Cari disini...
Seputarfakta.com-Lisda -
Seputar Kaltim
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur (Kutim), Mulyono. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur (Kutim), Mulyono, menyampaikan kebijakan terbaru di bidang pendidikan terkait program beasiswa bagi pelajar Kutim.
Ia mengungkapkan, pada tahun 2026 pihaknya menambah satu program beasiswa baru, yaitu bekerja sama dengan Sampoerna University untuk mengirim 10 pelajar Kutim.
"Satu anak membutuhkan biaya sekitar Rp950 juta hingga selesai, dan itu kita tanggung full 10 orang itu dengan sistem bagi dua. Lima ditanggung oleh Pemda Kutim, lima ditanggung oleh Sampoerna University,” ujar Mulyono.
Ia menambahkan, program ini memberikan keuntungan lebih bagi peserta, karena seluruh perkuliahan menggunakan bahasa Inggris. Selain itu, setelah lulus, peserta akan mendapatkan dua ijazah dari Sampoerna University dan Universitas Arizona, Amerika Serikat.
"Silakan anak-anak Kutim, tahun ini mungkin akan dikirim 10 orang. Dalam waktu dekat kami akan mengadakan rapat Zoom dengan pihak Sampoerna University untuk sosialisasi dan proses pendaftaran," tambahnya.
Selain program beasiswa ke luar negeri, pihaknya telah menjalankan sejumlah program beasiswa, termasuk penambahan skema baru.
Mulyono menjelaskan, program beasiswa yang telah berjalan seperti Beasiswa Kutim Tuntas dan Kutim Stimulan di bawah Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) tetap dilanjutkan. Namun, Disdikbud juga menambah program baru yang menargetkan pelajar berprestasi agar bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terbaik.
Melalui program tersebut, pihaknya telah mengirimkan sekitar 50 mahasiswa ke sejumlah kampus ternama, seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan perguruan tinggi unggulan lainnya.
Beasiswa yang diberikan bersifat penuh, mencakup biaya pendaftaran, Uang Kuliah Tunggal (UKT), hingga uang gedung.
“Semua biaya pendidikan kita tanggung sampai selesai. Hanya biaya hidup yang tidak kita tanggung,” tutupnya.
(Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com-Lisda -
Seputar Kaltim

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur (Kutim), Mulyono. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur (Kutim), Mulyono, menyampaikan kebijakan terbaru di bidang pendidikan terkait program beasiswa bagi pelajar Kutim.
Ia mengungkapkan, pada tahun 2026 pihaknya menambah satu program beasiswa baru, yaitu bekerja sama dengan Sampoerna University untuk mengirim 10 pelajar Kutim.
"Satu anak membutuhkan biaya sekitar Rp950 juta hingga selesai, dan itu kita tanggung full 10 orang itu dengan sistem bagi dua. Lima ditanggung oleh Pemda Kutim, lima ditanggung oleh Sampoerna University,” ujar Mulyono.
Ia menambahkan, program ini memberikan keuntungan lebih bagi peserta, karena seluruh perkuliahan menggunakan bahasa Inggris. Selain itu, setelah lulus, peserta akan mendapatkan dua ijazah dari Sampoerna University dan Universitas Arizona, Amerika Serikat.
"Silakan anak-anak Kutim, tahun ini mungkin akan dikirim 10 orang. Dalam waktu dekat kami akan mengadakan rapat Zoom dengan pihak Sampoerna University untuk sosialisasi dan proses pendaftaran," tambahnya.
Selain program beasiswa ke luar negeri, pihaknya telah menjalankan sejumlah program beasiswa, termasuk penambahan skema baru.
Mulyono menjelaskan, program beasiswa yang telah berjalan seperti Beasiswa Kutim Tuntas dan Kutim Stimulan di bawah Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) tetap dilanjutkan. Namun, Disdikbud juga menambah program baru yang menargetkan pelajar berprestasi agar bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terbaik.
Melalui program tersebut, pihaknya telah mengirimkan sekitar 50 mahasiswa ke sejumlah kampus ternama, seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan perguruan tinggi unggulan lainnya.
Beasiswa yang diberikan bersifat penuh, mencakup biaya pendaftaran, Uang Kuliah Tunggal (UKT), hingga uang gedung.
“Semua biaya pendidikan kita tanggung sampai selesai. Hanya biaya hidup yang tidak kita tanggung,” tutupnya.
(Sf/Rs)