Cari disini...
Seputar Kaltim
Salah satu meteran air milik warga Jalan Pesut, Tenggarong yang telah dicuri maling (Dok: istimewa)
Tenggarong - Direktur Utama Perumda Tirta Mahakam, Suparno, mengaku menerima laporan meteran air di sejumlah wilayah Kutai Kartanegara (Kukar) hilang dicuri.
Dalam beberapa hari terakhir, kata Suparno Perumda Tirta Mahakam banyak menerima laporan kehilangan meteran air dari para pelanggan.
“Di awal tahun ini ada banyak laporan kehilangan karena aksi pencurian meteran air ini sudah menjadi fenomena musiman setiap tahun. Yang marak itu terjadi di Tenggarong, Tenggarong Seberang, Loa Lepu dan lainnya,” ujar Suparno, Minggu (22/2/2026).
Dampak yang ditimbulkan dari insiden kehilangan meteran air ini dapat memengaruhi proses distribusi, serta mengakibatkan kerugian bagi Perumda Tirta Mahakam.
Lantaran, air terus mengucur keluar secara sia-sia akibat instalasi yang terbuka.
Suparno menegaskan tidak akan segan untuk melaporkan pelaku pencurian ke kantor polisi apabila memang kedapatan terbukti mencuri meteran air di wilayah Kukar.
Langkah ini diambil bertujuan untuk memberikan efek jera kepada pelaku serta mengakhiri maraknya insiden kehilangan meteran air.
“Kalau sampai pelakunya ketemu, maka tentu akan kita laporkan ke polisi,” tegasnya.
Ia mengajak masyarakat, khususnya para pelanggan Perumda Tirta Mahakam untuk berperan aktif dalam melaporkan setiap aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar, terutama yang berkaitan dengan keberadaan dan kondisi meteran air.
Menurutnya, setiap informasi dari masyarakat sangat penting dalam mengungkap pencuri meteran air yang selama ini keberadaannya telah meresahkan.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri, jadi setiap informasi yang diperoleh dari masyarakat akan sangat membantu kita agar pelayanan Perumda Tirta Mahakam dapat berjalan maksimal,” tandasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Salah satu meteran air milik warga Jalan Pesut, Tenggarong yang telah dicuri maling (Dok: istimewa)
Tenggarong - Direktur Utama Perumda Tirta Mahakam, Suparno, mengaku menerima laporan meteran air di sejumlah wilayah Kutai Kartanegara (Kukar) hilang dicuri.
Dalam beberapa hari terakhir, kata Suparno Perumda Tirta Mahakam banyak menerima laporan kehilangan meteran air dari para pelanggan.
“Di awal tahun ini ada banyak laporan kehilangan karena aksi pencurian meteran air ini sudah menjadi fenomena musiman setiap tahun. Yang marak itu terjadi di Tenggarong, Tenggarong Seberang, Loa Lepu dan lainnya,” ujar Suparno, Minggu (22/2/2026).
Dampak yang ditimbulkan dari insiden kehilangan meteran air ini dapat memengaruhi proses distribusi, serta mengakibatkan kerugian bagi Perumda Tirta Mahakam.
Lantaran, air terus mengucur keluar secara sia-sia akibat instalasi yang terbuka.
Suparno menegaskan tidak akan segan untuk melaporkan pelaku pencurian ke kantor polisi apabila memang kedapatan terbukti mencuri meteran air di wilayah Kukar.
Langkah ini diambil bertujuan untuk memberikan efek jera kepada pelaku serta mengakhiri maraknya insiden kehilangan meteran air.
“Kalau sampai pelakunya ketemu, maka tentu akan kita laporkan ke polisi,” tegasnya.
Ia mengajak masyarakat, khususnya para pelanggan Perumda Tirta Mahakam untuk berperan aktif dalam melaporkan setiap aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar, terutama yang berkaitan dengan keberadaan dan kondisi meteran air.
Menurutnya, setiap informasi dari masyarakat sangat penting dalam mengungkap pencuri meteran air yang selama ini keberadaannya telah meresahkan.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri, jadi setiap informasi yang diperoleh dari masyarakat akan sangat membantu kita agar pelayanan Perumda Tirta Mahakam dapat berjalan maksimal,” tandasnya.
(Sf/Rs)