Seputar Kaltim

    Disbudpar Tak Siapkan Anggaran, Pemilihan Duta Wisata PPU Absen 2026

    Penulis:Cindy|Redaktur:Lodya A
    10 September 2026 pukul 11:08 WITA

    Kabid Pariwisata dan Ekraf Disbudpar PPU, Yudhistira Arlianta. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tidak menggelar pemilihan Duta Wisata dan Putri Pariwisata pada 2026. Seleksi tingkat kabupaten terakhir dilaksanakan pada 2025.

    Kepala Bidang Pariwisata dan Ekraf Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) PPU, Yudhistira Arlianta, mengatakan kegiatan tersebut sejak awal memang tidak masuk dalam perencanaan anggaran 2026.

    Keputusan itu diambil setelah Disbudpar PPU mendapat informasi dari Dinas Pariwisata Kalimantan Timur bahwa pemilihan Duta Wisata dan Putri Pariwisata tingkat provinsi juga tidak dilaksanakan tahun ini.

    "Kalau dari awal informasinya tidak ada pemilihan di provinsi, kami juga tidak bisa menganggarkan kegiatan di kabupaten," ujar Yudhistira, Rabu (9/9/2026).

    Belakangan, agenda di tingkat provinsi berubah. Pemilihan Duta Wisata Kaltim dipastikan kembali digelar setelah terjadi pergantian kepala Dinas Pariwisata Kaltim. Grand final dijadwalkan November 2026.

    Perubahan itu membuat PPU kini tidak memiliki hasil seleksi baru untuk dikirim ke tingkat provinsi. Disbudpar pun mempertimbangkan finalis hasil pemilihan 2025 sebagai wakil daerah.

    "Jadi yang kami pikirkan sekarang bagaimana tetap ada yang dikirim. Salah satu opsinya melalui Adwindo dengan melihat finalis tahun lalu," katanya.

    Finalis yang dipertimbangkan berasal dari peraih juara kedua atau ketiga pada pemilihan tahun lalu. Mekanisme penunjukan akan dibahas melalui Asosiasi Duta Wisata Indonesia (Adwindo) PPU.

    Menurut Yudhistira, PPU selama ini memiliki catatan cukup baik dalam kompetisi tingkat Kaltim karena perwakilannya konsisten masuk lima besar.

    "Sayang kalau tahun ini tidak ada yang mewakili PPU," ucapnya.

    Persoalan lain muncul pada kebutuhan biaya keberangkatan. Pelatihan, pembekalan, tata rias dan busana peserta tetap harus disiapkan, sementara anggaran khusus untuk kegiatan tersebut tidak tersedia.

    Disebutkan, Adwindo tengah bergerak mencari dukungan sponsor. Disbudpar juga meminta Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk melihat kebutuhan yang memungkinkan diakomodasi melalui kegiatan dinas.

    "Dari RAB itu kami bisa melihat kebutuhan mana yang memungkinkan didukung melalui kegiatan dinas," ujarnya.

    PPU direncanakan mengirim tiga peserta ke tingkat Kaltim, terdiri dari sepasang Duta Wisata dan satu kandidat Putri Pariwisata.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Disbudpar Tak Siapkan Anggaran, Pemilihan Duta Wisata PPU Absen 2026

    Penulis:Cindy|Redaktur:Lodya A
    10 September 2026 pukul 11:08 WITA

    Kabid Pariwisata dan Ekraf Disbudpar PPU, Yudhistira Arlianta. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tidak menggelar pemilihan Duta Wisata dan Putri Pariwisata pada 2026. Seleksi tingkat kabupaten terakhir dilaksanakan pada 2025.

    Kepala Bidang Pariwisata dan Ekraf Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) PPU, Yudhistira Arlianta, mengatakan kegiatan tersebut sejak awal memang tidak masuk dalam perencanaan anggaran 2026.

    Keputusan itu diambil setelah Disbudpar PPU mendapat informasi dari Dinas Pariwisata Kalimantan Timur bahwa pemilihan Duta Wisata dan Putri Pariwisata tingkat provinsi juga tidak dilaksanakan tahun ini.

    "Kalau dari awal informasinya tidak ada pemilihan di provinsi, kami juga tidak bisa menganggarkan kegiatan di kabupaten," ujar Yudhistira, Rabu (9/9/2026).

    Belakangan, agenda di tingkat provinsi berubah. Pemilihan Duta Wisata Kaltim dipastikan kembali digelar setelah terjadi pergantian kepala Dinas Pariwisata Kaltim. Grand final dijadwalkan November 2026.

    Perubahan itu membuat PPU kini tidak memiliki hasil seleksi baru untuk dikirim ke tingkat provinsi. Disbudpar pun mempertimbangkan finalis hasil pemilihan 2025 sebagai wakil daerah.

    "Jadi yang kami pikirkan sekarang bagaimana tetap ada yang dikirim. Salah satu opsinya melalui Adwindo dengan melihat finalis tahun lalu," katanya.

    Finalis yang dipertimbangkan berasal dari peraih juara kedua atau ketiga pada pemilihan tahun lalu. Mekanisme penunjukan akan dibahas melalui Asosiasi Duta Wisata Indonesia (Adwindo) PPU.

    Menurut Yudhistira, PPU selama ini memiliki catatan cukup baik dalam kompetisi tingkat Kaltim karena perwakilannya konsisten masuk lima besar.

    "Sayang kalau tahun ini tidak ada yang mewakili PPU," ucapnya.

    Persoalan lain muncul pada kebutuhan biaya keberangkatan. Pelatihan, pembekalan, tata rias dan busana peserta tetap harus disiapkan, sementara anggaran khusus untuk kegiatan tersebut tidak tersedia.

    Disebutkan, Adwindo tengah bergerak mencari dukungan sponsor. Disbudpar juga meminta Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk melihat kebutuhan yang memungkinkan diakomodasi melalui kegiatan dinas.

    "Dari RAB itu kami bisa melihat kebutuhan mana yang memungkinkan didukung melalui kegiatan dinas," ujarnya.

    PPU direncanakan mengirim tiga peserta ke tingkat Kaltim, terdiri dari sepasang Duta Wisata dan satu kandidat Putri Pariwisata.

    (Sf/Lo)