Seputar Kaltim

    Disdikbud Kukar Dukung Digitalisasi Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Lodya A
    28 April 2025 pukul 16:39 WITA

    Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbid) Kukar. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbid) Kukar berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan digital bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di 2025.

    “Program 2025 ada pendampingan sekolah rujukan Google, magang untuk guru-guru mengajar anak kebutuhan khusus,” kata Plt Kabid Pembinaan SMP, Emy Rosana Saleh, Senin (28/4/2025).

    Ia menyebut Kukar memiliki 14 sekolah yang menjadi kandidat Sekolah Rujukan Google. Tapi untuk mendapatkan status resmi, sekolah-sekolah ini harus melewati beberapa tahapan dan penilaian, seperti menerapkan pembelajaran menggunakan Chromebook serta memiliki minimal satu guru yang menjadi Google Certified Trainer. 

    “Jadi 14 itu baru masuk kandidat Sekolah Rujukan Google, selanjutnya nanti ada penilaian untuk menuju ke sekolah rujukan Google,” sebutnya.

    Kata dia, setelah memenuhi syarat, sekolah bisa mendaftar dan akan dinilai oleh tim Google tim iPac Asia Pasifik. Selain itu integrasi teknologi dalam pembelajaran harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.

    Emy mengungkapkan, komunitas belajar Kukar Pintar Idaman turut berperan aktif membimbing sekolah-sekolah agar bisa mencapai tahapan kandidat sekolah rujukan Google.

    “Untuk mencapai kandidat sekolah rujukan, Google biasanya perlu waktu sekitar enam bulan, tergantung kemampuan masing-masing sekolah,” ungkapnya. 

    Dirinya berharap semua tahapan-tahapan yang dijalankan nantinya tidak ada kendala dan berjalan lancar sesuai aturan yang berlaku. 

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Disdikbud Kukar Dukung Digitalisasi Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Lodya A
    28 April 2025 pukul 16:39 WITA

    Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbid) Kukar. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbid) Kukar berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan digital bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di 2025.

    “Program 2025 ada pendampingan sekolah rujukan Google, magang untuk guru-guru mengajar anak kebutuhan khusus,” kata Plt Kabid Pembinaan SMP, Emy Rosana Saleh, Senin (28/4/2025).

    Ia menyebut Kukar memiliki 14 sekolah yang menjadi kandidat Sekolah Rujukan Google. Tapi untuk mendapatkan status resmi, sekolah-sekolah ini harus melewati beberapa tahapan dan penilaian, seperti menerapkan pembelajaran menggunakan Chromebook serta memiliki minimal satu guru yang menjadi Google Certified Trainer. 

    “Jadi 14 itu baru masuk kandidat Sekolah Rujukan Google, selanjutnya nanti ada penilaian untuk menuju ke sekolah rujukan Google,” sebutnya.

    Kata dia, setelah memenuhi syarat, sekolah bisa mendaftar dan akan dinilai oleh tim Google tim iPac Asia Pasifik. Selain itu integrasi teknologi dalam pembelajaran harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.

    Emy mengungkapkan, komunitas belajar Kukar Pintar Idaman turut berperan aktif membimbing sekolah-sekolah agar bisa mencapai tahapan kandidat sekolah rujukan Google.

    “Untuk mencapai kandidat sekolah rujukan, Google biasanya perlu waktu sekitar enam bulan, tergantung kemampuan masing-masing sekolah,” ungkapnya. 

    Dirinya berharap semua tahapan-tahapan yang dijalankan nantinya tidak ada kendala dan berjalan lancar sesuai aturan yang berlaku. 

    (Sf/Lo)