Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Dinsos PPU, Saidin.(Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus menunjukkan perhatiannya kepada penyandang disabilitas daksa atau orang yang tidak memiliki anggota tubuh bagian kaki dengan memberikan alat bantu berupa kaki palsu pada 2025 ini.
Dinsos PPU juga telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp150 juta untuk pembuatan kaki palsu yang rencananya akan diberikan kepada lima penyandang disabilitas daksa sebagai langkah awal dalam pelaksanaan program sosial.
"Anggaran yang disediakan untuk bantuan kaki palsu pada 2025 ini masih tergolong kecil, sehingga bantuan menjadi terbatas. Tapi kami tetap memprioritaskan membantu saudara kita yang memiliki kekurangan fisik, seperti cacat dan lainnya," ucap Kepala Dinsos PPU, Saidin, Selasa (28/1/2025).
Ia mengaku dalam pembuatan kaki palsu tidaklah mudah dan cepat seperti yang dibayangkan. Sebab, proses pembuatannya harus melalui berbagai tahapan, mulai dari pengukuran panjang dan luas kaki agar alat bantu yang dibuat dapat digunakan dengan nyaman oleh penerima manfaat.
"Kami akan mengusulkan penambahan anggaran jika Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kita tidak mampu untuk mengakomodir seluruh penyandang disabilitas yang membutuhkan bantuan," jelasnya.
Dinsos PPU tidak bisa memastikan penyaluran kaki palsu dilakukan pada bulan berapa karena pihaknya masih melakukan pendataan terkait nama-nama penerima manfaat.
Namun, ia berharap dapat memudahkan penyandang disabilitas daksa dalam beraktivitas di kehidupan sehari-hari.
"Bantuan ini sangat membantu penerima manfaat untuk menggantikan bagian tubuhnya yang hilang dan menyokong bagian tubuh yang tidak berfungsi secara optimal,” ungkap Saidin.
“Setiap tahunnya sangat memungkinkan nilai anggaran kita mengalami perubahan, tapi kami tetap siap menghadapi permohonan yang meningkat," tandasnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Dinsos PPU, Saidin.(Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus menunjukkan perhatiannya kepada penyandang disabilitas daksa atau orang yang tidak memiliki anggota tubuh bagian kaki dengan memberikan alat bantu berupa kaki palsu pada 2025 ini.
Dinsos PPU juga telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp150 juta untuk pembuatan kaki palsu yang rencananya akan diberikan kepada lima penyandang disabilitas daksa sebagai langkah awal dalam pelaksanaan program sosial.
"Anggaran yang disediakan untuk bantuan kaki palsu pada 2025 ini masih tergolong kecil, sehingga bantuan menjadi terbatas. Tapi kami tetap memprioritaskan membantu saudara kita yang memiliki kekurangan fisik, seperti cacat dan lainnya," ucap Kepala Dinsos PPU, Saidin, Selasa (28/1/2025).
Ia mengaku dalam pembuatan kaki palsu tidaklah mudah dan cepat seperti yang dibayangkan. Sebab, proses pembuatannya harus melalui berbagai tahapan, mulai dari pengukuran panjang dan luas kaki agar alat bantu yang dibuat dapat digunakan dengan nyaman oleh penerima manfaat.
"Kami akan mengusulkan penambahan anggaran jika Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kita tidak mampu untuk mengakomodir seluruh penyandang disabilitas yang membutuhkan bantuan," jelasnya.
Dinsos PPU tidak bisa memastikan penyaluran kaki palsu dilakukan pada bulan berapa karena pihaknya masih melakukan pendataan terkait nama-nama penerima manfaat.
Namun, ia berharap dapat memudahkan penyandang disabilitas daksa dalam beraktivitas di kehidupan sehari-hari.
"Bantuan ini sangat membantu penerima manfaat untuk menggantikan bagian tubuhnya yang hilang dan menyokong bagian tubuh yang tidak berfungsi secara optimal,” ungkap Saidin.
“Setiap tahunnya sangat memungkinkan nilai anggaran kita mengalami perubahan, tapi kami tetap siap menghadapi permohonan yang meningkat," tandasnya.
(Sf/By)