Cari disini...
Seputar Kaltim
Apel Operasi Ketupat Mahakam 2025 di Halaman Mako Polres Berau pada pada Kamis (21/3/2025) sore. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Jajaran kepolisian di seluruh Indonesia tengah melaksanakan Operasi Ketupat tahun 2025 dengan mengangkat tema "Mudik Aman, Keluarga Nyaman". Dalam rangka pengamanan mudik serta perayaan hari raya Idulfitri.
Berdasarkan perkiraan pemerintah, puncak arus mudik akan terjadi mulai dari tanggal 28-30 Maret 2025 dan puncak arus balik diprediksi akan terjadi pada tanggal 5-7 April 2025.
Menanggapi hal itu, Kapolres Berau, AKBP Khairul Basyar mengatakan, Polres Berau telah menyiapkan 635 personel tim gabungan dari stakholder. Selain itu, pihaknya telah menyiapkan tujuh posko yang terdiri satu posko terpadu, dua posko pelayanan dan empat pos pengamanan.
"Nanti, di pos pengamanan dan terpadu kita siapkan juga sarana pemantau cuaca terutama di Dermaga Tanjung Batu. Sehingga masyarakat bisa memantau kondisi cuaca sebelum menyebrang ke Pulau Derawan atau Maratua," ujar AKBP Khairul Basyar.
Ia mengatakan, dengan memeriksakan kesiapan infrastruktur dan transportasi yang akan digunakan masyarakat, faktor-faktor potensi kerawanan dan sumbatan di jalan raya, terapkan rekayasa lalu lintas secara terukur dan terkoordinasi. Sementara itu, dirinya juga meminta seluruh Kapolsek di Kabupaten Berau untuk membantu memantau rumah yang ditinggal mudik oleh masyarakat.
"Jadi sebelum mudik atau berpegian masyarakat wajib melaporkan ke Polsek terdekat. Tentunya, pos-pos yang digelar harus mampu memberikan pelayanan prima dan pengamanan optimal," tungkasnya.
Sementara itu, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas mengatakan, menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya tugas kepolisian, melainkan pekerjaan bersama termasuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
"Kita akan lakukan kolaborasi sinergitas untuk memastikan kondisi yang aman kemudian masyarakat bisa terlayani secara baik," kata Sri Juniarsih.
Ia pun mengakui, disaat memasuki libur lebaran mobilisasi masyarakat akan jauh lebih banyak. Sehingga pihaknya akan berupaya untuk memastikan kerja sama dengan aparat kecamatan, kelurahan hingga tingkat RT untuk tetap mengantisipasi bila terjadi gangguan-gangguan di masyarakat.
Selain itu, dirinya juga menghimbau bagi masyarakat yang ingin meninggalkan rumah dengan jangka waktu yang lama atau berlibur, maka sebelum meninggalkan rumah pastikan dengan kondisi aman dan berkoordinasi dengan tetangga sekitar untuk memgawasi rumah selama ditinggal mudik.
"Kita berharap masyarakat yang ingin melakukan mudik atau keluar daerah untuk memastikan keamanan paling tidak kepada tetangga agar rumah tersebut dipastikan aman dan tidak terjadi kebakaran," tandasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Apel Operasi Ketupat Mahakam 2025 di Halaman Mako Polres Berau pada pada Kamis (21/3/2025) sore. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Jajaran kepolisian di seluruh Indonesia tengah melaksanakan Operasi Ketupat tahun 2025 dengan mengangkat tema "Mudik Aman, Keluarga Nyaman". Dalam rangka pengamanan mudik serta perayaan hari raya Idulfitri.
Berdasarkan perkiraan pemerintah, puncak arus mudik akan terjadi mulai dari tanggal 28-30 Maret 2025 dan puncak arus balik diprediksi akan terjadi pada tanggal 5-7 April 2025.
Menanggapi hal itu, Kapolres Berau, AKBP Khairul Basyar mengatakan, Polres Berau telah menyiapkan 635 personel tim gabungan dari stakholder. Selain itu, pihaknya telah menyiapkan tujuh posko yang terdiri satu posko terpadu, dua posko pelayanan dan empat pos pengamanan.
"Nanti, di pos pengamanan dan terpadu kita siapkan juga sarana pemantau cuaca terutama di Dermaga Tanjung Batu. Sehingga masyarakat bisa memantau kondisi cuaca sebelum menyebrang ke Pulau Derawan atau Maratua," ujar AKBP Khairul Basyar.
Ia mengatakan, dengan memeriksakan kesiapan infrastruktur dan transportasi yang akan digunakan masyarakat, faktor-faktor potensi kerawanan dan sumbatan di jalan raya, terapkan rekayasa lalu lintas secara terukur dan terkoordinasi. Sementara itu, dirinya juga meminta seluruh Kapolsek di Kabupaten Berau untuk membantu memantau rumah yang ditinggal mudik oleh masyarakat.
"Jadi sebelum mudik atau berpegian masyarakat wajib melaporkan ke Polsek terdekat. Tentunya, pos-pos yang digelar harus mampu memberikan pelayanan prima dan pengamanan optimal," tungkasnya.
Sementara itu, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas mengatakan, menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya tugas kepolisian, melainkan pekerjaan bersama termasuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
"Kita akan lakukan kolaborasi sinergitas untuk memastikan kondisi yang aman kemudian masyarakat bisa terlayani secara baik," kata Sri Juniarsih.
Ia pun mengakui, disaat memasuki libur lebaran mobilisasi masyarakat akan jauh lebih banyak. Sehingga pihaknya akan berupaya untuk memastikan kerja sama dengan aparat kecamatan, kelurahan hingga tingkat RT untuk tetap mengantisipasi bila terjadi gangguan-gangguan di masyarakat.
Selain itu, dirinya juga menghimbau bagi masyarakat yang ingin meninggalkan rumah dengan jangka waktu yang lama atau berlibur, maka sebelum meninggalkan rumah pastikan dengan kondisi aman dan berkoordinasi dengan tetangga sekitar untuk memgawasi rumah selama ditinggal mudik.
"Kita berharap masyarakat yang ingin melakukan mudik atau keluar daerah untuk memastikan keamanan paling tidak kepada tetangga agar rumah tersebut dipastikan aman dan tidak terjadi kebakaran," tandasnya.
(Sf/Rs)