Seputar Kaltim

    Disdik Berau akan Siapkan Skema Pembelajaran saat Bulan Ramadan

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    28 Januari 2025 pukul 13:43 WITA

    Sekretaris Disdik Berau, Ali Syahbana. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung  Redeb - Dinas Pendidikan (Disdik) Berau menanggapi terkait surat edaran bersama tiga menteri mengenai libur sekolah selama bulan Ramadan 1446 H.

    Sekretaris Disdik Berau, Ali Syahbana mengatakan bahwa Disdik Berau akan membuat surat edaran turunan, yang berisi skema pembelajaran selama hari aktif puasa Ramadan di tahun 2025. Hal itu dilakukan sebagai tindak lanjut menanggapi surat edaran bersama tiga menteri tersebut.

    "Dari surat edaran bersama yang diterima, ada jeda sekitar tiga minggu waktu siswa untuk belajar aktif di sekolah. Itu yang akan kita atur skemanya seperti apa. Tunggu Kadisdik nanti akan kita rapatkan," ujar Sekretaris Disdik Berau, Ali Syahbana.

    Ditanya terkait apakah ada kemungkinan pembelajaran full selama tiga minggu itu. Ia mengatakan, tidak tahu pastinya. terlebih, untuk sekolah negeri yang dominan siswanya ada yang beragama non muslim.

    "Apakah full pembelajaran itu nanti, atau diselingi dengan kegiatan-kegiatan pembelajaran kerohanian untuk siswa muslim, nanti akan kita atur," katanya.

    Selain itu, ia menyampaikan bahwa skema tersebut kemungkinan tidak berbeda jauh dengan tahun sebelumnya, seperti penerapan edukasi Ramadan juga akan dilakukan seperti tahun sebelumnya. 

    "Mungkin sama saja nanti, artinya di selingi kegiatan-kegiatan pembelajaran keagamaan, kaya pesantren kilat, terus tadarusan, atau buka bersama yang dilaksanakan oleh sekolah tersebut," tuturnya.

    Ia menjelaskan bahwa terkait teknisnya akan diserahkan ke pihak sekolah untuk mengatur pelaksanaan kegiatan-kegiatan tersebut.

    "Itu tinggal teknisnya saja nanti diatur oleh sekolah. Tapi hasil instruksi dari Disdik, nanti mengikuti jadwal yang sudah kita tentukan," bebernya.

    Sementara itu, ia juga mengatakan tidak hanya skema pembelajaran, waktu dan durasi belajar juga akan ditentukan berdasarkan rapat bersama.

    "Untuk jam masuknya tidak bisa diseragamkan Karena ini pertimbangannya tetap saja dengan kecukupan ruang kelas kan," ujarnya

    Namun, Ali juga memahami kondisi sekolah di Berau yang ruang kelasnya masih kurang, maka jam masuk sekolah kemungkinan akan tetap masuk kelas pagi dan kelas siang.

    "Mungkin teknisnya, nanti begini, masuk jam 8 pagi pulang jam 12 siang. Kemudian jam 13 siang sampai pukul 16 sore untuk yang sesi masuk kelas siang," tandasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Disdik Berau akan Siapkan Skema Pembelajaran saat Bulan Ramadan

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    28 Januari 2025 pukul 13:43 WITA

    Sekretaris Disdik Berau, Ali Syahbana. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung  Redeb - Dinas Pendidikan (Disdik) Berau menanggapi terkait surat edaran bersama tiga menteri mengenai libur sekolah selama bulan Ramadan 1446 H.

    Sekretaris Disdik Berau, Ali Syahbana mengatakan bahwa Disdik Berau akan membuat surat edaran turunan, yang berisi skema pembelajaran selama hari aktif puasa Ramadan di tahun 2025. Hal itu dilakukan sebagai tindak lanjut menanggapi surat edaran bersama tiga menteri tersebut.

    "Dari surat edaran bersama yang diterima, ada jeda sekitar tiga minggu waktu siswa untuk belajar aktif di sekolah. Itu yang akan kita atur skemanya seperti apa. Tunggu Kadisdik nanti akan kita rapatkan," ujar Sekretaris Disdik Berau, Ali Syahbana.

    Ditanya terkait apakah ada kemungkinan pembelajaran full selama tiga minggu itu. Ia mengatakan, tidak tahu pastinya. terlebih, untuk sekolah negeri yang dominan siswanya ada yang beragama non muslim.

    "Apakah full pembelajaran itu nanti, atau diselingi dengan kegiatan-kegiatan pembelajaran kerohanian untuk siswa muslim, nanti akan kita atur," katanya.

    Selain itu, ia menyampaikan bahwa skema tersebut kemungkinan tidak berbeda jauh dengan tahun sebelumnya, seperti penerapan edukasi Ramadan juga akan dilakukan seperti tahun sebelumnya. 

    "Mungkin sama saja nanti, artinya di selingi kegiatan-kegiatan pembelajaran keagamaan, kaya pesantren kilat, terus tadarusan, atau buka bersama yang dilaksanakan oleh sekolah tersebut," tuturnya.

    Ia menjelaskan bahwa terkait teknisnya akan diserahkan ke pihak sekolah untuk mengatur pelaksanaan kegiatan-kegiatan tersebut.

    "Itu tinggal teknisnya saja nanti diatur oleh sekolah. Tapi hasil instruksi dari Disdik, nanti mengikuti jadwal yang sudah kita tentukan," bebernya.

    Sementara itu, ia juga mengatakan tidak hanya skema pembelajaran, waktu dan durasi belajar juga akan ditentukan berdasarkan rapat bersama.

    "Untuk jam masuknya tidak bisa diseragamkan Karena ini pertimbangannya tetap saja dengan kecukupan ruang kelas kan," ujarnya

    Namun, Ali juga memahami kondisi sekolah di Berau yang ruang kelasnya masih kurang, maka jam masuk sekolah kemungkinan akan tetap masuk kelas pagi dan kelas siang.

    "Mungkin teknisnya, nanti begini, masuk jam 8 pagi pulang jam 12 siang. Kemudian jam 13 siang sampai pukul 16 sore untuk yang sesi masuk kelas siang," tandasnya.

    (Sf/Rs)