Seputar Kaltim

    Disbudpar PPU Dorong Pokdarwis Segera Bangun Fasilitas Wisata Mangrove dari Hibah Rp140 Juta

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    11 Mei 2026 pukul 16:31 WITA

    Kepala Dinas Kebudyaaan dan Pariwisata (Disbudpar) PPU, Safwana. (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)

    Penajam - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendorong Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di kawasan Ekowisata Mangrove Kampung Baru agar segera membangun fasilitas penunjang wisata melalui hibah program Mangrove for Coastal Resilience (M4CR) senilai Rp140 juta.

    Kepala Disbudpar PPU, Safwana, mengatakan kontrak swakelola bantuan pemerintah kepada masyarakat dalam bentuk hibah usaha produktif itu telah ditandatangani. 

    Karena itu, pelaksanaan pembangunan diharapkan dapat segera berjalan.

    "Sudah dilakukan penandatanganan kontrak swakelola bantuan pemerintah kepada masyarakat dalam bentuk hibah usaha produktif. Nilainya Rp140 juta, harapannya segera dijalankan," kata Safwana, Senin (11/5/2026).

    Ia menjelaskan, dukungan anggaran tersebut merupakan tindak lanjut dari usulan Pokdarwis pada tahun sebelumnya kepada pemerintah pusat lewat Pj Bupati PPU, Zainal Arifin, yang saat ini menjabat Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (Ditjen PDASRH) Kementerian Kehutanan.

    Menurut Safwana, program Kementerian Kehutanan yang bekerja sama dengan World Bank itu diharapkan dapat berjalan berkelanjutan dan tidak berhenti hanya pada tahap awal pembangunan fasilitas.

    "Ini tahap awal hibah Kementerian Kehutanan bekerja sama dengan Bank Dunia untuk membangun fasilitas di kawasan mangrove. Usulannya dari Pokdarwis dan mereka juga yang melaksanakan," ujarnya.

    Adapun peruntukan hibah tersebut telah disepakati untuk pembangunan tiga titik swafoto, satu gazebo dan satu toilet di kawasan wisata mangrove Kampung Baru.

    Safwana menyebut pemerintah daerah akan terus melakukan monitoring bersama tim dari Kementerian Kehutanan dan World Bank terhadap pelaksanaan program.

    "Kalau sudah dilaksanakan, nanti tahap selanjutnya bisa diusulkan lagi untuk kegiatan yang lain," katanya.

    Ia menambahkan, potensi Ekowisata Mangrove Kampung Baru dinilai masih sangat besar untuk dikembangkan, termasuk penambahan akses wisata menuju kawasan laut.

    "Yang bisa ditingkatkan nanti penambahan panjang jembatan sekitar 200 meter ke arah laut, termasuk pengembangan di sisi kanan kirinya. Itu sejalan dengan tujuan kepala daerah untuk mendekatkan akses ke gusung, wisata bahari di tengah laut," tutupnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Disbudpar PPU Dorong Pokdarwis Segera Bangun Fasilitas Wisata Mangrove dari Hibah Rp140 Juta

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    11 Mei 2026 pukul 16:31 WITA

    Kepala Dinas Kebudyaaan dan Pariwisata (Disbudpar) PPU, Safwana. (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)

    Penajam - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendorong Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di kawasan Ekowisata Mangrove Kampung Baru agar segera membangun fasilitas penunjang wisata melalui hibah program Mangrove for Coastal Resilience (M4CR) senilai Rp140 juta.

    Kepala Disbudpar PPU, Safwana, mengatakan kontrak swakelola bantuan pemerintah kepada masyarakat dalam bentuk hibah usaha produktif itu telah ditandatangani. 

    Karena itu, pelaksanaan pembangunan diharapkan dapat segera berjalan.

    "Sudah dilakukan penandatanganan kontrak swakelola bantuan pemerintah kepada masyarakat dalam bentuk hibah usaha produktif. Nilainya Rp140 juta, harapannya segera dijalankan," kata Safwana, Senin (11/5/2026).

    Ia menjelaskan, dukungan anggaran tersebut merupakan tindak lanjut dari usulan Pokdarwis pada tahun sebelumnya kepada pemerintah pusat lewat Pj Bupati PPU, Zainal Arifin, yang saat ini menjabat Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (Ditjen PDASRH) Kementerian Kehutanan.

    Menurut Safwana, program Kementerian Kehutanan yang bekerja sama dengan World Bank itu diharapkan dapat berjalan berkelanjutan dan tidak berhenti hanya pada tahap awal pembangunan fasilitas.

    "Ini tahap awal hibah Kementerian Kehutanan bekerja sama dengan Bank Dunia untuk membangun fasilitas di kawasan mangrove. Usulannya dari Pokdarwis dan mereka juga yang melaksanakan," ujarnya.

    Adapun peruntukan hibah tersebut telah disepakati untuk pembangunan tiga titik swafoto, satu gazebo dan satu toilet di kawasan wisata mangrove Kampung Baru.

    Safwana menyebut pemerintah daerah akan terus melakukan monitoring bersama tim dari Kementerian Kehutanan dan World Bank terhadap pelaksanaan program.

    "Kalau sudah dilaksanakan, nanti tahap selanjutnya bisa diusulkan lagi untuk kegiatan yang lain," katanya.

    Ia menambahkan, potensi Ekowisata Mangrove Kampung Baru dinilai masih sangat besar untuk dikembangkan, termasuk penambahan akses wisata menuju kawasan laut.

    "Yang bisa ditingkatkan nanti penambahan panjang jembatan sekitar 200 meter ke arah laut, termasuk pengembangan di sisi kanan kirinya. Itu sejalan dengan tujuan kepala daerah untuk mendekatkan akses ke gusung, wisata bahari di tengah laut," tutupnya.

    (Sf/Rs)