Seputar Kaltim

    Disdik Samarinda Bakal Tambah Insentif Guru Inklusi Rp300 Ribu

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    19 Juni 2024 pukul 14:09 WITA

    Kepala Disdikbud Samarinda, Asli Nuryadin saat diwawancara, Rabu (19/6/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda, Asli Nuryadin berencana untuk mengusulkan penambahan insentif bagi guru yang mengajar di sekolah inklusi.

    Ia mengatakan anggaran untuk tunjangan guru secara keseluruhan akan tetap sama, namun akan ada usulan tambahan sebesar Rp300 ribu khusus untuk guru sekolah inklusi. 

    "Saya kira anggaran untuk tunjangan guru tetap sama, cuma akan kita usulkan nanti untuk guru yang sekolah inklusi mau kita usulkan untuk nambah Rp300.000," ujar Asli, Rabu (19/6/2024).

    Ia menyebut saat ini jumlah guru yang mengajar di sekolah inklusi di Samarinda tercatat sekitar 170 orang.

    Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tunjangan guru sejauh ini berjalan lancar meskipun belum bisa memuaskan semua pihak. Seperti halnya tunjangan profesi guru sertifikasi yang mengalami keterlambatan dari pusat. 

    "Untuk tunjangan guru, lancar saja, meskipun kita belum bisa memuaskan semua jadi bertahap saja dulu, terutama yang honor itu gajinya bertambah baik," jelasnya. 

    Di mana tahun lalu terdapat sekitar 700 guru honorer yang diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), dan tahun ini jumlahnya meningkat menjadi sekitar 950 orang.

    Dengan diangkatnya para guru honorer menjadi PPPK, gaji mereka akan naik sesuai dengan standar gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan ditambah dengan Tunjangan Tetap Pegawai (TTP). 

    "Kalau mereka terangkat di PPPK itu bisa naik gajinya secara otomatis, misal dari yang biasanya Rp1 juta, bisa jadi Rp3 juta," imbuhnya.

    Rencana penambahan insentif ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan guru sekolah inklusi serta memberikan motivasi tambahan bagi mereka dalam mengajar.

    "Semoga anggaran untuk pendidikan bisa terpenuhi 20 persen dari APBD," pungkasnya. 

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Disdik Samarinda Bakal Tambah Insentif Guru Inklusi Rp300 Ribu

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    19 Juni 2024 pukul 14:09 WITA

    Kepala Disdikbud Samarinda, Asli Nuryadin saat diwawancara, Rabu (19/6/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda, Asli Nuryadin berencana untuk mengusulkan penambahan insentif bagi guru yang mengajar di sekolah inklusi.

    Ia mengatakan anggaran untuk tunjangan guru secara keseluruhan akan tetap sama, namun akan ada usulan tambahan sebesar Rp300 ribu khusus untuk guru sekolah inklusi. 

    "Saya kira anggaran untuk tunjangan guru tetap sama, cuma akan kita usulkan nanti untuk guru yang sekolah inklusi mau kita usulkan untuk nambah Rp300.000," ujar Asli, Rabu (19/6/2024).

    Ia menyebut saat ini jumlah guru yang mengajar di sekolah inklusi di Samarinda tercatat sekitar 170 orang.

    Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tunjangan guru sejauh ini berjalan lancar meskipun belum bisa memuaskan semua pihak. Seperti halnya tunjangan profesi guru sertifikasi yang mengalami keterlambatan dari pusat. 

    "Untuk tunjangan guru, lancar saja, meskipun kita belum bisa memuaskan semua jadi bertahap saja dulu, terutama yang honor itu gajinya bertambah baik," jelasnya. 

    Di mana tahun lalu terdapat sekitar 700 guru honorer yang diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), dan tahun ini jumlahnya meningkat menjadi sekitar 950 orang.

    Dengan diangkatnya para guru honorer menjadi PPPK, gaji mereka akan naik sesuai dengan standar gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan ditambah dengan Tunjangan Tetap Pegawai (TTP). 

    "Kalau mereka terangkat di PPPK itu bisa naik gajinya secara otomatis, misal dari yang biasanya Rp1 juta, bisa jadi Rp3 juta," imbuhnya.

    Rencana penambahan insentif ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan guru sekolah inklusi serta memberikan motivasi tambahan bagi mereka dalam mengajar.

    "Semoga anggaran untuk pendidikan bisa terpenuhi 20 persen dari APBD," pungkasnya. 

    (Sf/Rs)