Seputar Kaltim

    Disdamkarmatan Kukar Minta Relawan se-Kukar Tetap Bersiaga Selama Ramadan

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Buniyamin
    27 Februari 2025 pukul 19:14 WITA

    Disdamkarmatan Kukar apel siaga menyambut Bulan Suci Ramadan 2025. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kukar melakukan koordinasi kepada seluruh relawan yang ada di kecamatan se-Kukar, Kamis (27/2/2025). 

    Koordinasi ini dilakukan untuk menyambut sekaligus memberikan bekal kepada para relawan untuk dapat mempelajari titik-titik rawan kebakaran pada Bulan Suci Ramadan yang akan segera dimulai pada Maret 2025 mendatang. 

    Kadis Damkarmatan Kukar, Fida Hurasani meminta seluruh relawan agar terus waspada dan bersiaga selama Ramadan, jangan sampai kejadian kebakaran banyak yang merugikan masyarakat. 

    "Musibah memang datang dari Tuhan, kita harus berdoa. Tapi secara tugas, kita punya tanggung jawab untuk menghalau kejadian supaya tidak sampai terjadi. Bisa melalui sosialisasi, imbauan, bahkan kesiapsiagaan kita. Prinsipnya, api harus diusahakan jangan sampai menyala dan merugikan masyarakat," kata Afe Kamis (27/2/2025).

    Peningkatan penanganan kebakaran selama Ramadan juga harus dilakukan sepanjang waktu. Ada perubahan pola hidup selama Ramadan, terutama saat sahur, di mana masyarakat tidur dan bangun dalam keadaan mengantuk, sehingga risiko kelalaian meningkat.

    "Kami melakukan apel kesiapsiagaan. Saya ingin melihat keseriusan para relawan selama pembinaan ini. Mereka hadir dengan peralatan yang telah kami siapkan, termasuk Alat Pelindung Diri (APD) yang sudah kami backup sebelumnya. Ini juga untuk memastikan sejauh mana tanggung jawab para relawan dalam menjamin keamanan masyarakat yang menjalankan ibadah puasa agar tetap aman dan tenang," ujarnya. 

    Ia mengungkapkan, ancaman kebakaran selalu berasal dari dapur dan ini menjadi salah satu faktor utama. Saat Ramadan, dapur lebih sering digunakan dibandingkan hari biasa, sehingga ancamannya pun meningkat.

    "Kami selalu membaca ancaman itu supaya bisa diantisipasi. Jika tidak terjadi kebakaran, Alhamdulillah. Jika terjadi sesuatu, maka kami harus dalam posisi siap dan tanggap," ungkapnya. 

    Pihaknya juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat, yakni berkeliling di sekitar Kecamatan Tenggarong dan mengerahkan relawan di kecamatannya masing-masing untuk melakukan imbauan. 

    "Kami sebenarnya punya kendala di sosialisasi, mobil yang biasa kami gunakan untuk woro-woro sudah ditarik oleh pemilik asetnya. Tahun ini, kami tidak memiliki kendaraan khusus untuk melakukan imbauan keliling terkait kebakaran, tapi kami akan usahakan supaya sosialisasi itu tetap dilakukan," ucapnya. 

    "Mungkin nanti kami akan menggunakan mobil patroli besar, yang penting masih bisa memberikan imbauan kepada masyarakat," tambahnya. 

    Ia berharap masyarakat dapat berkolaborasi untuk saling menjaga keamanan agar terhindar dari kebakaran. 

    "Tingkatkan kewaspadaan. Kebakaran sering kali terjadi akibat kelalaian, seperti penggunaan kabel listrik yang tidak sesuai standar atau meninggalkan masakan yang masih menyala. Semua ini bisa dicegah dengan sikap hati-hati dan waspada," pungkasnya. 

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Disdamkarmatan Kukar Minta Relawan se-Kukar Tetap Bersiaga Selama Ramadan

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Buniyamin
    27 Februari 2025 pukul 19:14 WITA

    Disdamkarmatan Kukar apel siaga menyambut Bulan Suci Ramadan 2025. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kukar melakukan koordinasi kepada seluruh relawan yang ada di kecamatan se-Kukar, Kamis (27/2/2025). 

    Koordinasi ini dilakukan untuk menyambut sekaligus memberikan bekal kepada para relawan untuk dapat mempelajari titik-titik rawan kebakaran pada Bulan Suci Ramadan yang akan segera dimulai pada Maret 2025 mendatang. 

    Kadis Damkarmatan Kukar, Fida Hurasani meminta seluruh relawan agar terus waspada dan bersiaga selama Ramadan, jangan sampai kejadian kebakaran banyak yang merugikan masyarakat. 

    "Musibah memang datang dari Tuhan, kita harus berdoa. Tapi secara tugas, kita punya tanggung jawab untuk menghalau kejadian supaya tidak sampai terjadi. Bisa melalui sosialisasi, imbauan, bahkan kesiapsiagaan kita. Prinsipnya, api harus diusahakan jangan sampai menyala dan merugikan masyarakat," kata Afe Kamis (27/2/2025).

    Peningkatan penanganan kebakaran selama Ramadan juga harus dilakukan sepanjang waktu. Ada perubahan pola hidup selama Ramadan, terutama saat sahur, di mana masyarakat tidur dan bangun dalam keadaan mengantuk, sehingga risiko kelalaian meningkat.

    "Kami melakukan apel kesiapsiagaan. Saya ingin melihat keseriusan para relawan selama pembinaan ini. Mereka hadir dengan peralatan yang telah kami siapkan, termasuk Alat Pelindung Diri (APD) yang sudah kami backup sebelumnya. Ini juga untuk memastikan sejauh mana tanggung jawab para relawan dalam menjamin keamanan masyarakat yang menjalankan ibadah puasa agar tetap aman dan tenang," ujarnya. 

    Ia mengungkapkan, ancaman kebakaran selalu berasal dari dapur dan ini menjadi salah satu faktor utama. Saat Ramadan, dapur lebih sering digunakan dibandingkan hari biasa, sehingga ancamannya pun meningkat.

    "Kami selalu membaca ancaman itu supaya bisa diantisipasi. Jika tidak terjadi kebakaran, Alhamdulillah. Jika terjadi sesuatu, maka kami harus dalam posisi siap dan tanggap," ungkapnya. 

    Pihaknya juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat, yakni berkeliling di sekitar Kecamatan Tenggarong dan mengerahkan relawan di kecamatannya masing-masing untuk melakukan imbauan. 

    "Kami sebenarnya punya kendala di sosialisasi, mobil yang biasa kami gunakan untuk woro-woro sudah ditarik oleh pemilik asetnya. Tahun ini, kami tidak memiliki kendaraan khusus untuk melakukan imbauan keliling terkait kebakaran, tapi kami akan usahakan supaya sosialisasi itu tetap dilakukan," ucapnya. 

    "Mungkin nanti kami akan menggunakan mobil patroli besar, yang penting masih bisa memberikan imbauan kepada masyarakat," tambahnya. 

    Ia berharap masyarakat dapat berkolaborasi untuk saling menjaga keamanan agar terhindar dari kebakaran. 

    "Tingkatkan kewaspadaan. Kebakaran sering kali terjadi akibat kelalaian, seperti penggunaan kabel listrik yang tidak sesuai standar atau meninggalkan masakan yang masih menyala. Semua ini bisa dicegah dengan sikap hati-hati dan waspada," pungkasnya. 

    (Sf/By)