Seputar Kaltim

    Disdikbud Balikpapan Uji Coba CCTV Terintegrasi dan Absensi AI di Tujuh Sekolah

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    27 Februari 2026 pukul 16:59 WITA

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Irfan Taufik. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan telah melakukan pemasangan kamera pengawas (CCTV) di tujuh sekolah di Balikpapan. Saat ini, program tersebut masih dalam tahap uji coba (pilot project), sehingga belum dilakukan secara menyeluruh.

    Hal itu disampaikan Kepala Disdikbud Balikpapan, Irfan Taufik kepada awak media, Jumat (27/2/2026).

    “Untuk CCTV di sekolah-sekolah memang belum 100 persen terpenuhi, karena masih pilot project di tujuh sekolah, yakni empat SD dan tiga SMP,” ucap Irfan.

    Program ini mulai berjalan pada Januari 2026. Melalui sistem yang tengah dibangun, orang tua murid nantinya dapat memantau keberadaan anak mereka di sekolah secara daring.

    Irfan menjelaskan, orang tua dapat mengakses sistem tersebut dengan memasukkan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan kata sandi yang telah diberikan. Kamera dipasang di dalam dan luar kelas, namun akses untuk orang tua difokuskan pada CCTV di dalam ruang kelas.

    “Orang tua bisa melihat apakah anaknya berada di sekolah atau tidak. Bahkan bisa mengetahui proses belajar mengajar di dalam kelas,” jelasnya.

    Tak hanya itu, sistem tersebut juga terintegrasi dengan absensi siswa. Saat siswa melakukan presensi, orang tua akan langsung menerima informasi bahwa anaknya telah hadir di sekolah.

    “Ketika dia masuk dan terabsen, orang tua sudah tahu. Kemudian bisa dilihat juga anaknya berada di ruangan mana,” tambah Kadisdik.

    Menurutnya, implementasi program ini baru dimulai pada 2026 untuk mengukur efektivitasnya. Disdikbud ingin memastikan sistem tersebut dapat terintegrasi dengan berbagai program digitalisasi pendidikan yang tengah dikembangkan.

    Evaluasi akan dilakukan sepanjang tahun ini. Jika dinilai efektif, Disdikbud berencana mengusulkan perluasan program pada 2027.

    “Kalau dianggap efektif, insyaallah akan diusulkan kembali di tahun 2027,” katanya.

    Selain CCTV dan absensi digital, Disdikbud juga tengah mengembangkan sistem pengenalan wajah berbasis kecerdasan buatan (AI). Melalui teknologi ini, identitas siswa akan langsung terbaca saat wajahnya tertangkap kamera.

    “Begitu tersorot kamera, langsung muncul namanya. Jadi orang tua bisa tahu, oh itu anak saya,” terangnya.

    Ia berharap program digitalisasi tersebut dapat berjalan optimal sepanjang 2026 dan menjadi dasar pengembangan sistem sekolah berbasis teknologi di tahun berikutnya.

    “Mudah-mudahan ini bisa berjalan dengan baik di 2026, dan 2027 kami lanjutkan pengembangannya di sekolah-sekolah,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Disdikbud Balikpapan Uji Coba CCTV Terintegrasi dan Absensi AI di Tujuh Sekolah

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    27 Februari 2026 pukul 16:59 WITA

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Irfan Taufik. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan telah melakukan pemasangan kamera pengawas (CCTV) di tujuh sekolah di Balikpapan. Saat ini, program tersebut masih dalam tahap uji coba (pilot project), sehingga belum dilakukan secara menyeluruh.

    Hal itu disampaikan Kepala Disdikbud Balikpapan, Irfan Taufik kepada awak media, Jumat (27/2/2026).

    “Untuk CCTV di sekolah-sekolah memang belum 100 persen terpenuhi, karena masih pilot project di tujuh sekolah, yakni empat SD dan tiga SMP,” ucap Irfan.

    Program ini mulai berjalan pada Januari 2026. Melalui sistem yang tengah dibangun, orang tua murid nantinya dapat memantau keberadaan anak mereka di sekolah secara daring.

    Irfan menjelaskan, orang tua dapat mengakses sistem tersebut dengan memasukkan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan kata sandi yang telah diberikan. Kamera dipasang di dalam dan luar kelas, namun akses untuk orang tua difokuskan pada CCTV di dalam ruang kelas.

    “Orang tua bisa melihat apakah anaknya berada di sekolah atau tidak. Bahkan bisa mengetahui proses belajar mengajar di dalam kelas,” jelasnya.

    Tak hanya itu, sistem tersebut juga terintegrasi dengan absensi siswa. Saat siswa melakukan presensi, orang tua akan langsung menerima informasi bahwa anaknya telah hadir di sekolah.

    “Ketika dia masuk dan terabsen, orang tua sudah tahu. Kemudian bisa dilihat juga anaknya berada di ruangan mana,” tambah Kadisdik.

    Menurutnya, implementasi program ini baru dimulai pada 2026 untuk mengukur efektivitasnya. Disdikbud ingin memastikan sistem tersebut dapat terintegrasi dengan berbagai program digitalisasi pendidikan yang tengah dikembangkan.

    Evaluasi akan dilakukan sepanjang tahun ini. Jika dinilai efektif, Disdikbud berencana mengusulkan perluasan program pada 2027.

    “Kalau dianggap efektif, insyaallah akan diusulkan kembali di tahun 2027,” katanya.

    Selain CCTV dan absensi digital, Disdikbud juga tengah mengembangkan sistem pengenalan wajah berbasis kecerdasan buatan (AI). Melalui teknologi ini, identitas siswa akan langsung terbaca saat wajahnya tertangkap kamera.

    “Begitu tersorot kamera, langsung muncul namanya. Jadi orang tua bisa tahu, oh itu anak saya,” terangnya.

    Ia berharap program digitalisasi tersebut dapat berjalan optimal sepanjang 2026 dan menjadi dasar pengembangan sistem sekolah berbasis teknologi di tahun berikutnya.

    “Mudah-mudahan ini bisa berjalan dengan baik di 2026, dan 2027 kami lanjutkan pengembangannya di sekolah-sekolah,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)