Cari disini...
Seputar Kaltim
Armada damkar yang telah disiapkan menghadapi insiden kebakaran (Dok: Disdamkar Matan Kukar)
Tenggarong - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar Matan) Kutai Kartanegara (Kukar) masih memerlukan penambahan puluhan armada, khususnya mobil water supply sebagai pembawa air cadangan.
Kepala Disdamkar Matan Kukar, Fida Hurasani mengatakan hampir seluruh pos kebakaran di Kukar sangat membutuhkan armada water supply untuk memaksimalkan penanganan ketika terjadi kebakaran, terutama di daerah yang sulit mendapatkan sumber air.
“Armada di sejumlah pos kebakaran ada yang masih belum lengkap, terutama water supply yang saat ini dibutuhkan hampir seluruh kecamatan, artinya 20 kecamatan membutuhkan armada itu,” ujar Fida, Sabtu (3/1/2026).
Menurutnya keberadaan armada tersebut sangat krusial sebagai penopang utama suplai air di lokasi kebakaran.
Dengan dukungan tersebut, proses pemadaman api dapat dilakukan lebih cepat dan bisa menekan risiko kebakaran meluas.
“Meski membutuhkan, bukan berarti kita tidak bisa bekerja dan penanganan yang kita berikan kurang maksimal. Tapi jika armada itu ditambah, maka penanganan yang kita lakukan akan berjalan lebih maksimal,” terangnya.
Fida menyampaikan usulan penambahan armada water supply telah mendapat respons positif dari kepala daerah, tapi realisasinya masih menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran.
“Kepala daerah berjanji akan membantu tapi dalam tanda kutip menyesuaikan ketersediaan anggaran,” tandasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Armada damkar yang telah disiapkan menghadapi insiden kebakaran (Dok: Disdamkar Matan Kukar)
Tenggarong - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar Matan) Kutai Kartanegara (Kukar) masih memerlukan penambahan puluhan armada, khususnya mobil water supply sebagai pembawa air cadangan.
Kepala Disdamkar Matan Kukar, Fida Hurasani mengatakan hampir seluruh pos kebakaran di Kukar sangat membutuhkan armada water supply untuk memaksimalkan penanganan ketika terjadi kebakaran, terutama di daerah yang sulit mendapatkan sumber air.
“Armada di sejumlah pos kebakaran ada yang masih belum lengkap, terutama water supply yang saat ini dibutuhkan hampir seluruh kecamatan, artinya 20 kecamatan membutuhkan armada itu,” ujar Fida, Sabtu (3/1/2026).
Menurutnya keberadaan armada tersebut sangat krusial sebagai penopang utama suplai air di lokasi kebakaran.
Dengan dukungan tersebut, proses pemadaman api dapat dilakukan lebih cepat dan bisa menekan risiko kebakaran meluas.
“Meski membutuhkan, bukan berarti kita tidak bisa bekerja dan penanganan yang kita berikan kurang maksimal. Tapi jika armada itu ditambah, maka penanganan yang kita lakukan akan berjalan lebih maksimal,” terangnya.
Fida menyampaikan usulan penambahan armada water supply telah mendapat respons positif dari kepala daerah, tapi realisasinya masih menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran.
“Kepala daerah berjanji akan membantu tapi dalam tanda kutip menyesuaikan ketersediaan anggaran,” tandasnya.
(Sf/Lo)