Seputar Kaltim

    Disdikbud Kukar Fokus Bangun Sekolah Baru dan Perbaiki 158 SMP

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    25 Juli 2024 pukul 19:45 WITA

    Kasi Sapras SMP Disdikbud Kukar, Mujahidin. (Dok.Mujahidin/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) Berencana melakukan pembangunan sekolah baru dan memperbai 158 Sekolah Menengah Pertama (SMP), baik negeri maupun swasta di 20 kecamatan.

    Kepala Seksi (Kasi) Sarana dan Prasarana (Sapras) SMP Disdikbud Kukar, Mujahidin mengatakan untuk memenuhi sejumlah sekolah tersebut, pihaknya mengalokasikan Rp204 miliar di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2024.

    "Untuk pengerjaannya mungkin sebagian akan terealisasi tahun ini. Kita juga telah melakukan pengecekan terhadap sejumlah sekolah untuk memastikan apakah usulan tersebut sesuai di lapangan," ucapnya, Kamis (25/7/2024).

    Disdikbud, kata dia, perlu meninjau sekolah-sekolah yang mengajukan usulan untuk mengetahui kondisinya, baik rusak ringan, sedang maupun berat agar anggaran yang dikeluarkan sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan sekolah.

    "Kami memprioritaskan sekolah yang lebih membutuhkan. Misalnya ada usulan penamahan Ruang Kelas Belajar karena ada pertambahan murid baru dan di sekolah lain tidak ada RKB, tapi memiliki banyak murid, tentu kami memprioritaskan yang lebih membutuhkan," jelasnya.

    Kini, Disdikbud Kukar berfokus pada pembangunan unit Sekolah Baru (SB) karena ada salah satu sekolah, yaitu SMPM 9 Tenggarong masih menumpang di sekolah lain. "Ini yang menjadi titik fokus kami apalagi terkait proses belajar mengajar dan bertujuan memberikan rasa nyaman, serta meningkatkan semangat murid dan guru," tuturnya.

    Mujahidin berharap perbaikan dan pembanguan sekolah ini sesuai standar minimal dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Tekonologi (Kemendikbudristek).

    "Semoga berjalan lancar, serta yang kami prioritaskan di tahun ini segera tuntas agar proses belajar mengajar lebih layak dengan adanya pembaharuan sekolah," pungkasnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Disdikbud Kukar Fokus Bangun Sekolah Baru dan Perbaiki 158 SMP

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    25 Juli 2024 pukul 19:45 WITA

    Kasi Sapras SMP Disdikbud Kukar, Mujahidin. (Dok.Mujahidin/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) Berencana melakukan pembangunan sekolah baru dan memperbai 158 Sekolah Menengah Pertama (SMP), baik negeri maupun swasta di 20 kecamatan.

    Kepala Seksi (Kasi) Sarana dan Prasarana (Sapras) SMP Disdikbud Kukar, Mujahidin mengatakan untuk memenuhi sejumlah sekolah tersebut, pihaknya mengalokasikan Rp204 miliar di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2024.

    "Untuk pengerjaannya mungkin sebagian akan terealisasi tahun ini. Kita juga telah melakukan pengecekan terhadap sejumlah sekolah untuk memastikan apakah usulan tersebut sesuai di lapangan," ucapnya, Kamis (25/7/2024).

    Disdikbud, kata dia, perlu meninjau sekolah-sekolah yang mengajukan usulan untuk mengetahui kondisinya, baik rusak ringan, sedang maupun berat agar anggaran yang dikeluarkan sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan sekolah.

    "Kami memprioritaskan sekolah yang lebih membutuhkan. Misalnya ada usulan penamahan Ruang Kelas Belajar karena ada pertambahan murid baru dan di sekolah lain tidak ada RKB, tapi memiliki banyak murid, tentu kami memprioritaskan yang lebih membutuhkan," jelasnya.

    Kini, Disdikbud Kukar berfokus pada pembangunan unit Sekolah Baru (SB) karena ada salah satu sekolah, yaitu SMPM 9 Tenggarong masih menumpang di sekolah lain. "Ini yang menjadi titik fokus kami apalagi terkait proses belajar mengajar dan bertujuan memberikan rasa nyaman, serta meningkatkan semangat murid dan guru," tuturnya.

    Mujahidin berharap perbaikan dan pembanguan sekolah ini sesuai standar minimal dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Tekonologi (Kemendikbudristek).

    "Semoga berjalan lancar, serta yang kami prioritaskan di tahun ini segera tuntas agar proses belajar mengajar lebih layak dengan adanya pembaharuan sekolah," pungkasnya.

    (Sf/By)