Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda, Marnabas memberikan keterangan hasil Rapat Koordinasi mengenai Penyaluran Beras Pemerintah. (Foto: Maulana/Seputarfakta com)
Samarinda - Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda, Marnabas menyampaikan ada sekitar 800 ton beras akan didistribukan oleh pemerintah pusat.
Ini berdasarkan hasil Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Pendistribusian Cadangan Pangan Pemerintah. Rencana pendistribusian akan dilakukan sebanyak tiga kali, yakni Maret, April dan Mei tahun 2023.
"Kami akan distribusikan 264 ton dari cadangan pangan pemerintah pusat bagi Kota Samarinda," ungkap Marnabas kepada pewarta seputarfakta.com pada Jum'at (31/3/2023) sore.
Marnabas menyebutkan penyaluran akan dilakukan melalui 59 kelurahan di Kota Tepian. "Penyaluran dilakukan pada Senin mendatang, pembagian tersebut akan disebar melalui 59 Kelurahan dan setiap Kepala Keluarga (KK) berhak mendapatkan 10 kilogram beras," jelasnya.
Waktu penyaluran, kata dia, harus dibagikan seluruhnya dengan tenggat waktu selama 10 hari sebelum Idulfitri tiba. "Kami berusaha agar semua beras ini tersalurkan dalam kurun waktu yang singkat, yakni 10 hari sebelum lebaran sudah terbagi semua," lanjutnya.
Dalam hal ini, Marnabas menyampaikan inflasi di Kota Samarinda masih dalam keadaan stabil, sehingga yang menjadi kekhawatiran saat ini hanyalah beras.
"Melihat bantuan beras dari pusat gratis dan memiliki cadangan pangan, maka kita tidak perlu melakukan operasi pasar murah," terangnya.
Warga yang tidak termasuk ke dalam data dan merasa dirinya berhak, akan dikoordinasikan lebih lanjut oleh Disdag Samarinda.
“Aturannya nanti kalau misalnya ada orang yang sudah pindah, akan segera dirapatkan dan dikoordinasikan akan disalurkan kemana. Jadi berita acaranya sudah jelas dan tersalurkan kepada orang yang berhak,” bebernya.
Disinggung pula adanya komoditas lain yang naik, namun pihaknya tidak berbuat apa-apa. "Bahan yang naik saat ini cuma lombok (Cabai), tapi masih rasional di harga segitu. Kami tidak bisa ikut campur, agar berkembang usaha mereka," tutupnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda, Marnabas memberikan keterangan hasil Rapat Koordinasi mengenai Penyaluran Beras Pemerintah. (Foto: Maulana/Seputarfakta com)
Samarinda - Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda, Marnabas menyampaikan ada sekitar 800 ton beras akan didistribukan oleh pemerintah pusat.
Ini berdasarkan hasil Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Pendistribusian Cadangan Pangan Pemerintah. Rencana pendistribusian akan dilakukan sebanyak tiga kali, yakni Maret, April dan Mei tahun 2023.
"Kami akan distribusikan 264 ton dari cadangan pangan pemerintah pusat bagi Kota Samarinda," ungkap Marnabas kepada pewarta seputarfakta.com pada Jum'at (31/3/2023) sore.
Marnabas menyebutkan penyaluran akan dilakukan melalui 59 kelurahan di Kota Tepian. "Penyaluran dilakukan pada Senin mendatang, pembagian tersebut akan disebar melalui 59 Kelurahan dan setiap Kepala Keluarga (KK) berhak mendapatkan 10 kilogram beras," jelasnya.
Waktu penyaluran, kata dia, harus dibagikan seluruhnya dengan tenggat waktu selama 10 hari sebelum Idulfitri tiba. "Kami berusaha agar semua beras ini tersalurkan dalam kurun waktu yang singkat, yakni 10 hari sebelum lebaran sudah terbagi semua," lanjutnya.
Dalam hal ini, Marnabas menyampaikan inflasi di Kota Samarinda masih dalam keadaan stabil, sehingga yang menjadi kekhawatiran saat ini hanyalah beras.
"Melihat bantuan beras dari pusat gratis dan memiliki cadangan pangan, maka kita tidak perlu melakukan operasi pasar murah," terangnya.
Warga yang tidak termasuk ke dalam data dan merasa dirinya berhak, akan dikoordinasikan lebih lanjut oleh Disdag Samarinda.
“Aturannya nanti kalau misalnya ada orang yang sudah pindah, akan segera dirapatkan dan dikoordinasikan akan disalurkan kemana. Jadi berita acaranya sudah jelas dan tersalurkan kepada orang yang berhak,” bebernya.
Disinggung pula adanya komoditas lain yang naik, namun pihaknya tidak berbuat apa-apa. "Bahan yang naik saat ini cuma lombok (Cabai), tapi masih rasional di harga segitu. Kami tidak bisa ikut campur, agar berkembang usaha mereka," tutupnya.
(Sf/By)