Cari disini...
Seputar Kaltim
Kondisi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di luar area Pasar Tradisonal Pandansari, Balikpapan Barat. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Banyaknya pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di luar area Pasar Tradisional Pandansari, Balikpapan Barat, membuat kawasan itu terlihat kumuh dan semerawut.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Balikpapan Haemusri Umar mengatakan Pemerintah kota (Pemkot) Balikpapan terus berupaya melakuan penataan dan penertiban di kawasan tersebut.
Hal itu juga mendapat respon baik dari para pedagang. Sebab sebelumnya, pihaknya telah melakukan sosialisasi terkait rencana penetiban.
"Kami juga menjelaskan gambaran untuk Tempat Penempatan Sementara (TPS) para pedagang dari luar ke dalam area pasar," ucap Haemusri kepada awak media, Sabtu (27/1/2024).
Untuk jumlah TPS yang ada saat ini sebanyak 146 petak dan itu bisa menampung seluruh pedagang dengan zonasi pengelompokan.
"Tetapi sekarang belum diundi. Untuk pengundian lotre lapak pedagang, bakal dimulai dalam waktu dekat. Saya mau optimalkan itu, sehingga semua pedagang masuk ke area pasar," harapnya.
Tidak hanya 146 petak saja, pihaknya juga akan menambah petak untuk zonasi para pedagang, tepatnya masih di dekat TPS yang berada di area dalam pasar.
"Target penambahan petak perkiraan lima bulan selesai. Itu baru orientasi lapangan," akunya.
Dengan adanya penambahan petak, ia berharap ini bisa menampung para pedagang, sembari melakukan penataan pasar dengan memperbaiki lapak baik sarana prasarana hingga utilitas.
"Dan setelah proses penataan pasar rampung, seluruh pedagang akan masuk berjualan di lapak yang sudah disedikan," ungkapnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kondisi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di luar area Pasar Tradisonal Pandansari, Balikpapan Barat. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Banyaknya pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di luar area Pasar Tradisional Pandansari, Balikpapan Barat, membuat kawasan itu terlihat kumuh dan semerawut.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Balikpapan Haemusri Umar mengatakan Pemerintah kota (Pemkot) Balikpapan terus berupaya melakuan penataan dan penertiban di kawasan tersebut.
Hal itu juga mendapat respon baik dari para pedagang. Sebab sebelumnya, pihaknya telah melakukan sosialisasi terkait rencana penetiban.
"Kami juga menjelaskan gambaran untuk Tempat Penempatan Sementara (TPS) para pedagang dari luar ke dalam area pasar," ucap Haemusri kepada awak media, Sabtu (27/1/2024).
Untuk jumlah TPS yang ada saat ini sebanyak 146 petak dan itu bisa menampung seluruh pedagang dengan zonasi pengelompokan.
"Tetapi sekarang belum diundi. Untuk pengundian lotre lapak pedagang, bakal dimulai dalam waktu dekat. Saya mau optimalkan itu, sehingga semua pedagang masuk ke area pasar," harapnya.
Tidak hanya 146 petak saja, pihaknya juga akan menambah petak untuk zonasi para pedagang, tepatnya masih di dekat TPS yang berada di area dalam pasar.
"Target penambahan petak perkiraan lima bulan selesai. Itu baru orientasi lapangan," akunya.
Dengan adanya penambahan petak, ia berharap ini bisa menampung para pedagang, sembari melakukan penataan pasar dengan memperbaiki lapak baik sarana prasarana hingga utilitas.
"Dan setelah proses penataan pasar rampung, seluruh pedagang akan masuk berjualan di lapak yang sudah disedikan," ungkapnya.
(Sf/By)