Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Irfan Taufik saat ditemui awak media. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Irfan Taufik, menanggapi isu yang beredar di media sosial terkait adanya oknum yang mengaku dapat membantu memasukkan calon peserta didik ke sekolah tertentu, khususnya di wilayah Balikpapan Timur.
Irfan meminta masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi maupun tawaran dari pihak-pihak yang mengklaim memiliki kemampuan meloloskan siswa ke sekolah tertentu.
“Saya saja sebagai kepala dinas tidak bisa memasukkan orang ke dalam satu sekolah tertentu, apalagi orang di luar dari itu,” tegas Irfan saat ditemui awak media, Senin (6/7/2026).
Ia menjelaskan, seluruh proses penerimaan peserta didik dilakukan melalui sistem yang telah ditetapkan pemerintah. Dengan mekanisme tersebut, proses seleksi berlangsung sesuai jalur dan ketentuan yang berlaku, sehingga tidak dapat diintervensi oleh pihak mana pun.
“Semua pendaftaran sudah dilakukan melalui sistem. Jadi tidak mungkin ada yang bisa memasukkan siswa di luar mekanisme yang telah ditentukan,” akunya.
Dia kembali mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai isu maupun tawaran dari oknum yang mengatasnamakan pejabat, tokoh masyarakat atau pihak tertentu dengan janji dapat meloloskan calon siswa ke sekolah negeri.
“Jadi saya minta masyarakat jangan percaya isu-isu seperti itu. Tidak ada yang bisa. Tanya saja anggota dewan, mereka juga tidak bisa,” katanya.
Dirinya juga meminta masyarakat yang menemukan dugaan praktik percaloan atau pihak yang meminta imbalan dengan janji dapat membantu proses penerimaan siswa untuk segera melaporkannya kepada pihak berwenang.
Di sisi lain, Kadisdik memastikan masyarakat tidak perlu khawatir apabila anaknya belum tertampung di sekolah negeri.
“Pemerintah Kota Balikpapan telah menjalin kerja sama dengan 15 sekolah swasta melalui program bantuan subsidi pendidikan sebagai alternatif bagi peserta didik,” tambahnya.
Dengan adanya kerja sama tersebut, pemerintah berharap seluruh anak usia sekolah tetap dapat memperoleh akses pendidikan tanpa harus terpengaruh oleh isu-isu yang menyesatkan maupun praktik yang tidak sesuai dengan ketentuan.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Irfan Taufik saat ditemui awak media. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Irfan Taufik, menanggapi isu yang beredar di media sosial terkait adanya oknum yang mengaku dapat membantu memasukkan calon peserta didik ke sekolah tertentu, khususnya di wilayah Balikpapan Timur.
Irfan meminta masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi maupun tawaran dari pihak-pihak yang mengklaim memiliki kemampuan meloloskan siswa ke sekolah tertentu.
“Saya saja sebagai kepala dinas tidak bisa memasukkan orang ke dalam satu sekolah tertentu, apalagi orang di luar dari itu,” tegas Irfan saat ditemui awak media, Senin (6/7/2026).
Ia menjelaskan, seluruh proses penerimaan peserta didik dilakukan melalui sistem yang telah ditetapkan pemerintah. Dengan mekanisme tersebut, proses seleksi berlangsung sesuai jalur dan ketentuan yang berlaku, sehingga tidak dapat diintervensi oleh pihak mana pun.
“Semua pendaftaran sudah dilakukan melalui sistem. Jadi tidak mungkin ada yang bisa memasukkan siswa di luar mekanisme yang telah ditentukan,” akunya.
Dia kembali mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai isu maupun tawaran dari oknum yang mengatasnamakan pejabat, tokoh masyarakat atau pihak tertentu dengan janji dapat meloloskan calon siswa ke sekolah negeri.
“Jadi saya minta masyarakat jangan percaya isu-isu seperti itu. Tidak ada yang bisa. Tanya saja anggota dewan, mereka juga tidak bisa,” katanya.
Dirinya juga meminta masyarakat yang menemukan dugaan praktik percaloan atau pihak yang meminta imbalan dengan janji dapat membantu proses penerimaan siswa untuk segera melaporkannya kepada pihak berwenang.
Di sisi lain, Kadisdik memastikan masyarakat tidak perlu khawatir apabila anaknya belum tertampung di sekolah negeri.
“Pemerintah Kota Balikpapan telah menjalin kerja sama dengan 15 sekolah swasta melalui program bantuan subsidi pendidikan sebagai alternatif bagi peserta didik,” tambahnya.
Dengan adanya kerja sama tersebut, pemerintah berharap seluruh anak usia sekolah tetap dapat memperoleh akses pendidikan tanpa harus terpengaruh oleh isu-isu yang menyesatkan maupun praktik yang tidak sesuai dengan ketentuan.
(Sf/Lo)