Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan, Haemusri Umar. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Menjelang peringatan Natal dan Tahun Baru 2025, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan meningkatkan pengawasan terhadap pusat perbelanjaan yang menjual parsel dan bahan pangan.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama momen akhir tahun.
“Tim meninjau langsung sejumlah lokasi untuk memastikan tiga aspek utama yakni ketersediaan barang, keterjangkauan harga, serta kelancaran distribusi komoditas,” ucap Kepala Disdag Balikpapan, Haemusri Umar kepada awak media, Jumat (5/12/2025).
Dalam tinjauan tersebut, petugas menemukan tumpukan beras yang diletakkan tanpa palet. Haemusri menyebut penataan seperti itu berisiko mengganggu keamanan pangan karena rawan kontaminasi.
“Maka itu kami pun meminta pengelola segera memperbaiki cara penyimpanan,” jelasnya.
Disdag juga memeriksa kelayakan produk dalam paket parsel, termasuk mengecek masa kedaluwarsa. Dari hasil pengecekan, seluruh produk yang dijajakan masih memenuhi standar keamanan pangan.
Terkait harga, Haemusri menyebut sebagian besar bahan pokok di Balikpapan masih stabil. Namun komoditas bumbu seperti cabai, tomat, dan bawang mulai mengalami kenaikan jelang Natal dan Tahun Baru.
“Kami mengingatkan pedagang agar tidak menaikkan harga di luar ketentuan harga eceran tertinggi (HET),” ingatkannya.
Pemerintah, lanjutnya, tidak segan menjatuhkan sanksi bagi pedagang yang menjual komoditas melebihi harga yang ditetapkan, termasuk pencabutan izin usaha sesuai aturan.
Haemusri juga menegaskan penerapan aturan penjualan barang tertentu pada retail modern, meski ketentuan tersebut tidak berlaku bagi toko grosir.
“Harapannya pengawasan ini dapat menjaga stabilitas harga, sehingga masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan aman dan nyaman tanpa gejolak di pasar,” pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan, Haemusri Umar. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Menjelang peringatan Natal dan Tahun Baru 2025, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan meningkatkan pengawasan terhadap pusat perbelanjaan yang menjual parsel dan bahan pangan.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama momen akhir tahun.
“Tim meninjau langsung sejumlah lokasi untuk memastikan tiga aspek utama yakni ketersediaan barang, keterjangkauan harga, serta kelancaran distribusi komoditas,” ucap Kepala Disdag Balikpapan, Haemusri Umar kepada awak media, Jumat (5/12/2025).
Dalam tinjauan tersebut, petugas menemukan tumpukan beras yang diletakkan tanpa palet. Haemusri menyebut penataan seperti itu berisiko mengganggu keamanan pangan karena rawan kontaminasi.
“Maka itu kami pun meminta pengelola segera memperbaiki cara penyimpanan,” jelasnya.
Disdag juga memeriksa kelayakan produk dalam paket parsel, termasuk mengecek masa kedaluwarsa. Dari hasil pengecekan, seluruh produk yang dijajakan masih memenuhi standar keamanan pangan.
Terkait harga, Haemusri menyebut sebagian besar bahan pokok di Balikpapan masih stabil. Namun komoditas bumbu seperti cabai, tomat, dan bawang mulai mengalami kenaikan jelang Natal dan Tahun Baru.
“Kami mengingatkan pedagang agar tidak menaikkan harga di luar ketentuan harga eceran tertinggi (HET),” ingatkannya.
Pemerintah, lanjutnya, tidak segan menjatuhkan sanksi bagi pedagang yang menjual komoditas melebihi harga yang ditetapkan, termasuk pencabutan izin usaha sesuai aturan.
Haemusri juga menegaskan penerapan aturan penjualan barang tertentu pada retail modern, meski ketentuan tersebut tidak berlaku bagi toko grosir.
“Harapannya pengawasan ini dapat menjaga stabilitas harga, sehingga masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan aman dan nyaman tanpa gejolak di pasar,” pungkasnya.
(Sf/Rs)