Seputar Kaltim

    Dinsos Samarinda Anggarkan Hampir Rp100 Juta untuk Alat Bantu Disabilitas

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Lodya A
    14 Juli 2026 pukul 20:07 WITA

    Kepala Dinas Sosial Kota Samarinda, Mochammad Arif Surochman. (Foto: Arsensia Serlyani/ Seputarfakta.com)

    Samarinda - Dinas Sosial (Dinsos) Kota Samarinda mengalokasikan anggaran hampir Rp100 juta pada 2026 untuk pengadaan berbagai alat bantu bagi penyandang disabilitas.

    Bantuan tersebut diberikan sebagai upaya memenuhi kebutuhan dasar kelompok disabilitas, sekaligus memastikan penyalurannya tepat sasaran melalui pendataan yang saat ini masih dilakukan.

    Kepala Dinsos Kota Samarinda, Mochammad Arif Surochman, mengatakan anggaran tersebut difokuskan untuk penyediaan alat bantu fisik, seperti kursi roda, tongkat, hingga alat bantu dengar. 

    Saat ini, Bidang Rehabilitasi Sosial masih merampungkan pendataan kebutuhan riil para penyandang disabilitas sebelum bantuan disalurkan.

    "Untuk disabilitas sudah kami anggarkan tahun ini, nilainya hampir Rp100 juta. Sekarang teman-teman Bidang Rehabilitasi Sosial sedang mendata kebutuhan mereka karena setiap penyandang disabilitas memiliki kebutuhan yang berbeda-beda," ujar Arif, Selasa (14/7/2026).

    Arif menjelaskan, tidak seluruh penyandang disabilitas membutuhkan bantuan yang sama. Sebagian di antaranya telah memiliki alat bantu, sehingga pendataan diperlukan agar bantuan benar-benar diberikan kepada warga yang membutuhkan serta disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

    Ia menegaskan, bantuan yang disiapkan bukan berupa uang tunai, melainkan alat bantu sesuai kebutuhan penerima.

    "Bantuannya bukan uang tunai, tetapi berupa alat bantu seperti kursi roda, tongkat dan alat bantu dengar," ungkapnya.

    Selain pemenuhan kebutuhan alat bantu, Dinsos juga mulai menyiapkan program jangka panjang berupa pemberdayaan penyandang disabilitas melalui pelatihan kerja.

    Program tersebut diproyeksikan untuk diusulkan pada akhir tahun sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemandirian ekonomi penyandang disabilitas.

    "Ke depan kami ingin lebih optimal lagi melakukan pemberdayaan disabilitas, termasuk melalui pelatihan kerja. Itu sedang kami proyeksikan untuk diusulkan pada akhir tahun ini," jelas Arif.

    Melalui pengadaan alat bantu dan rencana penguatan program pemberdayaan, Dinsos berharap penyandang disabilitas di Kota Samarinda memperoleh akses layanan sosial yang lebih baik, sekaligus memiliki kesempatan lebih besar untuk hidup mandiri dan produktif.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Dinsos Samarinda Anggarkan Hampir Rp100 Juta untuk Alat Bantu Disabilitas

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Lodya A
    14 Juli 2026 pukul 20:07 WITA

    Kepala Dinas Sosial Kota Samarinda, Mochammad Arif Surochman. (Foto: Arsensia Serlyani/ Seputarfakta.com)

    Samarinda - Dinas Sosial (Dinsos) Kota Samarinda mengalokasikan anggaran hampir Rp100 juta pada 2026 untuk pengadaan berbagai alat bantu bagi penyandang disabilitas.

    Bantuan tersebut diberikan sebagai upaya memenuhi kebutuhan dasar kelompok disabilitas, sekaligus memastikan penyalurannya tepat sasaran melalui pendataan yang saat ini masih dilakukan.

    Kepala Dinsos Kota Samarinda, Mochammad Arif Surochman, mengatakan anggaran tersebut difokuskan untuk penyediaan alat bantu fisik, seperti kursi roda, tongkat, hingga alat bantu dengar. 

    Saat ini, Bidang Rehabilitasi Sosial masih merampungkan pendataan kebutuhan riil para penyandang disabilitas sebelum bantuan disalurkan.

    "Untuk disabilitas sudah kami anggarkan tahun ini, nilainya hampir Rp100 juta. Sekarang teman-teman Bidang Rehabilitasi Sosial sedang mendata kebutuhan mereka karena setiap penyandang disabilitas memiliki kebutuhan yang berbeda-beda," ujar Arif, Selasa (14/7/2026).

    Arif menjelaskan, tidak seluruh penyandang disabilitas membutuhkan bantuan yang sama. Sebagian di antaranya telah memiliki alat bantu, sehingga pendataan diperlukan agar bantuan benar-benar diberikan kepada warga yang membutuhkan serta disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

    Ia menegaskan, bantuan yang disiapkan bukan berupa uang tunai, melainkan alat bantu sesuai kebutuhan penerima.

    "Bantuannya bukan uang tunai, tetapi berupa alat bantu seperti kursi roda, tongkat dan alat bantu dengar," ungkapnya.

    Selain pemenuhan kebutuhan alat bantu, Dinsos juga mulai menyiapkan program jangka panjang berupa pemberdayaan penyandang disabilitas melalui pelatihan kerja.

    Program tersebut diproyeksikan untuk diusulkan pada akhir tahun sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemandirian ekonomi penyandang disabilitas.

    "Ke depan kami ingin lebih optimal lagi melakukan pemberdayaan disabilitas, termasuk melalui pelatihan kerja. Itu sedang kami proyeksikan untuk diusulkan pada akhir tahun ini," jelas Arif.

    Melalui pengadaan alat bantu dan rencana penguatan program pemberdayaan, Dinsos berharap penyandang disabilitas di Kota Samarinda memperoleh akses layanan sosial yang lebih baik, sekaligus memiliki kesempatan lebih besar untuk hidup mandiri dan produktif.

    (Sf/Lo)