Seputar Kaltim

    Dinsos Kutim Validasi Data Warga Miskin, Imbau Warga Salurkan Bantuan Lewat Lembaga Resmi

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kutai Timur (Kutim), Ernata Hadi Sujito. (Foto:Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus berupaya menekan angka kemiskinan, terutama kemiskinan ekstrem. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memvalidasi data warga kurang mampu secara menyeluruh.

    Berdasarkan data yang disampaikan Dinsos, pada tahun 2023, ada sekitar 5.400 warga yang masuk kategori miskin ekstrim. Tapi setelah dicek langsung ke lapangan, kebanyakan dari mereka adalah pendatang baru yang belum lama tinggal dan belum punya tempat tinggal tetap.

    "Kami menemukan beberapa warga yang baru tinggal sekitar tiga bulan dan cuma menyewa rumah dengan kondisi seadanya, misalnya tidurnya hanya tikar. Mereka belum benar-benar jadi bagian dari masyarakat Kutim," ujar Kepala Dinsos Kutim, Ernata Hadi Sujito.

    Ia menambahkan, pada tahun ini pihaknya akan menganggarkan validasi data untuk sekitar 20.000 Kepala Keluarga (KK). Tujuannya bantuan sosial yang diberikan pemerintah benar-benar tepat sasaran.

    "Harapan kami, masyarakat miskin di Kutim bisa benar-benar nol. Tapi kadang masih ada warga yang baru datang, lalu terdata sebagai miskin," ujar Ernata.

    Dinsos juga menyoroti keberadaan pengemis di jalan, yang sebagian besar bukan warga asli Kutim. Dari hasil penelusuran, ada di antara mereka yang ternyata memiliki rumah cukup layak di kampung halamannya.

    Karena itu, Dinsos mengimbau warga agar lebih berhati-hati saat ingin memberi bantuan di jalan. Bantuan sebaiknya diberikan lewat lembaga resmi seperti panti asuhan atau yayasan sosial.

    “Warga Kutim ini terkenal dermawan, tapi jangan sampai niat baik disalahgunakan. Kalau ingin membantu, lebih baik disalurkan ke tempat yang jelas," pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Dinsos Kutim Validasi Data Warga Miskin, Imbau Warga Salurkan Bantuan Lewat Lembaga Resmi

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kutai Timur (Kutim), Ernata Hadi Sujito. (Foto:Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus berupaya menekan angka kemiskinan, terutama kemiskinan ekstrem. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memvalidasi data warga kurang mampu secara menyeluruh.

    Berdasarkan data yang disampaikan Dinsos, pada tahun 2023, ada sekitar 5.400 warga yang masuk kategori miskin ekstrim. Tapi setelah dicek langsung ke lapangan, kebanyakan dari mereka adalah pendatang baru yang belum lama tinggal dan belum punya tempat tinggal tetap.

    "Kami menemukan beberapa warga yang baru tinggal sekitar tiga bulan dan cuma menyewa rumah dengan kondisi seadanya, misalnya tidurnya hanya tikar. Mereka belum benar-benar jadi bagian dari masyarakat Kutim," ujar Kepala Dinsos Kutim, Ernata Hadi Sujito.

    Ia menambahkan, pada tahun ini pihaknya akan menganggarkan validasi data untuk sekitar 20.000 Kepala Keluarga (KK). Tujuannya bantuan sosial yang diberikan pemerintah benar-benar tepat sasaran.

    "Harapan kami, masyarakat miskin di Kutim bisa benar-benar nol. Tapi kadang masih ada warga yang baru datang, lalu terdata sebagai miskin," ujar Ernata.

    Dinsos juga menyoroti keberadaan pengemis di jalan, yang sebagian besar bukan warga asli Kutim. Dari hasil penelusuran, ada di antara mereka yang ternyata memiliki rumah cukup layak di kampung halamannya.

    Karena itu, Dinsos mengimbau warga agar lebih berhati-hati saat ingin memberi bantuan di jalan. Bantuan sebaiknya diberikan lewat lembaga resmi seperti panti asuhan atau yayasan sosial.

    “Warga Kutim ini terkenal dermawan, tapi jangan sampai niat baik disalahgunakan. Kalau ingin membantu, lebih baik disalurkan ke tempat yang jelas," pungkasnya.

    (Sf/Rs)