi target penyelesaian pada akhir tahun 2024.
Kepala Disdikbud, Irfan Taufik mengatakan, meski progres kedua pembangunan sudah mencapai 70 dan 80 persen, tetapi masih ada beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan.
"Sekolah di Balikpapan Timur itu masih minus 7 persen dan Balikpapan Tengah sekitar 1 persen lagi," ucap Irfan, Kamis (12/12/2024).
Untuk memastikan penyelesaian tepat waktu, Dinkes menambah jumlah tenaga kerja sebagai solusi utama. Cara ini dinilai lebih efisien ketimbang memperpanjang kontrak karena akan memakan biaya tinggi.
"Daripada menghabiskan Rp25 juta per hari untuk memperpanjang kontrak, lebih baik kita tambah tenaga kerja agar proyek selesai sesuai jadwal," ujarnya.
Proyek tersebut merupakan bagian upaya pemkot untuk meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan di Kota Balikpapan.
Diharapkan dengan selesainya pembangunan dua sekolah tersebut, proses belajar mengajar di kawasan Balikpapan Timur dan Tengah dapat semakin optimal.
"Dengan kecepatan dan efisiensi yang dilakukan, Disdikbud optimistis kedua sekolah ini akan selesai sesuai rencana pada 31 Desember 2024," harapannya.
(Sf/By)