Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Disdamkarmatan Kukar, Fida Hurasani. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartam) Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya memenuhi Sarana Prasarana (Sapras) dan Sumber Daya Manusia (SDM) di sejumlah kecamatan.
Kepala Disdamkarmatan Kukar, Fida Hurasani mengaku untuk memaksimalkan kinerha di lapangan, ada dua unit armada water suplay tambahan berkapasitas 14 ribu liter.
"Penambahan unit itu untuk mengatasi minim sumber air saat terjadi musibah untuk di daerah yang memang jauh dari sungai," kata Fida Hurasani, Selasa (7/5/2024).
Pihaknya mengaku sapras atau peralatan pemadam yang dimiliki saat ini dinilai hampir sempurna, termasuk rmada yang berjumlah 10 unit.
"Armada yang ada saat ini berjumlah tujuh di Mako dan tiga unit di Gunung Pendidik," ucapnya.
Ia menyebut armada ini juga masih mampu menangani musibah kebakaran, khususnya di sekitar Kecamatan Tenggarong.
"Kalau ideal per kecamatan membutuhkan empat unit dan kini masih dibilang belum ideal, tapi masih bisa dimaksimalkan. Nanti di APBD Perubahan 2024, kita ajukan lagi ke pemerintah daerah untuk pengadaan sapras," sebutnya.
Sementara ada beberapa kecamatan yang belum memiliki ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM), di antaranya Kembang Janggut, Kenohan, Muara Wis dan Tabang.
“Insya Allah mulai tahun ini akan dilakukan bertahap. Saya akan menyampaikan ke Pemkab Kukar untuk beberapa kecamatan yang kami prioritaskan,” ungkapnya.
Namun, kata dia, paling penting adalah ketersediaan petugas pemadam kebakaran.
Sebab, para relawan kebakaran hanya menyisihkan waktu untuk melakukan kegiatan yang sifatnya kerelawanan. Terkadang, para relawan yang bekerja dan saat kejadian kebakaran, tidak bisa membantu.
“Nah butuh petugas Damkar apapun statusnya, tapi dia terikat oleh tugas fungsi sebagai petugas pemadam kebakaran. Itu yang harus kita bentuk dan perjuangkan di beberapa kecamatan,” tutupnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Disdamkarmatan Kukar, Fida Hurasani. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartam) Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya memenuhi Sarana Prasarana (Sapras) dan Sumber Daya Manusia (SDM) di sejumlah kecamatan.
Kepala Disdamkarmatan Kukar, Fida Hurasani mengaku untuk memaksimalkan kinerha di lapangan, ada dua unit armada water suplay tambahan berkapasitas 14 ribu liter.
"Penambahan unit itu untuk mengatasi minim sumber air saat terjadi musibah untuk di daerah yang memang jauh dari sungai," kata Fida Hurasani, Selasa (7/5/2024).
Pihaknya mengaku sapras atau peralatan pemadam yang dimiliki saat ini dinilai hampir sempurna, termasuk rmada yang berjumlah 10 unit.
"Armada yang ada saat ini berjumlah tujuh di Mako dan tiga unit di Gunung Pendidik," ucapnya.
Ia menyebut armada ini juga masih mampu menangani musibah kebakaran, khususnya di sekitar Kecamatan Tenggarong.
"Kalau ideal per kecamatan membutuhkan empat unit dan kini masih dibilang belum ideal, tapi masih bisa dimaksimalkan. Nanti di APBD Perubahan 2024, kita ajukan lagi ke pemerintah daerah untuk pengadaan sapras," sebutnya.
Sementara ada beberapa kecamatan yang belum memiliki ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM), di antaranya Kembang Janggut, Kenohan, Muara Wis dan Tabang.
“Insya Allah mulai tahun ini akan dilakukan bertahap. Saya akan menyampaikan ke Pemkab Kukar untuk beberapa kecamatan yang kami prioritaskan,” ungkapnya.
Namun, kata dia, paling penting adalah ketersediaan petugas pemadam kebakaran.
Sebab, para relawan kebakaran hanya menyisihkan waktu untuk melakukan kegiatan yang sifatnya kerelawanan. Terkadang, para relawan yang bekerja dan saat kejadian kebakaran, tidak bisa membantu.
“Nah butuh petugas Damkar apapun statusnya, tapi dia terikat oleh tugas fungsi sebagai petugas pemadam kebakaran. Itu yang harus kita bentuk dan perjuangkan di beberapa kecamatan,” tutupnya.
(Sf/By)