Cari disini...
Seputar Kaltim
Pembangunan Pasar Pagi yang diprediksi akan molor, Minggu (28/7/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda, Marnabas Patiroy menyampaikan rencana pemberian subsidi untuk pedagang Pasar Pagi yang kini beroperasi di Mal Mesra Indah.
Marnabas menjelaskan bahwa meskipun para pedagang di Mal Mesra Indah memilih lokasi tersebut secara mandiri, pemerintah tetap akan memberikan bantuan dalam bentuk subsidi, dengan rincian yang sedang dalam tahap pengaturan.
“Di Mal Mesra Indah itu biayanya mahal, bisa sampai Rp70 juta untuk satu tempat pertahunnya,” kata Marnabas saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (1/8/2024).
Untuk itu pihaknya sedang merumuskan pemberian subsidi kepada para pedagang yang ada di Mal Mesra Indah. Terkait dengan besaran yang akan diberikan, Marnabas belum bisa menyebutkan secara pasti.
“Paling tidak setara dengan angka untuk pedagang di Segiri Grosir Samarinda (SGS),” imbuhnya.
Untuk pedagang yang berada di SGS, Marnabas memastikan bahwa mereka akan dijamin tanpa biaya tambahan hingga mereka bisa kembali ke lokasi asal mereka.
Ia membeberkan telah menyiapkan anggaran sekitar Rp9 miliar untuk pembayaran sewa di SGS di tahun ini, dengan Rp7 miliar di antaranya sudah digunakan.
“Untuk di tahun depan sekitar segitu juga, kita komunikasikan dulu dengan Dinas PUPR, estimasi keterlambatannya sampai sejauh mana, kita akan hitung lagi,” tuturnya.
Pada kesempatan itu juga, Marnabas mengungkap penjualan emas di Pasar Pagi sebelum direvitalisasi dapat mencapai 2 kilogram per hari dan menghasilkan miliaran rupiah. Marnabas yakin bahwa dengan penataan dan branding yang tepat, Pasar Pagi akan kembali menjadi pusat utama transaksi emas dan kain di Samarinda.
"Kami berharap pasar pagi yang baru akan menarik lebih banyak pembeli dan memperkuat posisi Samarinda sebagai destinasi utama untuk membeli emas dan kain. Jadi kalau orang datang mau beli emas atau kain, ya datangnya ke Pasar Pagi," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Pembangunan Pasar Pagi yang diprediksi akan molor, Minggu (28/7/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda, Marnabas Patiroy menyampaikan rencana pemberian subsidi untuk pedagang Pasar Pagi yang kini beroperasi di Mal Mesra Indah.
Marnabas menjelaskan bahwa meskipun para pedagang di Mal Mesra Indah memilih lokasi tersebut secara mandiri, pemerintah tetap akan memberikan bantuan dalam bentuk subsidi, dengan rincian yang sedang dalam tahap pengaturan.
“Di Mal Mesra Indah itu biayanya mahal, bisa sampai Rp70 juta untuk satu tempat pertahunnya,” kata Marnabas saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (1/8/2024).
Untuk itu pihaknya sedang merumuskan pemberian subsidi kepada para pedagang yang ada di Mal Mesra Indah. Terkait dengan besaran yang akan diberikan, Marnabas belum bisa menyebutkan secara pasti.
“Paling tidak setara dengan angka untuk pedagang di Segiri Grosir Samarinda (SGS),” imbuhnya.
Untuk pedagang yang berada di SGS, Marnabas memastikan bahwa mereka akan dijamin tanpa biaya tambahan hingga mereka bisa kembali ke lokasi asal mereka.
Ia membeberkan telah menyiapkan anggaran sekitar Rp9 miliar untuk pembayaran sewa di SGS di tahun ini, dengan Rp7 miliar di antaranya sudah digunakan.
“Untuk di tahun depan sekitar segitu juga, kita komunikasikan dulu dengan Dinas PUPR, estimasi keterlambatannya sampai sejauh mana, kita akan hitung lagi,” tuturnya.
Pada kesempatan itu juga, Marnabas mengungkap penjualan emas di Pasar Pagi sebelum direvitalisasi dapat mencapai 2 kilogram per hari dan menghasilkan miliaran rupiah. Marnabas yakin bahwa dengan penataan dan branding yang tepat, Pasar Pagi akan kembali menjadi pusat utama transaksi emas dan kain di Samarinda.
"Kami berharap pasar pagi yang baru akan menarik lebih banyak pembeli dan memperkuat posisi Samarinda sebagai destinasi utama untuk membeli emas dan kain. Jadi kalau orang datang mau beli emas atau kain, ya datangnya ke Pasar Pagi," pungkasnya.
(Sf/Rs)