Cari disini...
Seputarfakta.com - Agus Saputra -
Seputar Kaltim
Potret rumah singgah yang dibangun Dinsos PPU di dekat Lapas Penajam (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Dinas Sosial (Dinsos) Penajam Paser Utara (PPU) berencana membangun rumah singgah tambahan pada 2026 mendatang.
Plt Kepala Dinsos PPU, Muhtar menyampaikan rencana pembangunan ini telah diusulkan ke Kementerian Sosial (Kemensos) untuk mendapatkan dukungan.
“Proposal sarana dan prasarana rumah singgah saya bawa sekalian ada pertemuan terkait sekolah rakyat,” ujar Muhtar, Senin (22/12/2025).
Menurutnya, pembangunan rumah singgah sangat penting untuk memberikan tempat penampungan sementara bagi warga Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), seperti anak jalanan, Orang Sengan Gangguan Jiwa (ODGJ), orang terlantar dan lainnya.
Meski rumah singgah sudah dibangun pada tahun ini, Dinsos PPU masih memerlukan satu bangunan tambahan untuk menampung PMKS secara terpisah antara laki-laki dan perempuan.
“Pembangunan rumah singgah di dekat lapas itu progresnya sudah sekitar 95 persen. Untuk sementara rumah singgah itu akan menampung PMKS laki-laki dan perempuan,” terangnya.
Ia berharap usulan tersebut dapat segera disetujui kemensos, sehingga pembangunan rumah singgah tambahan bisa terealisasi pada 2026 mendatang.
(Sf/Lo)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Agus Saputra -
Seputar Kaltim

Potret rumah singgah yang dibangun Dinsos PPU di dekat Lapas Penajam (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Dinas Sosial (Dinsos) Penajam Paser Utara (PPU) berencana membangun rumah singgah tambahan pada 2026 mendatang.
Plt Kepala Dinsos PPU, Muhtar menyampaikan rencana pembangunan ini telah diusulkan ke Kementerian Sosial (Kemensos) untuk mendapatkan dukungan.
“Proposal sarana dan prasarana rumah singgah saya bawa sekalian ada pertemuan terkait sekolah rakyat,” ujar Muhtar, Senin (22/12/2025).
Menurutnya, pembangunan rumah singgah sangat penting untuk memberikan tempat penampungan sementara bagi warga Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), seperti anak jalanan, Orang Sengan Gangguan Jiwa (ODGJ), orang terlantar dan lainnya.
Meski rumah singgah sudah dibangun pada tahun ini, Dinsos PPU masih memerlukan satu bangunan tambahan untuk menampung PMKS secara terpisah antara laki-laki dan perempuan.
“Pembangunan rumah singgah di dekat lapas itu progresnya sudah sekitar 95 persen. Untuk sementara rumah singgah itu akan menampung PMKS laki-laki dan perempuan,” terangnya.
Ia berharap usulan tersebut dapat segera disetujui kemensos, sehingga pembangunan rumah singgah tambahan bisa terealisasi pada 2026 mendatang.
(Sf/Lo)