Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Irfan Taufik. (Foto: dok/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan memastikan kegiatan belajar mengajar selama Ramadan 1447 Hijriah tetap berlangsung dengan skema khusus.
Penyesuaian dilakukan pada durasi jam pelajaran hingga pengurangan tugas, agar peserta didik dapat menjalankan ibadah puasa tanpa terbebani aktivitas akademik berlebih.
Kepala Disdikbud Balikpapan, Irfan Taufik mengatakan surat edaran resmi telah disampaikan ke seluruh satuan pendidikan sebagai pedoman pengaturan jadwal belajar dan masa libur.
“Sekolah tetap melaksanakan pembelajaran aktif di awal Ramadan dengan penyesuaian jam pelajaran. Kami juga meminta agar tidak ada tugas yang memberatkan siswa,” ucap Irfan, Sabtu (21/2/2026).
Menurut Irfan, kebijakan ini dirancang untuk menjaga keseimbangan antara capaian akademik dan kondisi fisik serta psikologis peserta didik yang berpuasa. Ia menegaskan, Ramadan bukan sekadar periode pengurangan jam belajar, melainkan momentum pembentukan karakter.
Selama bulan puasa, sekolah diarahkan untuk memperkuat pendidikan karakter dan nilai spiritual melalui berbagai kegiatan keagamaan.
“Sejumlah sekolah bahkan telah merancang program seperti pesantren kilat, Pondok Ramadan, kajian keagamaan, hingga kegiatan sosial,” lanjutnya.
Selain itu, Disdikbud juga mendorong gerakan sedekah jariah Ramadan di lingkungan sekolah. Program ini mengajak peserta didik berpartisipasi dalam kegiatan berbagi kepada masyarakat dan masjid di Kota Balikpapan sebagai bagian dari pembelajaran kepedulian sosial.
Memasuki akhir Ramadan, peserta didik akan menjalani masa libur Idulfitri sesuai kalender pendidikan yang telah ditetapkan.
“Jadwal tersebut tercantum dalam surat edaran resmi dan menjadi acuan bagi sekolah serta orang tua dalam mengatur aktivitas belajar anak,” terangnya.
Disdikbud berharap pengaturan ini menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif selama Ramadan, tanpa mengurangi esensi pendidikan yang bermakna.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Irfan Taufik. (Foto: dok/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan memastikan kegiatan belajar mengajar selama Ramadan 1447 Hijriah tetap berlangsung dengan skema khusus.
Penyesuaian dilakukan pada durasi jam pelajaran hingga pengurangan tugas, agar peserta didik dapat menjalankan ibadah puasa tanpa terbebani aktivitas akademik berlebih.
Kepala Disdikbud Balikpapan, Irfan Taufik mengatakan surat edaran resmi telah disampaikan ke seluruh satuan pendidikan sebagai pedoman pengaturan jadwal belajar dan masa libur.
“Sekolah tetap melaksanakan pembelajaran aktif di awal Ramadan dengan penyesuaian jam pelajaran. Kami juga meminta agar tidak ada tugas yang memberatkan siswa,” ucap Irfan, Sabtu (21/2/2026).
Menurut Irfan, kebijakan ini dirancang untuk menjaga keseimbangan antara capaian akademik dan kondisi fisik serta psikologis peserta didik yang berpuasa. Ia menegaskan, Ramadan bukan sekadar periode pengurangan jam belajar, melainkan momentum pembentukan karakter.
Selama bulan puasa, sekolah diarahkan untuk memperkuat pendidikan karakter dan nilai spiritual melalui berbagai kegiatan keagamaan.
“Sejumlah sekolah bahkan telah merancang program seperti pesantren kilat, Pondok Ramadan, kajian keagamaan, hingga kegiatan sosial,” lanjutnya.
Selain itu, Disdikbud juga mendorong gerakan sedekah jariah Ramadan di lingkungan sekolah. Program ini mengajak peserta didik berpartisipasi dalam kegiatan berbagi kepada masyarakat dan masjid di Kota Balikpapan sebagai bagian dari pembelajaran kepedulian sosial.
Memasuki akhir Ramadan, peserta didik akan menjalani masa libur Idulfitri sesuai kalender pendidikan yang telah ditetapkan.
“Jadwal tersebut tercantum dalam surat edaran resmi dan menjadi acuan bagi sekolah serta orang tua dalam mengatur aktivitas belajar anak,” terangnya.
Disdikbud berharap pengaturan ini menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif selama Ramadan, tanpa mengurangi esensi pendidikan yang bermakna.
(Sf/Lo)