Cari disini...
Seputar Kaltim
Pengerjaan pembangunan kios cindramata dan kuliner di Kawasan Pintu Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Derawan, di Dermaga Sidayang. (Foto: istimewa)
Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten Berau, melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), tengah melaksanakan pembangunan sarana amenitas dasar dan amenitas atraksi pariwisata di Kawasan Pintu Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Derawan, tepatnya di Dermaga Sidayang, Kampung Tanjung Batu.
Kepala Disbudpar Berau, Ilyas Natsir melalui Staf Teknis atau Pengawas Kepariwisataan, Andi Nursyamsi mengatakan, Pekerjaan tersebut adalah pembangunan kios cindramata dan kuliner. Pembangunan tersebut, merupakan pengerjaan bertahap.
Pembangunan ini dimulai dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik pariwisata tahun 2023 sebesar Rp 1.001.360.000, kemudian mendapat tambahan anggaran dari APBD Perubahan 2024 sebesar Rp 2,7 miliar. Ia juga menyampaikan hingga awal Desember, pembangunan telah mencapai 84 persen.
Selain itu, ia mengatakan pembangunan sentra tersebut terbagi menjadi dua tahap untuk tahun 2024 ini. Pertama, melalui anggaran DAK fisik kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif (Kemenparekraf) senilai Rp 5,4 miliar.
"Karena keterbatasan anggaran, kami kembali mengusulkan penambahan anggaran untuk menyempurnakan pembangunan sentra cinderamata tersebut. Jadi, ada peningkatan kualitas, tapi tidak merubah masterplan yang telah disusun," ujar Staf Teknis atau Pengawas Kepariwisataan, Andi Nursyamsi.
Dirinya juga menyampaikan, lahan yang digunakan untuk pembangunan sentra cinderamata merupakan lahan milik Dinas Perikanan (Diskan) Berau.
"Rencana pembangunan ini akan ada 15 Kios Kuliner, 18 Kios Oleh-Oleh, Fasilitas Toilet dan Musolah, Tourist Information Center (TIC) dan Taman di Halaman Dermaga Si Dayang," ungkapnya.
Ia menjelaskan fasilitas TIC dapat dimanfaatkan sebagai galeri penjualan UMKM pada lantai dasarnya. Sementara lantai dua bisa dipakai sebagai ruang serbaguna.
"Para pedagang yang akan mengisi kios cinderamata dan kuliner sudah didata sejak awal sebelum pembangunan sentra tersebut dilakukan. Tentunya dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar bersama pemerintah kampung dan kecamatan, dibantu kelompok sadar wisata (Pokdarwis)," katanya.
Ia menyampaikan, meskipun terdapat beberapa kendala dalam pembangunan, pihak Disbudpar menargetkan proyek ini rampung pada akhir tahun 2024. Progres pembangunan akan dilaporkan kepada pemerintah pusat untuk pertimbangan penyaluran DAK fisik tahun mendatang.
"Dengan adanya sentra cindramata ini, diharapkan dapat meningkatkan perputaran ekonomi di Kecamatan Pulau Derawan, terutama di Kampung Tanjung Batu," ungkapnya.
Selain itu, ia berharap agar pemerintah kampung dapat mandiri dan meningkatkan Pendapatan Asli Kampung (PAK) melalui pengelolaan kios ini.
Berdasarkan kebijakan terbaru di tahun 2025, pemerintah berencana untuk menghentikan DAK fisik, Namun tidak mengunci sepenuhnya. Hal itu lantaran, adanya masih dalam masa transisi peralihan, dan kementerian terbagi menjadi dua, yakni Kementerian Pariwisata dan Kementerian Ekraf.
"Kalau tahun 2026 ada DAK fisik lagi, kami akan menyasar lokasi lain yang lebih membutuhkan. Karena di Tanjung Batu kami nilai sudah cukup," pungkasnya.
Andi berharap dengan semua usaha ini, Kabupaten Berau dapat lebih menarik sebagai destinasi pariwisata dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Pengerjaan pembangunan kios cindramata dan kuliner di Kawasan Pintu Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Derawan, di Dermaga Sidayang. (Foto: istimewa)
Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten Berau, melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), tengah melaksanakan pembangunan sarana amenitas dasar dan amenitas atraksi pariwisata di Kawasan Pintu Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Derawan, tepatnya di Dermaga Sidayang, Kampung Tanjung Batu.
Kepala Disbudpar Berau, Ilyas Natsir melalui Staf Teknis atau Pengawas Kepariwisataan, Andi Nursyamsi mengatakan, Pekerjaan tersebut adalah pembangunan kios cindramata dan kuliner. Pembangunan tersebut, merupakan pengerjaan bertahap.
Pembangunan ini dimulai dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik pariwisata tahun 2023 sebesar Rp 1.001.360.000, kemudian mendapat tambahan anggaran dari APBD Perubahan 2024 sebesar Rp 2,7 miliar. Ia juga menyampaikan hingga awal Desember, pembangunan telah mencapai 84 persen.
Selain itu, ia mengatakan pembangunan sentra tersebut terbagi menjadi dua tahap untuk tahun 2024 ini. Pertama, melalui anggaran DAK fisik kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif (Kemenparekraf) senilai Rp 5,4 miliar.
"Karena keterbatasan anggaran, kami kembali mengusulkan penambahan anggaran untuk menyempurnakan pembangunan sentra cinderamata tersebut. Jadi, ada peningkatan kualitas, tapi tidak merubah masterplan yang telah disusun," ujar Staf Teknis atau Pengawas Kepariwisataan, Andi Nursyamsi.
Dirinya juga menyampaikan, lahan yang digunakan untuk pembangunan sentra cinderamata merupakan lahan milik Dinas Perikanan (Diskan) Berau.
"Rencana pembangunan ini akan ada 15 Kios Kuliner, 18 Kios Oleh-Oleh, Fasilitas Toilet dan Musolah, Tourist Information Center (TIC) dan Taman di Halaman Dermaga Si Dayang," ungkapnya.
Ia menjelaskan fasilitas TIC dapat dimanfaatkan sebagai galeri penjualan UMKM pada lantai dasarnya. Sementara lantai dua bisa dipakai sebagai ruang serbaguna.
"Para pedagang yang akan mengisi kios cinderamata dan kuliner sudah didata sejak awal sebelum pembangunan sentra tersebut dilakukan. Tentunya dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar bersama pemerintah kampung dan kecamatan, dibantu kelompok sadar wisata (Pokdarwis)," katanya.
Ia menyampaikan, meskipun terdapat beberapa kendala dalam pembangunan, pihak Disbudpar menargetkan proyek ini rampung pada akhir tahun 2024. Progres pembangunan akan dilaporkan kepada pemerintah pusat untuk pertimbangan penyaluran DAK fisik tahun mendatang.
"Dengan adanya sentra cindramata ini, diharapkan dapat meningkatkan perputaran ekonomi di Kecamatan Pulau Derawan, terutama di Kampung Tanjung Batu," ungkapnya.
Selain itu, ia berharap agar pemerintah kampung dapat mandiri dan meningkatkan Pendapatan Asli Kampung (PAK) melalui pengelolaan kios ini.
Berdasarkan kebijakan terbaru di tahun 2025, pemerintah berencana untuk menghentikan DAK fisik, Namun tidak mengunci sepenuhnya. Hal itu lantaran, adanya masih dalam masa transisi peralihan, dan kementerian terbagi menjadi dua, yakni Kementerian Pariwisata dan Kementerian Ekraf.
"Kalau tahun 2026 ada DAK fisik lagi, kami akan menyasar lokasi lain yang lebih membutuhkan. Karena di Tanjung Batu kami nilai sudah cukup," pungkasnya.
Andi berharap dengan semua usaha ini, Kabupaten Berau dapat lebih menarik sebagai destinasi pariwisata dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
(Sf/Rs)