Cari disini...
Seputar Kaltim
Penyelam Disdamkar Matan Kukar saat mencari HP warga yang tercebur di Sungai Mahakam (Dok: Disdamkar Matan Kukar)
Penajam - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar Matan) Kutai Kartanegara (Kukar) telah melakukan aksi penyelamatan sebanyak 2.378 kali sepanjang 2025, baik insiden kebakaran maupun non-kebakaran.
Penyelamatan yang dilakukan Disdamkar Matan Kukar cukup beragam, mulai dari memadamkan api, mengevakuasi ular di rumah warga, mencari Handphone (HP) yang tercebur di sungai hingga membuka pintu kamar yang terkunci.
“Tahun ini ada 99 insiden kebakaran dan 2.279 penyelamatan non-kebakaran yang dilakukan Disdamkar Matan Kukar,” ujar Kepala Disdamkar Matan Kukar, Fida Hurasani, Jumat (2/1/2026).
Tingginya jumlah laporan penyelamatan non-kebakaran ini menunjukkan kepercayaan tinggi dari publik terhadap kinerja Disdamkar Matan yang dianggap sigap, tanggap dan responsif membantu masyarakat.
Fida menyatakan Disdamkar Matan Kukar tidak bisa mengabaikan laporan yang masuk dari masyarakat, meski penanganan permintaan pertolongan tersebut bukan merupakan kewenangan mereka.
“Contohnya ada anak remaja perempuan asal Palangkaraya yang nekat temui pacarnya di Tenggarong. Remaja itu merasa takut saat berada di kos pacarnya, sehingga melapor ke Disdamkar Matan Kukar dan langsung kita tindaklanjuti,” jelasnya.
Tapi Fida mengakui tidak semua permintaan penyelamatan dapat dilakukan pihaknya, terutama dalam kondisi di luar kemampuan dan standar keselamatan petugas.
“Kalau situasinya membahayakan dan di luar kemampuan petugas, maka tidak bisa. Misalnya pengambilan HP yang tercebur di sungai dengan kedalaman lebih dari 10-11 meter. Saya sudah kasih warning kalau untuk penyelam tidak boleh menyelam melebihi batas itu,” papar Fida.
Meski begitu Disdamkar Matan Kukar berkomitmen terus berupaya memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat dengan merespons setiap laporan yang masuk secara cepat, tanggap dan sigap.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Penyelam Disdamkar Matan Kukar saat mencari HP warga yang tercebur di Sungai Mahakam (Dok: Disdamkar Matan Kukar)
Penajam - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar Matan) Kutai Kartanegara (Kukar) telah melakukan aksi penyelamatan sebanyak 2.378 kali sepanjang 2025, baik insiden kebakaran maupun non-kebakaran.
Penyelamatan yang dilakukan Disdamkar Matan Kukar cukup beragam, mulai dari memadamkan api, mengevakuasi ular di rumah warga, mencari Handphone (HP) yang tercebur di sungai hingga membuka pintu kamar yang terkunci.
“Tahun ini ada 99 insiden kebakaran dan 2.279 penyelamatan non-kebakaran yang dilakukan Disdamkar Matan Kukar,” ujar Kepala Disdamkar Matan Kukar, Fida Hurasani, Jumat (2/1/2026).
Tingginya jumlah laporan penyelamatan non-kebakaran ini menunjukkan kepercayaan tinggi dari publik terhadap kinerja Disdamkar Matan yang dianggap sigap, tanggap dan responsif membantu masyarakat.
Fida menyatakan Disdamkar Matan Kukar tidak bisa mengabaikan laporan yang masuk dari masyarakat, meski penanganan permintaan pertolongan tersebut bukan merupakan kewenangan mereka.
“Contohnya ada anak remaja perempuan asal Palangkaraya yang nekat temui pacarnya di Tenggarong. Remaja itu merasa takut saat berada di kos pacarnya, sehingga melapor ke Disdamkar Matan Kukar dan langsung kita tindaklanjuti,” jelasnya.
Tapi Fida mengakui tidak semua permintaan penyelamatan dapat dilakukan pihaknya, terutama dalam kondisi di luar kemampuan dan standar keselamatan petugas.
“Kalau situasinya membahayakan dan di luar kemampuan petugas, maka tidak bisa. Misalnya pengambilan HP yang tercebur di sungai dengan kedalaman lebih dari 10-11 meter. Saya sudah kasih warning kalau untuk penyelam tidak boleh menyelam melebihi batas itu,” papar Fida.
Meski begitu Disdamkar Matan Kukar berkomitmen terus berupaya memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat dengan merespons setiap laporan yang masuk secara cepat, tanggap dan sigap.
(Sf/Lo)