Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Disdikbud Samarinda, Asli Nuryadin (Foto : Umar Daud/Seputarfakta com)
Samarinda - Rencana pemerintah pusat yang akan menerapkan perangkat Interactive Flat Panel (IFP) atau smartboard ke sekolah-sekolah di seluruh jenjang pendidikan mendapat respon positif Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda.
Kepala Disdikbuk Samarinda, Asli Nuryadin, menyebut, perangkat canggih tentu dapat mendukung seluruh proses kegiatan belajar dan mengajar lebih efisien di tengah era digitalisasi modern.
"Ya, tentu kan sangat menyambut rencana penerapan smartboard. Karena secara fungsional lebih baik daripada menggunakan papan tulis biasa," ujar Asli, Senin (27/10/2025).
Meskipun, kata dia, disejumlah sekolah di Samarinda sudah menerapkan teknologi yang lebih tinggi ketimbang smartboard, tetapi tidak secara keseluruhan.
"Kalau memang dari pemerintah pusat akan mendistribusikan kita tetap bersyukur, karena ini sebagai penunjang," tegasnya.
Lebih jauh, menurut Asli, sebenarnya terpenting dalam pendidikan, khususnya di Samarinda, perlu perkuatan sisi Sumber Daya Manusia (SDM) terlebih dahulu. Karena perlu kompetensi yang baik jika ingin menerapkan digitalisasi di setiap sekolah.
Meski demikian, Asli menegaskan kebijakan pendistribusian IFP atau smartboard hingga kini masih sebatas wacana dan belum ada keputusan resmi dari Kemendikdasmen RI.
"Memang masih sekedar rencana, jika memang direalisasikannya kami sangat senang karena sangat menunjang. Tetapi perlu perkuat kompetensi murid juga," tandasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Disdikbud Samarinda, Asli Nuryadin (Foto : Umar Daud/Seputarfakta com)
Samarinda - Rencana pemerintah pusat yang akan menerapkan perangkat Interactive Flat Panel (IFP) atau smartboard ke sekolah-sekolah di seluruh jenjang pendidikan mendapat respon positif Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda.
Kepala Disdikbuk Samarinda, Asli Nuryadin, menyebut, perangkat canggih tentu dapat mendukung seluruh proses kegiatan belajar dan mengajar lebih efisien di tengah era digitalisasi modern.
"Ya, tentu kan sangat menyambut rencana penerapan smartboard. Karena secara fungsional lebih baik daripada menggunakan papan tulis biasa," ujar Asli, Senin (27/10/2025).
Meskipun, kata dia, disejumlah sekolah di Samarinda sudah menerapkan teknologi yang lebih tinggi ketimbang smartboard, tetapi tidak secara keseluruhan.
"Kalau memang dari pemerintah pusat akan mendistribusikan kita tetap bersyukur, karena ini sebagai penunjang," tegasnya.
Lebih jauh, menurut Asli, sebenarnya terpenting dalam pendidikan, khususnya di Samarinda, perlu perkuatan sisi Sumber Daya Manusia (SDM) terlebih dahulu. Karena perlu kompetensi yang baik jika ingin menerapkan digitalisasi di setiap sekolah.
Meski demikian, Asli menegaskan kebijakan pendistribusian IFP atau smartboard hingga kini masih sebatas wacana dan belum ada keputusan resmi dari Kemendikdasmen RI.
"Memang masih sekedar rencana, jika memang direalisasikannya kami sangat senang karena sangat menunjang. Tetapi perlu perkuat kompetensi murid juga," tandasnya.
(Sf/Rs)