Cari disini...
Seputar Kaltim
Foto : Ilustrasi anak-anak berjualan koran di simpang lampu merah. (Foto: Istimewa)
Balikpapan - Kasus eksploitasi anak di Kota Balikpapan masih cukup tinggi. Ini terlihat dari banyaknya anak-anak yang berjualan tisu, koran, kerupuk dan sejenisnya di berbagai sudut Kota Minyak.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Balikpapan, Edy Gunawan mengaku ini merupakan pelanggaran yang berkaitan dengan perlindungan anak.
Ia pun mengusulkan ada sanksi tegas kepada orang tua yang lalai terhadap anaknya.
"Kalau untuk kondisi anak adalah tanggung jawab pemerintah. Maka itu perlu kerja sama dengan panti asuhan di Balikpapan," ucap Edy, Senin (8/1/2024).
Ini dilakukan untuk mengembalikan mental anak. Seabab ketika sudah mengerti mencari uang, kebanyakan anak-anak tidak mau bersekolah dan ini sangat berbahaya jika dibiarkan.
"Apalagi kondisi di Balikpapan banyak pendatang dan ditakutkan ke depannya para orang tua memanfaatkan anaknya," akunya.
Kemudan masih banyak anak-anak yang berhadapan dengan hukum. Tentu ini menjadi tantangan untuk Pemkot Balikpapan agar bisa mengembalikan mental anak.
"Ini perlu keterlibatan semua pihak, kalau hanya Dinsos tentu tidak bisa, jadi peran serta OPD terkait sangat diperlukan," akunya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Foto : Ilustrasi anak-anak berjualan koran di simpang lampu merah. (Foto: Istimewa)
Balikpapan - Kasus eksploitasi anak di Kota Balikpapan masih cukup tinggi. Ini terlihat dari banyaknya anak-anak yang berjualan tisu, koran, kerupuk dan sejenisnya di berbagai sudut Kota Minyak.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Balikpapan, Edy Gunawan mengaku ini merupakan pelanggaran yang berkaitan dengan perlindungan anak.
Ia pun mengusulkan ada sanksi tegas kepada orang tua yang lalai terhadap anaknya.
"Kalau untuk kondisi anak adalah tanggung jawab pemerintah. Maka itu perlu kerja sama dengan panti asuhan di Balikpapan," ucap Edy, Senin (8/1/2024).
Ini dilakukan untuk mengembalikan mental anak. Seabab ketika sudah mengerti mencari uang, kebanyakan anak-anak tidak mau bersekolah dan ini sangat berbahaya jika dibiarkan.
"Apalagi kondisi di Balikpapan banyak pendatang dan ditakutkan ke depannya para orang tua memanfaatkan anaknya," akunya.
Kemudan masih banyak anak-anak yang berhadapan dengan hukum. Tentu ini menjadi tantangan untuk Pemkot Balikpapan agar bisa mengembalikan mental anak.
"Ini perlu keterlibatan semua pihak, kalau hanya Dinsos tentu tidak bisa, jadi peran serta OPD terkait sangat diperlukan," akunya.
(Sf/By)