Cari disini...
Seputar Kaltim
Sejumlah warga mendatangi lokasi proyek Terowongan Samarinda untuk protes Kamis (16/10/2025) dini hari.
Samarinda - Manager Pelaksana Proyek Pembangunan Terowongan Selili, Samarinda Bili, akhirnya buka suara saat puluhan warga menggeruduk lokasi pembangunan terowongan di Jalan Kakap, Kota Samarinda, Kamis (16/10/2025) dini hari.
Bili menjelaskan, pihaknya tengah mengerjakan pengujian fondasi di luar terowong yang berada di sisi Jalan Kakap dengan metode Pile Driving Analysis (PDA) Test.
"Kami (sedang) ada pengujian fondasi. Fondasi susah selesai dan lazim dilakukan PDA Test untuk mengetahui daya dukung fondasinya," jelas Bili, di lokasi.
Untuk diketahui, metode PDA Test, dilakukan ketika fondasi di kontruksi bangunan rampung dikerjakan. Dengan cara pengujian dinamis non-destruktif pada tiang pancang yang dilakukan selama proses pemancangan untuk menganalisis daya dukung dan integritas tiang secara cepat.
Metode ini menggunakan sensor seperti accelerometer dan strain gauge yang dipasang pada tiang pancang untuk merekam respons tiang terhadap pukulan palu hammer. Data yang direkam kemudian dianalisis untuk menilai kapasitas tiang, tegangan internal, dan mendeteksi kerusakan struktural.
Hanya saja, terang Bili, pengujian sejatinya hendak dilakukan sore hari. Tetapi, karena terjadi hujan, maka pengujian dialihkan ke malam hari.
Pengujiannya sendiri, dilakukan sebanyak dua kali dengan menggunakan palu hammer dengan beban 6 ton.
Hantaman ini lah yang menjadi alasan terjadinya getaran hingga berdampak ke rumah warga sekitar terowongan.
"Pengujian sudah selesai da tidak ada lagi pengujian selanjutnya. Tetapi memang pengerjaan ini mengganggu warga sekitar. Karena dilakukan pada malam hari," imbuhnya.
Sebelumnya diberitakan, puluhan Warga RT 19 Kelurahan Sungai Dama, Kecamatan Samarinda Ilir, dibuat geram dan melakukan aksi protes di lokasi yang sempat disambangi Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming itu.
Diduga, ada material berat yang jatuh beberapa kali hingga menyebabkan getaran kuat yang berdampak pada rumah warga yang berada tepat disisi atas pintu masuk terowongan.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Sejumlah warga mendatangi lokasi proyek Terowongan Samarinda untuk protes Kamis (16/10/2025) dini hari.
Samarinda - Manager Pelaksana Proyek Pembangunan Terowongan Selili, Samarinda Bili, akhirnya buka suara saat puluhan warga menggeruduk lokasi pembangunan terowongan di Jalan Kakap, Kota Samarinda, Kamis (16/10/2025) dini hari.
Bili menjelaskan, pihaknya tengah mengerjakan pengujian fondasi di luar terowong yang berada di sisi Jalan Kakap dengan metode Pile Driving Analysis (PDA) Test.
"Kami (sedang) ada pengujian fondasi. Fondasi susah selesai dan lazim dilakukan PDA Test untuk mengetahui daya dukung fondasinya," jelas Bili, di lokasi.
Untuk diketahui, metode PDA Test, dilakukan ketika fondasi di kontruksi bangunan rampung dikerjakan. Dengan cara pengujian dinamis non-destruktif pada tiang pancang yang dilakukan selama proses pemancangan untuk menganalisis daya dukung dan integritas tiang secara cepat.
Metode ini menggunakan sensor seperti accelerometer dan strain gauge yang dipasang pada tiang pancang untuk merekam respons tiang terhadap pukulan palu hammer. Data yang direkam kemudian dianalisis untuk menilai kapasitas tiang, tegangan internal, dan mendeteksi kerusakan struktural.
Hanya saja, terang Bili, pengujian sejatinya hendak dilakukan sore hari. Tetapi, karena terjadi hujan, maka pengujian dialihkan ke malam hari.
Pengujiannya sendiri, dilakukan sebanyak dua kali dengan menggunakan palu hammer dengan beban 6 ton.
Hantaman ini lah yang menjadi alasan terjadinya getaran hingga berdampak ke rumah warga sekitar terowongan.
"Pengujian sudah selesai da tidak ada lagi pengujian selanjutnya. Tetapi memang pengerjaan ini mengganggu warga sekitar. Karena dilakukan pada malam hari," imbuhnya.
Sebelumnya diberitakan, puluhan Warga RT 19 Kelurahan Sungai Dama, Kecamatan Samarinda Ilir, dibuat geram dan melakukan aksi protes di lokasi yang sempat disambangi Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming itu.
Diduga, ada material berat yang jatuh beberapa kali hingga menyebabkan getaran kuat yang berdampak pada rumah warga yang berada tepat disisi atas pintu masuk terowongan.
(Sf/Rs)