Seputar Fakta

    Seputar Kaltim

    Disdik Berau Sulap Lahan Kosong Sekolah Jadi Area Edukasi Lewat SEMAILIS

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    06 November 2026 pukul 21:47 WITA

    Disdik Kabupaten Berau meluncurkan program SEMAILIS di SMPN 5 Tanjung Redeb. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Berau meluncurkan program Sekolah Menanam Asri, Inspiratif, dan Lingkungan Lestari (SEMAILIS) di SMPN 5 Tanjung Redeb, Jumat (6/11/2026). Program ini menjadi inovasi untuk mengubah lahan kosong dan tidak terawat di lingkungan sekolah menjadi area edukasi yang bermanfaat bagi siswa.

    Kepala Disdik Berau, Mardiatul Idalisah, mengatakan program SEMAILIS merupakan aksi perubahan yang berangkat dari hasil peninjauan langsung ke sejumlah sekolah. Pihaknya menemukan masih banyak lahan kosong yang belum dimanfaatkan secara maksimal.

    Melihat kondisi tersebut, Disdik Berau berinisiatif menjadikan lahan-lahan tersebut sebagai ruang pembelajaran di luar kelas, khususnya melalui kegiatan menanam.

    "Ketika kami turun ke lapangan bersama teman-teman, ternyata banyak sekali lahan sekolah yang tidak terawat. Alangkah baiknya lahan tersebut bisa dimanfaatkan sebagai sarana edukasi bagi anak-anak, sehingga mereka tidak hanya belajar di bidang akademik," ujar Mardiatul.

    Menurutnya, SEMAILIS juga sejalan dengan konsep meaning full learning atau pembelajaran bermakna. Melalui kegiatan ini, siswa diajak belajar secara langsung, mulai dari mengenal tanaman hingga memahami pentingnya menjaga lingkungan.

    Ia berharap kegiatan menanam dapat menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus memberikan pemahaman kepada siswa bahwa ilmu yang diperoleh di sekolah bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

    "Pembelajaran saat ini bagaimana apa yang ada di pikiran anak-anak bisa menjadi sesuatu yang berarti. Karena itu, kegiatan menanam ini sangat cocok dilakukan dengan penuh kesenangan dan kesadaran, sehingga nantinya bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa," terangnya.

    SMPN 5 Tanjung Redeb dipilih sebagai lokasi peluncuran sekaligus proyek percontohan karena sekolah tersebut telah menyandang predikat Sekolah Adiwiyata Nasional. Hal ini dinilai mendukung pelaksanaan program yang berorientasi pada pembentukan karakter dan kepedulian lingkungan.

    Dirinya menegaskan, SEMAILIS tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi akan terus dikembangkan secara berkelanjutan. Disdik Berau menargetkan program tersebut dapat diterapkan di berbagai sekolah, mulai dari jenjang SMP, SD hingga TK di seluruh Kabupaten Berau.

    "Program ini tidak berhenti sampai peluncuran saja, tetapi akan terus berlanjut. Bukan hanya di SMPN 5, ke depan kami ingin mengembangkannya ke seluruh sekolah, baik SMP, SD maupun TK," ujarnya.

    Melalui SEMAILIS, Mardiatul berharap pemanfaatan lahan sekolah dapat memberikan nilai tambah bagi proses pendidikan. Selain mendukung pembelajaran yang lebih kreatif, program ini juga diharapkan membentuk generasi yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan mampu menerapkan pengetahuan melalui kegiatan nyata.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Disdik Berau Sulap Lahan Kosong Sekolah Jadi Area Edukasi Lewat SEMAILIS

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    06 November 2026 pukul 21:47 WITA

    Disdik Kabupaten Berau meluncurkan program SEMAILIS di SMPN 5 Tanjung Redeb. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Berau meluncurkan program Sekolah Menanam Asri, Inspiratif, dan Lingkungan Lestari (SEMAILIS) di SMPN 5 Tanjung Redeb, Jumat (6/11/2026). Program ini menjadi inovasi untuk mengubah lahan kosong dan tidak terawat di lingkungan sekolah menjadi area edukasi yang bermanfaat bagi siswa.

    Kepala Disdik Berau, Mardiatul Idalisah, mengatakan program SEMAILIS merupakan aksi perubahan yang berangkat dari hasil peninjauan langsung ke sejumlah sekolah. Pihaknya menemukan masih banyak lahan kosong yang belum dimanfaatkan secara maksimal.

    Melihat kondisi tersebut, Disdik Berau berinisiatif menjadikan lahan-lahan tersebut sebagai ruang pembelajaran di luar kelas, khususnya melalui kegiatan menanam.

    "Ketika kami turun ke lapangan bersama teman-teman, ternyata banyak sekali lahan sekolah yang tidak terawat. Alangkah baiknya lahan tersebut bisa dimanfaatkan sebagai sarana edukasi bagi anak-anak, sehingga mereka tidak hanya belajar di bidang akademik," ujar Mardiatul.

    Menurutnya, SEMAILIS juga sejalan dengan konsep meaning full learning atau pembelajaran bermakna. Melalui kegiatan ini, siswa diajak belajar secara langsung, mulai dari mengenal tanaman hingga memahami pentingnya menjaga lingkungan.

    Ia berharap kegiatan menanam dapat menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus memberikan pemahaman kepada siswa bahwa ilmu yang diperoleh di sekolah bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

    "Pembelajaran saat ini bagaimana apa yang ada di pikiran anak-anak bisa menjadi sesuatu yang berarti. Karena itu, kegiatan menanam ini sangat cocok dilakukan dengan penuh kesenangan dan kesadaran, sehingga nantinya bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa," terangnya.

    SMPN 5 Tanjung Redeb dipilih sebagai lokasi peluncuran sekaligus proyek percontohan karena sekolah tersebut telah menyandang predikat Sekolah Adiwiyata Nasional. Hal ini dinilai mendukung pelaksanaan program yang berorientasi pada pembentukan karakter dan kepedulian lingkungan.

    Dirinya menegaskan, SEMAILIS tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi akan terus dikembangkan secara berkelanjutan. Disdik Berau menargetkan program tersebut dapat diterapkan di berbagai sekolah, mulai dari jenjang SMP, SD hingga TK di seluruh Kabupaten Berau.

    "Program ini tidak berhenti sampai peluncuran saja, tetapi akan terus berlanjut. Bukan hanya di SMPN 5, ke depan kami ingin mengembangkannya ke seluruh sekolah, baik SMP, SD maupun TK," ujarnya.

    Melalui SEMAILIS, Mardiatul berharap pemanfaatan lahan sekolah dapat memberikan nilai tambah bagi proses pendidikan. Selain mendukung pembelajaran yang lebih kreatif, program ini juga diharapkan membentuk generasi yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan mampu menerapkan pengetahuan melalui kegiatan nyata.

    (Sf/Lo)